Awas Ada Maling di Sangeh Monkey Forest (Alas Kedaton)!

April 29, 2015

Sangeh Monkey Forest atau yang juga dikenal dengan nama Alas Kedaton ini terletak di Desa Sangeh, Kabupaten Badung, Bali dan objek wisata ini termasuk di dalam wilayah hutan lindung. Tiket masuknya sebesar 10.000 Rupiah untuk dewasa dan 5.000 Rupiah untuk anak-anak.

Menurut gue monyet-monyet yang berada di Sangeh ini sedikit lebih liar daripada monyet-monyet yang ada di Ubud Monkey Forest. Hal itu terbukti ketika saya tiba disana dan akan memarkirkan motor di tempat parkir yang tersedia. Alangkah bingungnya ketika melihat banyak batu-batu yang diletakkan di setiap jok motor yang terparkir. Gue dan teman pun bertanya-tanya apa kegunaan batu-batu tersebut? Kemudian, tidak berapa lama datanglah seorang Ibu yang sepertinya salah satu pedagang makanan di sana. Gue bertanya dan si Ibu menjelaskan bahwa ternyata gunanya batu-batuan itu adalah untuk menghindari monyet-monyet yang suka datang dan mencakar-cakar jok motor yang ada di sini. Whaaaat!! Gue pun kaget saat mendengar penjelasan si Ibu dan nggak pakai basa-basi lagi gue langsung menaruh banyak bebatuan di atas motor, karena motor ini bukan motor gue. Matilah kalau jok motornya rusak dan harus menggantinya! (*gue nggak sempet fotoin motor-motor yang joknya rusak, karena udah panik dan serem sendiri)

Nggak hanya itu, ketika akan menuju loket untuk membeli tiket, tiba-tiba dikejutkan dengan suara cewek yang teriak kenceng banget. Semua orang disana kaget dan mencari sumber suara teriakan itu. Ternyata sekantung gorengan yang baru saja dibelinya, dirampas sang monyet dan dibawanya ke atas pohon. Huahahahah!!! Njir serem amat! Seketika Ibu yang berada di sebelah gue berkata “di sini monyet-monyetnya sensitif mas kalau denger suara plastik”. Waduuuuh, gue pun langsung melihat teman apakah dia membawa makanan di plastik atau nggak!
monyet di sangeh
banyak banget di sini monyetnya!
sangeh monkey forest
kelihatan kalem tapi nakal!
Setelah melalui gerbang pintu masuk, kita akan lebih dahulu bertemu dengan jajaran kios-kios pedagang souvenir dan oleh-oleh. Namun karena gue berkunjung bukan di weekend, banyak toko-toko yang tutup sehingga suasananya nggak ramai. Setelah melewati jajaran kios penjual oleh-oleh, barulah kita akan melihat bangunan Pura yang cukup besar di dalam area Alas Kedaton ini. Tentunya ada puluhan atau bahkan ratusan monyet-monyet yang bergelantungan di pohon dan juga berlari-lari di tanah.


Sebenarnya kami penasaran ingin memutari Pura itu, namun sedikit takut karena monyetnya banyak banget asli! Terlebih jalannya dan rutenya itu masuk ke dalam hutan-hutan. Omgeat! Udah putus asa dan ingin pulang saja, tiba-tiba datang sekelompok orang dengan pemandu tour yang menggunakan TOA, jumlahnya mungkin sekitar 20-30an orang kali ya. Ide brilian pun muncul! Kita menyamar! Haha! Kita melipir-melipir di belakang rombongan ikutan masuk ke dalam hutan untuk mengitari Pura. And, we did it! Wkwkwk! Sampai keluar area hutan, barulah ada spot foto dengan burung hantu atau ular. Setelah melihat-lihat sebentar dan nggak foto karena nggak punya duit, kami pun pulang dan meninggalkan Alas Kedaton.
monyet di sangeh
nah ini puranya
melihat monyet di bali
tuh ada banyak lagi monyetnya
monkey forest bali
asyik amat bro!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK