[BALI Day 2] Sunset Tanah Lot yang Memukau

Desember 03, 2014

Senin, 9 SEPTEMBER 2013

Day 2: Sanur, Kuta, Tanah Lot

Sebenernya sepagi itu di Bali belum punya planning, karena memang seharusnya gue baru tiba di Kuta pada pukul 11 siang. Dimana sebelumnya gue mau liat sunrise dari atas kapal saat menyeberang dari Banyuwangi ke Gilimanuk, tapi batal dan gagal. Itinerary yang gue buat pun baru dimulai pada pukul 12 siang di Bali. Namun, ya rencana tetaplah rencana, semua memang bisa berubah saat sudah kita menjalaninya, ya nggak? (haha..lu doang kali ki!).

Terikatnya Janur Sebagai Doa Keselamatan 

Gue akhirnya bisa tidur walaupun cuma 3 jam doang, dari 05:30 - setengah 8 pagi. Gue kemudian bangun, mandi, dan siap untuk mencari sarapan. Sebelum itu, gue meminta kepada receptionist di Losmen Arthawan kalau akan menyewa motor selama 3 hari. Gue mendapatkan Yamaha Xeon berwarna hitam seharga 50.000 Rupiah untuk satu harinya. Oh iya, gue sedikit nggak suka sama salah satu petugas di Losmen Arthawan ini, sangat tidak ramah kepada pengunjung, hal itu terjadi ketika gue akan menyewa motor dan mendapatkan perlakukan yang tidak enak.

Kesan pertama saat saya mendapatkan motor itu bukan dari merek motornya atau bukan juga dari stiker hitam yang membalut keseluruhan bodi motornya. Tapi perhatian itu tertuju pada janur kecil yang terikat pada spion motornya. Pertama kali mengira kalau ini adalah tanda dari pemilik motor kalau itu kepunyaannya. Tapi ternyata itu salah, setelah berada di jalan raya gue melihat beberapa motor dan bahkan mobil yang ada di Bali juga banyak janurnya. Dimana ternyata itu adalah semacam doa untuk keselamatan yang biasa dilakukan oleh para Umat Hindu di sini, cool!

janur yang diiket di motor yang gue pinjam
Bule-bule Cakep Everywhere
Gue pun memutuskan untuk pergi ke Pantai Sanur di pagi itu dna kesan pertama untuk Pantai Sanur ini adalah gersang dan panas, karena memang sejatinya pantainya juga digunakan sebagai pelabuhan untuk mereka yang ingin menyeberang ke Nusa Lembongan, Ceningan, atau Penida. Jadi jangan heran kalau di pantai ini banyak dari mereka yang membawa tas atau koper-koper berukuran besar. Di sepanjang Pantai Sanur juga banyak bangunan hotel berdiri, salah satunya ada bangunan hotel yang kata orang di sekitar merupakan bangunan tertinggi di Bali. Nah, katanya semenjak hotel itu dibangun, Bali menerapkan batasan tinggi maksimal dari sebuah bangunan, tapi untuk berapa ketinggian maksimalnya gue kurang tau.

bangunan di ujung itu merupakan salah satu hotel di Pantai Sanur

Gue nggak berlama-lama di Pantai Sanur ini, cuma menikmati angin pantai dan desiran ombak sambil melihat para turis yang berlalu lalang ingin menyeberang ke Nusa Lembongan atau Penida. Setelah itu kami memutuskan untuk balik ke Kuta sekitar jam 11 siang dengan matahari Bali yang lagi terik-teriknya dan setelah puas ngadem di Pantai Kuta, kami iseng ingin tahu isi dalam dari Beachwalk Kuta Bali yang punya konsep outdoor.

Pantai Kuta kalau siang cantik warnanya

Beachwalk Mall, Kuta

Nah setelah itu, kami pun kembali ke losmen dan ada kejadian yang kurang mengenakkan lagi di Losmen Arthawan ini. Ketika akan memarkirkan motor di depan kamar, tiba-tiba muncul si bapak (salah satu petugas losmen) yang sebelumnya gue ceritakan "jutek". Si bapak bilang "mas motornya majuin!" dengan nada tinggi dan tidak ramah. Gue pun langsung kesal, karena gue udah memarkirkan itu motor dengan benar dan maju. Gue juga mengerti kalau di sana dibuat jalan untuk berlalu lalang lewat kendaraan lain. Tapi cara penyampaiannya nggak gitu juga kali pak, sebel!

