[BALI Day 4] Keindahan Selatan Pulau Bali

Desember 06, 2014

Rabu, 11 SEPTEMBER 2013Day 4: Pantai Pandawa, Suluban "Bluepoint", Padang-Padang - Uluwatu

Let's go to the beach!

Secercah Harapan Selain Banana Pancake
Seperti biasa di hari ketiga dengan nggak jelasnya kami menunggu hingga pukul 8 pagi untuk mendapatkan sarapan di Losmen Arthawan. Nah kali ini, gue nggak akan lagi memesan yang namanya banana pancake. Pagi itu gue memutuskan untuk memesan roti tawar isi telur ceplok yang rasanya 1000X jauh lebih enak dan mengenyangkan daripada si banana pancake.
ini jauh lebih baik!

Nyasar Lagi di Nusa Dua
Selama di Bali tiada hari tanpa nyasar, di hari keempat ini kami kembali tersesat ketika ingin menuju ke Pantai Nusa Dua. Dari informasi yang gue baca sebelumnya, Pantai Nusa Dua ini letaknya nyempil atau ngumpet di kawasan elit Nusa Dua. Kami pun ke sana dan sempat memasuki sebuah cluster perumahan dengan penjagaan satpam yang ketat, namun hampir 20 menitan kami muter-muter dan tidak menemukan pantai tersebut, ah sebel! Hal tersebut memutuskan kami untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pandawa.

Panasnya Pantai Pandawa!
Perjalanan menuju Pantai Pandawa ini jalannya berkelak-kelok dan naik turun. Ada kejadian yang membahayakan bagi gue saat menuju Pantai Pandawa ini, saking banyaknya belokan dan turunan membuat motor melaju dengan kencang. Sampai pada akhirnya ada sebuah tikungan tajam, dimana rem motor yang gue kendarai tidak pakem dan melaju begitu saja hingga keluar aspal, serem banget suer! Selepas jalan berkelak-kelok, pemandangan berubah menjadi bukit-bukit bebatuan yang besar, jalan raya membelah bukit batu tersebut sungguh berbeda dan keren. Setelah melewati bukit batu, lo akan disuguhkan pemandangan pantai biru yang terhampar luasnya. 

Cuaca yang sangat terik di siang hari menyurutkan niat gue untuk berenang di Pantai Pandawa ini. Oh ya, ketika sampai di area pantai, menurut gue pemandangannya nggak sebagus jika kita lihat dari atas bukit tadi. Di sini pantainya banyak sisa-sisa rumput laut kering, sehingga membuat air pantainya sedikit berbusa karenanya. Nah di area Pantai Pandawa ini, juga ada daya tarik lain untuk kamu yang seneng foto-foto. Patung-patung hasil pahatan tangan pada bukit berbatu menjadi icon dari Pantai Pandawa ini. Saat siang hari, spot patung ini sangat teduh karena matahari terhalang oleh bukit batu diatasnya. 

ini view yang pas dan keren buat nikmatin Pantai Pandawa. Tapi? Tapi panaaas...

salah satu patung di komplek Pantai Pandawa
akses Pantai Pandawa dari membelah bukit batu itu
Mr. Tour Guide!
Ada kejadian lucu lagi di sini. Ketika gue menggunakan udeng dan sedang mengambilkan foto temen gue. Tiba-tiba datang sebuah mobil ber plat nomor B yang memarkirkannya tidak jauh dari tempat gue mengambil foto. Keluarlah cowok dan cewek yang sepertinya pasangan dan ingin foto-foto disitu juga. Nah tiba-tiba si cowoknya bilang ke gue;

"Beli, boleh minta tolong fotoin kita nggak?"

Pertama, gue mikir mungkin si cowok hanya berusaha sopan ke gue dengan memanggil "beli". Namun, setelah si pasangan gue fotoin beberapa kali, nah si cowok kembali bertanya ke gue;

"Beli, ini mau dibuat apa ya beli bukit-bukitnya?"
"Ini sejak kapan ya Beli patung-patung ini dibuat?"
*dalem hati* 
Whaaaaat!! Mana gue tauuuu!!

