[MALANG Hari Pertama] Hujan dan Pelangi di Coban Rondo yang Ngangenin

October 11, 2015

Malang Hari ke-1 (Jumat, 2 Januari 2015)
Alun-Alun Kota Malang - Coban Rondo

Hari pertama menuju Malang, dimana saya sebelumnya sudah janjian bertemu dengan teman bernama Gilang, doi temen saat saya masih berkuliah di Jogja dahulu. Jam 7 pagi doi nyamper saya di hotel dengan motor kesayangannya. 

Perjalanan dari Surabaya menuju Malang ditempuh sekitar 1 - 1.5 jam lamanya. Sekitar pukul 10 pagi saya sudah tiba di Kota Malang dan perut sudah memanggil-manggil untuk diisi sarapan. Kemudian, kami pergi ke arah Stasiun Kota Baru Malang untuk mencoba soto ayam enak disana. Letaknya berada tidak jauh dari pintu keluar stasiun dengan bentuk kios yang tidak besar dan tidak luas.
soto ayam enak di Stasiun Kota Baru Malang
Setelah perut kenyang, saya pun menjadi semakin semangat untuk mengeksplor Kota Malang ini. Saya yang sama sekali nggak mengetahui apapun tentang kota ini akhirnya diajakin muter-muter oleh teman dan dijelaskan semuanya. Pagi itu saya mampi sebentar ke hotel yang akan saya tinggali selama di Malang, saya menitipkan tas disana karena memang check-in baru bisa dilakukan pada sekitar pukul 2 siang.

Kesan Pertama Kota Malang
Suasana kota ini beneran nyaman dan asik, banyak bangunan-bangunan tua yang masih benar dijaga bentuk aslinya. Cuacanya memang nggak dingin-dingin amat, biasa saja malah seperti kebanyakan kota-kota lainnya yang ada di pulau Jawa. Oh iya, disini seperti di Jogja rasanya, sering banget saya bertemu dengan banyak mahasiswa-mahasiswi.
salah satu gereja di Kota Malang, saya lupa namanya. (*lokasinya dekat Bakso Bakar Pahlawan Trip)
adem ya banyak pohon. sukak!
asli ini susah banget mau foto disini, pas banget tikungan
Tahu Petis Khas Jawa Timur
Pagi itu saya memutari Kota Malang dan mampir sebentar di mcd untuk sekedar ngadem dan membeli sarapan pancake yang rasanya ewh. Saya juga bertemu dengan pedangang pinggir jalan yang menjual sandal eiger dengan harga miring hanya 45.000 rupiah saja, padahal harga aslinya bisa diatas 100.000 ribuan. Parkir di dekat Alun-Alun Kota Malang yang saat itu sedang direnovasi. Namun tetap saja suasana disana ramai oleh pengunjung dan banyak juga yang berjualan makanan, salah satunya adalah tahu petis. Saya membeli sebungkus seharga 5000 rupiah saja dan sudah dapat isi tahu banyak banget. Satu hal yang membuat beda antara petis Jawa Timur dengan petis Semarang adalah jika disini menggunakan campuran ebi yang membuat warna petisnya agak sedikit terang, sedangkan petis Semarang tidak menggunakan ebi sehingga warnanya lebih hitam pekat.
tahu petis kaki lima di Alun-Alun Kota Malang
Masjid Agung Kota Malang
Alun-Alun Kota yang Nyaman
Saya benar-benar salut dengan pemerintah Kota Malang yang mampu menjadikan alun-alun sebagai tempat hiburan yang menarik untuk dikunjungi. Mengapa saya bilang begitu? Ya, karena alun-alun ini dibuat dengan banyak fasilitas penunjang untuk pengunjungnya, mulai dari bangku taman yang besar, area duduk yang adem, kolam ikan dengan air mancur, sampai koneksi wi-fi gratis yang disediakan. Masih sangat jarang di Indonesia pemerintah daerah yang concern dengan fasilitas publik, sejauh ini Jogja juga sedang berbenah.
banyak burung dara di alun-alun.
ada wi-fi nya disini, kereeen!!!
Nggak terasa saya berada di alun-alun sudah hampir setengah 2 siang, karena saking asiknya mengobrol dengan Gilang (udah nggak bertemu setelah setahun lebih lamanya). Sebelum kembali ke hotel yang letaknya memang nggak jauh dari alun-alun, saya terlebih dahulu mampir ke Bakso Bakar Pahlawan Trip. Letaknya sesuai dengan namanya yaitu di Jalan Pahlawan Trip dan tidak sulit mencarinya karena masih berada di pusat kota. Rasanya enak banget dan gurih, sensasi lain mencoba makan bakso yang terpisah dari kuahnya.
enak banget rasanya
Air Terjun Coban Rondo 
Setelah perut kenyang, saya kembali ke hotel dan beristirahat. Baru sekitar pukul 3 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Coban Rondo. Letaknya memang sedikit jauh jika kamu berangkat dari Kota Malang, karena kita harus menuju Batu terlebih dahulu jika ingin pergi kesana. Tepatnya berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Jalur menuju Coban Rondo ini terbilang mudah dan menyenangkan, karena ini merupakan jalur wisata unggulan dari Batu dan Malang, membuat petunjuk arah ada dimana-mana. Lalu kenapa saya bilang menyenangkan? Ya, karena sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhkan suasana hutan-hutan yang sangat rindang dan adem. Tebing-tebing dengan pemandangan yang nggak bakalan bikin kamu bosan.


