[MALANG Hari Ketiga] Apel. Bunga. dan Segala Keindahan Alam Kota Batu Malang

5:43:00 PM

Malang Hari ke-3 (4 Januari 2015)
Taman Bunga Selecta - Cangar - Coban Talun - 
Alun-Alun Batu - BNS (Batu Night Spectacular)

Di hari keempat ini saya berencana untuk pindah ke daerah yang lebih tingg, lebih dingin, dan sepertinya lebih menyasyikkan. Ya, Batu!

Sekitar pukul 8 pagi saya mendapatkan sarapan dari guesthouse berupa lontong sayur dengan kerupuk. Setelah makan dan mandi kelar, saya check-out dan melanjutkan perjalanan menuju ke atas lagi. Saya pun tentunya pindah hotel lagi yang kali ini juga tidak jauh dari pusat keramaian, yaitu Bunga Matahari Guest House & Hotel. Seperti yang lainnya, saya pun baru bisa menitipkan tas terlebih dahulu disini karena memang jam check-in nya belum dimulai.


Sekitar pukul 10 saya pergi ke arah Taman Bunga Selecta dan setelah sampai sana ternyata rame pisaaan..!! Semua orang sepertinya yang sedang di Batu, tujuan favoritnya ke Selecta ini. Di area Taman Bunga Selecta selain kita disuguhkan dengan pemandangan dan rapinya kebun bunga yang bermekaran, disini juga ada kolam renang berukuran besar. Tapi sejenak saya mikir, apa nggak dingin ya berenang disana? Hebat! *keprok-keprok


Memang taman bunga ini menjadi salah satu spot favorit untuk bisa berfoto dan ber-selfie ria. Namun ada satu hal yang sangat disayangkan menurut saya dan terlihat dengan mata kepala sendiri. Apa itu? Ya, ada yang sengaja ingin berfoto dengan bunga-bunga, namun dengan cara yang salah besar yaitu memetiknya. Bukan lagi satu tangkai, melainkan satu bonggol bagian bunga. Aduh! Come on, people!

Kebun Bunga Taman Selecta
bunga-bunga yang bermekaran cantiknya

kolam renang yang berukuran besar dan ramai oleh pengunjung
bagus memang untuk berfoto-foto
Setelah puas berada di taman bunga ini, saya kembali melanjutkan perjalanan yang lebih atas lagi. Sebenernya kami berdua bingung dan nggak tahu harus mbolang kemana lagi saat itu. Selama perjalanan menuju atas, saya melihat papan plang petunjuk arah bertuliskan "Cangar". Saya sebenarnya nggak tahu apa Cangar itu, entah sebuah daerah atau tempat wisata. Namun, ketika saya sampai kesana, huaaaah saya dibayar dengan pemandangan yang keren banget. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah perbukitan hijau yang asri.

Satu hal yang nggak akan pernah kalian lupakan saat berjalan-jalan di daerah Batu adalah banyaknya pedagang apel di pinggir jalan. Hampir setiap meter ada lo yang berjualan apel disini. Nah, sebenernya dengan banyaknya penjual apel disini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi kamu saat ingin membeli apel. Kamu bisa mendapatkan harga semurah mungkin, tentunya dengan cara menawarnya terlebih dahulu. Logikanya adalah;


  1. Mereka sebagai penjual nggak mungkin mematok dengan harga mahal apelnya, karena pasti mereka sudah sadar harus bersaing mendapatkan pembeli. Ditambah dengan jarak yang mungkin nggak sampai 3 meter satu sama lainnya.
  2. Terlebih lagi apel disana bukanlah buah musiman yang sulit didapatkan, hampir setiap bulan mungkin mereka akan memanen apel yang melimpah ruah.
  3. Apel adalah buah yang gampang banget mateng, dalam jangka waktu 3-5 hari buah ini mungkin sudah nggak fresh lagi untuk bisa dimakan.


Jadi intinya, pedagang apel disini (*menurut pendapat pribadi saya) akan mementingkan dagangan buahnya terjual habis dengan harga murah dan menjadi rupiah ketimbang tidak laku karena mematok harga yang mahal.