Gue menjawab seadanya saat itu dengan stay cool-nya, karena nggak mau bikin si cowok kecewa dan malu kalau tahu gue juga seorang wisatawan. Si cowok bener-bener serius mendengarkan jawaban gue, yang dimana gue juga mengetahui sebelumnya dari internet. Mereka berdua sangat sopan kepada gue sampai mereka pamit meninggalkan kami untuk menuju pantai. Gue sejenak berfikir dan ternyata pasangan tadi mungkin mengira gue adalah seorang tour guide kali ya, didukung lagi karena gue menggunakan udeng, sedangkan temen nggak, asyeeem...!!
emang saya mirip guide apa?
The Amazing Race season 22
Setelah dari Pantai Pandawa, gue lanjut mengunjungi Pantai Bluepoint. Sepanjang jalan dari Pantai Pandawa menuju Pantai Bluepoint ini banyak banget resort dan hotel mewah yang gue lihat, salah satunya adalah Bvlgari, Karma Kandara, dll. Nah sebenernya ketika menuju Pantai Bluepoint dari Pantai Pandawa, kita akan terlebih dahulu melewati pintu masuk dari kawasan wisata Uluwatu. Uluwatu gue skip siang itu, mengapa? Ya, karena gue baru akan ke sana di sore hari untuk melihat pementasan Tari Kecak di pinggir tebingnya.

Sesampainya di Pantai Bluepoint yang ternyata nama aslinya adalah Pantai Suluban, kami harus menuruni banyak anak tangga untuk menuju ke bawah. Ada beberapa tangga turun curam dan harus sangat berhati-hati saat melewatinya. Namun ketika sudah sampai di bawah, lo akan disambut dengan air pantai berwarna biru tosca yang cerah dan indah banget. Kemudian, berlanjut naik ke sebuah tangga untuk membawa kami menuju spot selanjutnya yang nggak kalah menakjubkan.

Di bagian atas ini terdapat banyak kafe dan restoran yang siap untuk menjadi tempat terbaik saat kamu kelaperan di sini. Nah ada sebuah tangga kecil tepat di bawah lokasi tempat makan di sana, digunakan untuk mereka-mereka yang hanya ingin mengambil foto dan menikmati keindahan Pantai Bluepoint. Oh iya, Pantai Bluepoint ini pernah digunakan tempat untuk shooting The Amazing Race season 22 lho.
jalanan menurun yang curam
backlight ki!
view dari atas tebing
another view dari bawah atas tebing di Pantai Bluepoint
Julia Robert? Javier Bardem?
Cukup lama gue berada di Pantai Blueopoint karena benar-benar puas melihat birunya lautan, indahnya ombak yang menghempas tebing-tebing, dan kerennya para peselancar yang sedang beratraksi di laut lepas. Jam sudah menujukkan pukul 1 siang dan perut pun sudah mulai tidak bisa diajak kompromi. Kami berniat mencari warung makan di sepanjang jalan menuju Uluwatu, namun apa yang kami dapat hanyalah hamparan hutan dan beberapa rumah warga saja. Kami sangat kebingungan untuk mencari makan siang itu, sampai pada akhirnya memutuskan untuk masuk terlebih dahulu ke Uluwatu dan pergi ke kantin yang ada di sana. Nasi goreng menjadi menu paling aman dan penyelamat perut gue di siang hari itu. Jam masih menunjukkan pukul 2 siang dan masih terlalu gasik kalau masuk ke dalam Uluwatu.

Akhirnya, kami beranjak lagi meninggalkan Uluwatu menuju Pantai Padang-Padang yang letaknya nggak terlalu jauh dari Uluwatu. Bagi kalian yang sudah tau, kalau Pantai Padang-Padang ini adalah pantai yang digunakan untuk shooting film Eat, Pray, Love dan diperankan oleh Julia Robert bersama Javier Bardem. Hal tersebut yang membuat pantai ini jauh lebih ramai dari pantai-pantai lain di sekitarnya, termasuk Pantai Bluepoint. Ada yang unik untuk bisa mengakses pantai ini, yaitu kita diharuskan untuk menuruni banyaknya anak tangga dan kemudian melewati jalan sempit karena ada dua bebatuan besar yang saling menghimpit. Ketika kamu sampai di bawah, jangan heran kalau di sini banyak banget bule berjemur. Lalu, karena sudah nggak tahan dari kemarin belum nyebur ke laut, akhirnya gue memutuskan untuk basah di sini. Padahaaaal, gue sama sekali nggak bawa pakaian ganti dan handuk. Luar biasanya lagi gue masih harus ke Uluwatu untuk menyaksikan Tari Kecak di sana.

jangan salah fokus ya!
melewati jalan yang sempit
ramai dari mereka yang ingin berjemur

Maliiiiiiiing………. !!!
Sekitar pukul 3 sore setelah membilas badan, gue langsung menuju kembali ke Uluwatu dengan membawa satu kantong plastik berisi pakaian basah. Nah saat lo masuk ke Uluwatu, lo diharuskan memakai kain yang akan diberikan ketika kita membeli tiket di sana. 