Nggak Nyasar Nggak Keren Bro
Setelah menaruh motor di losmen dan beristirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanah Lot sekitar pukul 1 siang. Temen beraksi sebagai navigator dengan melihat maps di smartphone-nya. Tapi apa daya, walaupun sudah menggunakan gps, kami pun tetep aja nyasar, elah! Kami nyasar ke Pantai Echo, tapi sebenernya kami menjadi tau yang namanya Pantai Echo ini seperti apa. Jadi, pantai ini adalah pantainya para peselancar dan bukan tempat yang cocok bagi mereka yang hanya ingin bermain air. Di sekitar Pantai Echo ini juga terdapat banyak store surfing seperti Billabong, Quicksilver, dll. Kafe dan berbagai restoran pun ada di sini.

nggak sempet foto pantainya, karena saking nyengatnya matahari di sini
Kami pun melanjutkan perjalanan dan mencari dimana Tanah Lot ini berada, yang ternyata kami hanya salah mengambil belokan. Jika ke Tanah Lot harus serong ke kanan pada sebuah cabang jalan, tapi gue justru mengambil yang arah serong kiri. Oke, kami pun tiba di Tanah Lot dan beruntungnya kami saat itu laut sedang surut dan gue pun bisa berjalan menuju tebing yang di atas nya terdapat sebuah Pura. Di sini benar-benar ramai oleh wisatawan, karena memang Tanah Lot ini menjadi salah satu wisata yang paling diunggulkan Bali.

Nah, jika bisa sampai ke tebing ber-Pura di sana, di area bawahnya terdapat daya tarik lain yang bisa dicoba. Apa itu? memegang ular suci (*katanya), dimana sebelumnya kita harus mencuci tangan terlebih dahulu dengan holy water. Haha.. Percaya nggak percaya sih ya. Gue kemudian lanjut mengitari area dari Tanah Lot ini, dimana dari kejauhan ada lapangan golf di atas bukit yang seperti milik dari salah satu hotel mewah di sekitar Tanah Lot ini.

salah satu padang golf yang terlihat dari Tanah Lot

The Sun!
mereka yang ingin beribadah
air laut yang sedang surut

numpang ya..
Sunset Terindah di Batu Bolong
Rencananya setelah dari Tanah Lot akan lanjut menuju ke Batu Bolong. Nah yang menjadi masalah adalah kita berdua tidak mengetahui pasti dimana letak wisata itu. Kami mengira letaknya tidak jauh dari Tanah Lot dan harus menyalakan gps lagi untuk bisa sampai ke sana. Lucunya, ketika kami berdua menuju arah pintu keluar Tanah Lot, di sana terdapat plang bertuliskan "Batu Bolong", haha... Jadi, ternyata Batu Bolong ini masih satu area dengan Tanah Lot. Batu Bolong menjadi salah satu objek wisata yang luar biasa indahnya, terutama saat matahari tenggelam (sunset). Ternyata banyak orang yang sudah duduk mencari spot untuk bisa melihat matahari tenggelam. Tapi emang beneran indah banget pemandangan sunset di sini. Gue pun nggak lupa mengabadikan momen indah itu dengan kamera yang gue bawa dan ini hasilnya.

Sunset terindah yang pernah saya lihat langsung

Breathtaking.........

Setelah matahari sudah meninggalkan peraduannya, semua orang pun bergegas kembali menuju parkiran untuk pulang. Saat itu juga, terdengar pengumuman dari pengeras suara di sana yang mengatakan bahwa ada pertunjukan Tari Kecak yang akan dimulai pada pukul 19:00. Tetapi, gue nggak akan menontonnya, karena saya sudah merencanakan menonton Tari Kecak yang diadakan di Uluwatu. Oh iya, sepanjang jalan menuju lokasi parkir, di sini terdapat banyak toko yang menjual berbagai macam buah tangan untuk bisa dibeli dan dibawa pulang. Kami pun mampir ke salah satu toko dan membeli udeng seharga 20.000 Rupiah.

PENGELUARAN:

Sewa Motor Xeon : Rp 75.000 (50.000 x 3 hari : 2 orang)
Bensin : Rp 7.500 (15.000 : 2 orang)
Pompa Ban : Rp 1.000 (2.000 : 2 orang)
Nasi Kuning + Es Teh : Rp 10.000
Masuk Tanah Lot : Rp 15.000/orang + Rp. 3.000 parkir motor
Nasi Pecel : Rp 12.000
TOTAL : Rp 123.500

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK