Taman Wisata Selecta, Malang; Yah, Bunganya Jangan Dipetikin Dong!

November 03, 2015



Taman Bunga Selecta Batu termasuk objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan, termasuk ke dalam agenda favorit study tour atau karyawisata. Taman bunga ini emang beneran luas dan area parkirnya pun gue rasa bisa menampung ratusan kendaraan hingga puluhan bis pariwisata. Banyak banget papan pentunjuk arah untuk menuju ke Taman Bunga Selecta dari jalan raya, jadi nggak perlu takut nyasar kalau mau ke sini sih menurut saya.

Harga tiket masuknya sebesar 25.000 Rupiah dan kita bisa menikmati semua fasilitasnya di sini, salah satunya adalah berenang. What! Berenang! Yes, Taman Bunga Selecta Batu punya kolam renang dengan ukuran yang besar. Namun itu tadi, mungkin karena gue bepergian pas musim liburan jadinya kolam renangnya penuh banget sama anak kecil. Tapi salut sih buat mereka yang bisa berenang di sini, airnya dingin sumpa, hebat hebat! Di dekat area kolam renang ini juga terdapat banyak kios-kios penjual makanan, jadi nggak masalah kalau kelaparan.

parkirannya sangat luas
kolam renangnya. rame banget cui!
Lanjut naik ke atas barulah kita akan melihat hamparan kebun bunga yang luas. Kebun bunga ini ditanami dengan berbagai macam jenis bunga, mulai dari yang berwarna merah, pink, kuning, putih, dan yang lainnya. Gue nggak tahu jenis-jenis bunganya apaan, yang jelas bagus-bagus. Namun, di Taman Bunga Selecta Batu ini gue lagi-lagi melihat sebuah tingkah laku manusia yang tidak bertanggung jawab, yaitu banyak yang memetik tangkai bunganya dan hanya digunakan demi kepentingan berfoto. Ada yang memetik satu tangkai, namun nggak jarang dari mereka yang memetik satu bonggol bagian bunga. Aduh, sungguh sangat disayangkan perilakunya.

banyak tangan-tangan nakal
kebun bunga yang luas
Sebenarnya Taman Bunga Selecta Batu ini bagus dan menarik untuk dikunjungi, namun ya itu tadi mungkin kita sebagai pengunjung juga harus bisa bertanggung jawab dengan tidak memetik bunga di sana, membuang sampah sembarangan, atau merusak sarana yang ada. Dengan begitu objek wisata yang kita dambakan keindahannya juga bisa tetap terjaga karena semua itu berawal dari kita sendiri.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK