[BALI Day 4] Keindahan Selatan Pulau Bali

10:04:00 AM

Rabu, 11 SEPTEMBER 2013Day 4: Pantai Pandawa, Suluban "Bluepoint", Padang-Padang - Uluwatu
Let's go to the beach!

Secercah Harapan Selain Banana Pancake

Seperti biasa di hari ketiga dengan nggak jelasnya kami menunggu hingga pukul 8 pagi untuk mendapatkan sarapan di Losmen Arthawan. Nah kali ini, saya nggak akan lagi memesan yang namanya banana pancake disini. Pagi itu saya memutuskan untuk memesan roti tawar isi telor ceplok yang rasanya 1000X jauh lebih enak dan mengenyangkan daripada si banana pancake.

Ini jauh lebih baik!

Nyasar Lagi di Nusa Dua
Selama di Bali tiada hari tanpa nyasar, di hari keempat ini kami kembali tersesat ketika ingin menuju ke Pantai Nusa Dua. Dari informasi yang saya baca sebelumnya, Pantai Nusa Dua ini letaknya nyempil atau ngumpet di kawasan elit Nusa Dua. Kami pun kesana dan sempat memasuki sebuah cluster perumahan dengan penjagaan satpam yang ketat, namun hampir 20 menitan kami muter-muter dan tidak menemukan pantai tersebut. Hal tersebut memutuskan kami untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pandawa.

Panasnya Pantai Pandawa !

Perjalanan menuju Pantai Pandawa ini jalannya berkelak-kelok dan naik turun. Ada kejadian yang membahayakan bagi saya saat menuju Pantai Pandawa ini, saking banyaknya belokan dan turunan membuat motor saya melaju dengan kencang. Sampai pada akhirnya ada sebuah belokan tajam, dimana rem motor yang saya kendarai tidak pakem dan melaju begitu saja hingga keluar aspal. Selepas jalan berkelak-kelok, pemandangan berubah menjadi bukit-bukit bebatuan yang besar. Jalan raya membelah bukit batu tersebut sungguh menjadi pengalaman berbeda dan keren. Setelah melewati bukit batu, kamu akan disuguhkan pemandangan pantai biru yang terhampar luasnya. 

Cuaca yang sangat terik di siang hari tidak membuat kami beranjak bermain air di Pantai Pandawa ini. Niatnya saya mau berenang di pantai ini, namun panas matahari yang luar biasa menyengat membuat saya mengurungkan niat tersebut. Oh ya, ketika sampai di area pantai, menurut saya tidak sebagus jika kita lihat dari atas bukit tadi. Disini pantainya banyak sisa-sisa rumput laut kering, sehingga membuat air pantainya bedikit berbusa karenanya.


Ini view yang pas dan keren buat nikmatin Pantai Pandawa. Tapi? Tapi panaaas...
Nah di area Pantai Pandawa ini, juga ada daya tarik lain untuk kamu yang seneng foto-foto. Patung-patung hasil pahatan tangan pada bukit berbatu menjadi icon dari Pantai Pandawa ini. Saat siang hari, spot patung ini sangat teduh karena matahari terhalang oleh bukit batu diatasnya. 

Salah satu patung di komplek Pantai Pandawa
Akses Pantai Pandawa dari membelah bukit batu itu
Mr. Tour Guide !
Ada kejadian lucu lagi disini. Ketika saya menggunakan udeng dan sedang mengambilkan foto teman saya. Tiba-tiba datang sebuah mobil berplat nomor B yang memarkirkannya tidak jauh dari tempat saya mengambil foto. Keluarlah cowok dan cewek yang sepertinya pasangan dan ingin foto-foto disitu juga. Nah tiba-tiba si cowoknya bilang ke saya;

"Beli, boleh minta tolong fotoin kita nggak?"


Pertama, saya mikir mungkin si cowok hanya berusaha sopan kepada saya dengan memanggil "beli". Namun, setelah si pasangan saya fotoin beberapa kali, nah si cowok kembali bertanya kepada saya;


"Beli, ini mau dibuat apa ya beli bukit-bukitnya?"

"Ini sejak kapan ya Beli patung-patung ini dibuat?"