Sesampainya di kawasan wisata Coban Rondo, saya membayar biaya retribusi sebesar 15.000 rupiah. Disini ternyata juga bisa dijadikan tempat yang asik untuk berkemah dan melakukan berbagai macam acara lainnya. Pemerintah juga sudah bagus untuk menata tempat ini, karena memang bersih dan rapi.
area kawasan wisata Coban Rondo, Malang
ademnya suasana di Coban Rondo
airnya beneran dingin banget
Kabut yang menyelimuti area sekitar Coban Rondo
Setelah puas foto-foto dan main air kegirangan kayak anak kecil, sekitar pukul setengah 5 saya memutuskan untuk kembali ke kota karena takut kemalaman dan cuaca pun sudah mulai mendung. Benar saja, saat menuju ke tempat parkir hujan pun turun dengan lebatnya. Nah kami pun meneduh di area pusat oleh-oleh dan penjual makanan disana. Teryata ada yang menjual kentang goreng dan kami membelinya seharga 5000 rupiah. Kentangnya beneran gede-gede dan banyak banget, kalah ini mah kentang 5000-annya mcd. 

Setelah hujan sedikit reda pada pukul 5 sore, kami nekat untuk meneruskan perjalanan. Nah, sepanjang perjalanan turun ke kota, saya tiba-tiba kegirangan seperti anak kecil karena melihat pelangi yang muncul dengan indahnya di balik bukit-bukit disana.
can you see it?
sepanjang mata memandang... Adeeeemmm
Saya tiba di hotel sekitar waktu Maghrib dan malamnya saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran hotel yang memang rame banget. Kemudian, hari pertama saya di Malang ditutup dengan menyantap nasi goreng enak depan hotel yang murah meriah.

REVIEW HOTEL:
Nama: Hotel Santosa, Malang
Reservasi: Pegipegi.com
Harga: Rp. 131.500,-/malam (fan), Tanpa Sarapan

PENGELUARAN:
Hotel: 131.500
Nasi Soto Ayam + Teh Anget: Rp. 10.000
Bensin Motor : Rp. 25.000
Sandal Eiger : Rp. 40.000
Tahu Petis : Rp. 5.000
Bakso Bakar + Es Teh: Rp. 12.500 + Rp. 5.000
Tiket Masuk Coban Rondo: Rp. 15.000
Kentang Goreng: Rp. 5.000
Aqua Botol: Rp. 4.000
Nasi Goreng: Rp. 10.000
TOTAL : Rp. 263.000

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+