Oh iya, ketika setelah membeli tiket lo akan ditawari untuk membawa pisang dari beberapa orang. Itu nggak gratis ya, jadi lo diharuskan untuk membayar pisang ketika lo sudah memegangnya. Gue tadinya kebingungan, karena kami berdua sama-sama memegang pisang dan harus membayar kedua bonggol pisang itu. Gue pun berkata ke si penjual kalau hanya akan membayar satu tandan pisang saja dan teman pun mengembalikan pisang yang dipegangnya ke si penjual.

Di Uluwatu, lo akan menyaksikan indahnya tebing-tebing yang dihempas oleh deburan ombak lautan. Lalu, apesnya adalah gue baru menyadari kalau pisang yang gue beli tadi sebesar 15.000 Rupiah ternyata mentah-mentah dan membuat si monyet-monyet di sana nggak mau mengambil pisang yang gue kasih, ah kampret! Monyet-monyet di sini nakalnya luar biasa, jika lo menggunakan kacamata di atas kepala, maka bersiaplah diambil oleh sang monyet. Walaupun ada banyak pawang monyet yang akan selalu berjaga, lo harus tetap waspada dan berhati-hati saat menggunakan aksesoris di badan, apalagi kalau itu barang mahal.
luar biasa indahnya Uluwatu

view lainnya dari Uluwatu

Pertunjukan Tari Kecak Yang Luar Biasa Indah
Gue menunggu di loket pembelian pentas Tari Kecak di Uluwatu yang baru dibuka pada pukul 5 sore, yang berarti sekitar setengah jam lagi saat itu. Semakin sore pun, antrean di belakang gue semakin mengular panjangnya, untungnya gue tadi sudah duduk manis di bagian paling depan. Setelah mendapatkan tiket, gue langsung menuju ke area pementasan. Gue mengambil kursi di barisan paling atas dan lurus sejajar menghadap ke arah lautan. Durasinya sekitar 1 jam hingga pukul 7 malam dan ketika waktu sunset tiba, lo akan bengong dibuatnya. 
masih menuunggu penuh penonton
show time!
dimana lagi bisa liat Tari Kecak dengan view seperti ini?
Hanoman beraksiii...

Nah ketika saat akan pulang ke luar gerbang, gue baru menyadari bahwa kain yang diberikan di awal sudah tidak melekat di pinggang. Gue panik bukan main, karena berfikir kalau gue harus mengganti kain tersebut. Masalahnya adalah gue hanya membawa uang pas untuk hidup beberapa hari ke depan di Bali. Namun ketika melewati gerbang pintu keluar, ternyata eh ternyata nggak lagi diperiksa dan hanya menaruh sembarang pada kotak yang sudah disediakan.

Arah pulang dari Uluwatu menuju Jimbaran atau Kuta saat malam hari, lo akan disuguhkan oleh pemandangan lampu-lampu kota yang indah. Jadi Uluwatu ini berada di dataran lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya. Sampai di Losmen Arthawan lagi sekitar pukul 9 malam, gue harus mengembalikan motor ke Arthawan dan meminjam motor lagi di tempat berbeda. Loh kenapa? Iya, karena besoknya gue akan pindah ke Ubud dan Losmen Arthawan hanya meminjamkan motornya bagi siapa yang menginap di tempatnya sampai tanggal menginapnya habis. Nggak jauh dari Losmen Arthawan, hanya beda beberapa kios saja, terdapat penyewaan motor yang kemudian gue sambangi dan menyewa motor untuk 3 hari dengan biaya 50.000 Rupiah/harinya.


PENGELUARAN:
Bensin : Rp 7.500 (15.000 : 2 orang)
Retribusi Pandawa : Rp 3.000 (*parkir gratis)
Parkir Bluepoint : Rp 2.000
Nasi Goreng + Aqua : Rp 28.000
Masuk Uluwatu : Rp 15.000/orang + Rp 2.000 parkir motor
Tiket Kecak : Rp 70.000/orang
Makan Malam : Rp 10.000
Sewa Motor MioGT : Rp 75.000 (50.000 x 3 hari : 2 orang)
Sunblock : Rp 15.000
TOTAL PERORANG : Rp 152.500

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK

Member of

ID Corners