*dalem hati* 

Whaaaaat!! Mana saya tauuuu!!!
Saya menjawab seadanya saat itu dengan stay cool-nya, karena nggak mau bikin si cowok kecewa dan malu kalau tahu saya juga seorang wisatawan. Si cowok bener-bener mendengarkan jawaban saya, yang dimana saya juga mengetahuinya dari internet. Mereka berdua sangat sopan kepada saya sampai mereka pamit meninggalkan kami untuk menuju pantai. Saya sejenak berfikir dan ternyata pasangan tadi mungkin mengira saya adalah seorang tour guide. Dimana saya menggunakan udeng, sedangkan teman saya tidak. Asyeeem...!!
Emang saya mirip guide apa?
The Amazing Race Season 22
Setelah dari Pantai Pandawa, saya berlanjut untuk mengunjungi Pantai Bluepoint. Sepanjang jalan dari Pantai Pandawa menuju bluepoint ini banyak sekali resort dan hotel mewah yang saya lihat, salah satunya adalah Bvlgari, Karma Kandara, dll. Nah sebenernya ketika menuju Pantai Bluepoint dari Pantai Pandawa,  kita akan terlebih dahulu melewati pintu masuk dari kawasan wisata Uluwatu. Uluwatu saya skip siang itu, mengapa? Ya, karena saya baru akan kesana di sore hari untuk melihat Tari Kecak di pinggir tebingnya.

Sesampainya di bluepoint yang ternyata nama aslinya adalah Pantai Suluban, kami harus menuruni banyak anak tangga untuk menuju ke bawah. Ada beberapa tangga turun curam dan harus sangat berhati-hati saat melewatinya. Namun ketika sudah sampai di bawah, kamu akan disambut dengan air pantai berwarna biru tosca. Kemudian, berlanjut naik ke sebuah tangga untuk membawa kami menuju spot selanjutnya yang tidak kalah menakjubkan. 


Di bagian atas ini ternyata terdapat banyak kafe dan restoran yang siap untuk menjadi tempat terbaik saat kamu kelaparan disini. Nah ada sebuah tangga kecil tepat di bawah lokasi tempat makan disana, yang digunakan untuk mereka-mereka yang hanya ingin mengambil foto dan menikmati keindahan pantai disini. Oh iya, Pantai Bluepoint ini pernah digunakan tempat untuk shooting The Amazing Race season 22 lho.

Jalanan menurun yang curam
Backlight ki!
View dari atas tebing
Another view dari bawah atas tebing di Pantai Bluepoint
Julia Robert? Javier Bardem?
Cukup lama saya berada di bluepoint ini sampai benar-benar puas 
melihat birunya lautan, indahnya ombak yang menghempas tebing-tebing, dan kerennya para peselancar. Jam sudah menujukkan pukul 1 siang dan perut pun sudah mulai tidak bisa diajak kompromi. Kami berniat mencari warung makan di sepanjang jalan menuju Uluwatu, namun apa yang kami dapat hanyalah hamparan hutan dan beberapa rumah warga saja. Kami sangat kebingungan untuk mencari makan siang itu, sampai pada akhirnya memutuskan untuk masuk terlebih dahulu ke Uluwatu dan pergi ke kantin yang ada disana. Nasi goreng menjadi menu paling aman dan penyelamat saya di siang hari itu. Jam masih menunjukkan pukul 2 siang dan masih terlalu gasik kalau kita masuk ke dalam Uluwatu. 


Akhirnya, kami beranjak lagi meninggalkan Uluwatu menuju Pantai Padang-Padang yang letaknya tidak terlalu jauh dari Uluwatu. Bagi kalian yang sudah tahu, kalau Pantai Padang-Padang ini adalah pantai yang digunakan untuk shooting film Eat, Pray, Love dan diperankan oleh Julia Robert bersama Javier Bardem. Hal tersebut yang membuat pantai ini jauh lebih ramai dari pantai-pantai lain di sekitarnya, termasuk Pantai Bluepoint


Ada yang unik untuk bisa mengakses pantai ini, yaitu kita diharuskan untuk menuruni banyaknya anak tangga dan kemudian melewati jalan sempit karena ada dua bebatuan besar yang saling menghimpit. Ketika kamu sampai di bawah, jangan heran disini buanyak banget bule berjemur. Lalu, karena sudah nggak tahan dari kemari belum nyebur ke laut, akhirnya saya memutuskan untuk basah disini. Padahaaaal, saya sama sekali nggak bawa ganti dan handuk. Luar biasanya lagi saya masih harus ke Uluwatu untuk menyaksikan Tari Kecak disana.

Jangan salah fokus ya!
Melewati jalan yang sempit
Ramai dari mereka yang ingin berjemur

Maliiiiiiiing………. !!!
Sekitar pukul 3 sore setelah saya membilas badan, saya langsung menuju kembali ke daerah Uluwatu dengan membawa satu kantong plastik berisi pakaian basah. Nah saat kamu masuk ke Uluwatu, kamu diharuskan memakai kain yang akan diberikan ketika kita membeli tiket disana. 


Oh iya, ketika setelah membeli tiket kamu akan ditawari untuk membawa pisang dari beberapa orang disana. Itu nggak gratis ya, jadi kamu diharuskan untuk membayar pisang ketika kamu sudah memegangnya. Saya tadinya kebingungan, karena kami berdua sama-sama memegang pisang dan harus membayarnya. Saya pun berkata ke si penjual kalau hanya akan membayar satu tandan pisang saja dan teman pun mengembalikan pisang yang dipegangnya ke si penjual.

Di Uluwatu, kamu akan menyaksikan indahnya tebing-tebing yang dihempas oleh deburan ombak lautan. Lalu, apesnya adalah saya baru menyadari kalau pisang yang saya bayar tadi sebesar 15.000 rupiah ternyata mentah-mentah dan membuat si monyet-monyet disana tidak mau mengambil pisang yang saya berikan. 
Monyet-monyet disini nakalnya luar biasa, jika kamu menggunakan kacamata di atas kepala, maka bersiaplah diambil oleh sang monyet. Walaupun ada banyak pawang monyet yang akan selalu berjaga disana, kamu harus tetap waspada dan berhati-hati saat menggunakan aksesoris di badan.

Luar biasa indahnya Uluwatu

The Another View

Pertunjukan Tari Kecak Yang Luar Biasa Indah
Saya menunggu di loket pembelian pentas Tari Kecak di Uluwatu yang baru dibuka pada pukul 5, yang berarti sekitar setengah jam lagi saat itu. Semakin sore pun, antrian di belakang saya semakin mengular panjangnya, untungnya saya tadi sudah duduk manis di bagian paling depan. 


Setelah mendapatkan tiket, saya menuju ke area pementasan. Saya mengambil kursi di barisan paling atas dan lurus sejajar menghadap ke arah lautan. Durasinya sekitar 1 jam hingga pukul 7 malam dan ketika waktu sunset tiba, kamu akan bengong dibuatnya. 

Masih menuunggu penuh penonton
Show time!
Dimana lagi bisa liat Tari Kecak dengan view seperti ini?
Hanoman beraksiii...

Nah ketika saat akan pulang ke luar gerbang, saya baru menyadari bahwa kain yang diberikan di awal sudah tidak melekat di pinggang saya. Saya panik bukan main, karena saya berfikir kalau saya harus mengganti kain tersebut. Masalahnya adalah saya hanya membawa uang pas untuk saya hidup beberapa hari ke depan di Bali. Namun ketika melewati gerbang pintu keluar, ternyata eh ternyata tidak lagi diperiksa dan hanya menaruh sembarang pada kotak yang sudah disediakan.

Arah pulang dari Uluwatu menuju Jimbaran atau Kuta saat malam hari, kamu akan disuguhkan oleh pemandangan lampu-lampu kota yang indah. Jadi Uluwatu ini berada di dataran lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya. Sampai di Losmen Arthawan lagi sekitar pukul 9 malam, lalu harus mengembalikan motor ke Arthawan dan meminjam motor lagi di tempat berbeda. Loh mengapa demikian? Ya, karena besoknya saya akan pindah ke Ubud dan Arthawan hanya meminjamkan motornya bagi siapa yang menginap di tempatnya sampai tanggal menginapnya habis. Tidak jauh dari Losmen Arthawan, hanya beda beberapa kios saja, terdapat penyewaan motor yang kemudian saya sambangi. Akhirnya saya menyewa untuk 3 hari dengan biaya 50.000 rupiah/harinya.


PENGELUARAN:
Bensin : Rp. 7.500 (15.000 : 2 orang)
Retribusi Pandawa : Rp. 3.000 (*parkir gratis)
Parkir Bluepoint : Rp. 2.000
Nasi Goreng + Aqua : Rp. 28.000
Masuk Uluwatu : Rp. 15.000/orang + Rp. 2.000 parkir motor
Tiket Kecak : Rp. 70.000/orang
Makan Malam : Rp. 10.000
Sewa Motor MioGT : Rp. 75.000 (50.000 x 3 hari : 2 orang)
Sunblock : Rp. 15.000
TOTAL PERORANG : Rp. 152.500

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+