Okelah, kembali ke cerita perjalanan. Nah, sepanjang jalan menuju Cangar ini nggak hanya pedagang apel saja yang kamu temui. Namun banyak juga kebun apel milik warga disini yang dibuka untuk wisata umum, yaitu petik apel. Lagi-lagi jangan takut untuk mampir dan takut akan harga yang mahal. Disini semua masih terjangkau murah dan masuk akal untuk harga apelnya.
pemandangan menuju Cangar
salah satu kebun apel milik warga
surga apeeeel!
Sebenernya di daerah Cangar ini ada sebuah objek wisata berupa pemandian air panas, namun saya tidak mengetahui pasti dimana letak tempatnya. Lagipula, saat itu saya juga sudah berjalan cukup jauh dengan suhu yang semakin dingin. Saya pun sudah tidak kuat dengan suhu disana saat itu, terlebih lagi rintik hujan pun turun semakin deras. Akhirnya, saya memutuskan untuk putar balik dan kembali ke arah Batu.
pemandangan lain menuju Cangar
pemandangan arah turun dari Cangar ke Batu
Saat perjalanan turun ke arah Batu, ada papan petunjuk jalan menuju salah satu objek wisata lain disini, yaitu Coban Talun. Kamu akan masuk ke sebuah gang kecil dan sampai bertemu dengan gapura besar tanpa penjagaan sama sekali disana. Masuk aja terus sampai melihat sebuah warung kecil di kiri jalan dan banyak terparkir kendaraan roda dua dan empat disana.

Mulai darisanalah petualangan yang cukup menantang bagi kamu dimulai. Lagi-lagi kamu nggak akan mendapatkan jalur tracking yang mudah untuk melihat sebuah air terjun. Begitu juga dengan Coban Talun dengan jalurnya yang cukup panjang, jauh, dan ekstrim. 
track jalan menuju Coban Talun
Pertama, kamu harus menyebrangi sungai yang mengalir, bukan lewat jembatan melainkan nyebur melintasi sungat tersebut. Jadi saran terbaiknya memang kamu menggunakan celana pendek dan sandal gunung, jika tidak kamu harus mengangkat celanamu dan melepas sepatumu agar tidak basah.
mari kita menyebrang
pasti basah!
Kedua adalah setelah kamu nyebrang sungai yang airnya dingin itu, lanjut berjalan kaki mengikuti jalan setapak disana. Jalurnya terbilang licin dan becek karena memang saat itu baru saja turun hujan. Nah, ada dimana saya harus kebingungan untuk mencari sebuah jalur karena jalan setapak tersebut pecah bercabang menjadi 2 bagian. Keputusan pertama yang mengarahkan saya pada jalur yang salah, dimana saya justru pergi ke bagian atas dari air terjun ini.
jalan setapak menuju Coban Talun
aliran air bagian atas dari Coban Talun
Ketiga, kamu masih harus menuruni jalanan yang lumayan curam, licin, dan banyak rintangan dari ranting-ranting pohon yang menghalangi. Jangan sekali-kali saat berkunjung kesini menggunakan sandal biasa ataupun sepatu kets, karena benar-benar licin dan rentan terpeleset.
jalur menuju air terjun yang semakin ekstrim
gunakanlah sandal gunung
Namun, semua rintangan tersebut akan dibayarkan dengan suguhan pemandangan yang indah dari Coban Talun ini. Aliran air yang deras dan jernih membuat air terjun ini semakin diminati oleh banyak para wisatawan yang datang. Airnya juga terbilang dingin dan sangat menyegarkan jika kamu bisa mencoba merasakan sensasi mandi dan bermain air disini.
indahnya Coban Talun
airnya beneran dingin banget
Selepas dari Coban Talun, saya memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat. Barulah sekitar pukul 7 malam saya kembali keluar dan menuju ke Alun-Alun Kota Batu. Perjalanan menuju alun-alun, saya melewati jalan besar di daerah sekitar Museum Angkut, disana ternyata terlihat view yang indah dari kota Malang. 
kota Batu dari atas (maaf blur)
Alun-Alun Kota Batu menjadi destinasi wisata yang sangat populer dan termasuk banyak dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Batu. Disini bukan sekedar alun-alun dengan tanah kosong seperti alun-alun pada umumnya. Namun banyak sarana rekreasi dan bersantai yang bisa dinikmati dan digunakan oleh pengunjungnya disini. Bangunan-bangunan lucu berbentuk buah-buahan juga menjadi daya tarik tersendiri dari Alun-Alun Kota Batu ini.
suasana alun-alun Kota Batu, Malang
Ada satu kuliner enak di dekat Alun-Alun Batu ini, yaitu Pos Ketan. Ini adalah kuliner khas Batu yang berupa sajian ketan dengan banyak pilihan topping di atasnya. Namun saat saya ingin kesana, melihat antriannya yang super panjang membuat saya mengurungkan niat tersebut. Resiko traveling di high season yang seperti ini memang dan kamu harus bisa memakluminya. Jangan seperti saya yang menyerah begitu saja. Haha.
Pos Ketan! antrinya maaak....!
Tetapi nggak hanya Pos Ketan yang bisa kamu cobain disini sebagai kuliner legendaris Batu, di seberangnya terdapat kios Susu Murni Ganesha. Kamu bisa nyobain langsung di tempat atau membelinya untuk dibawa pulang. Susu murni yang hangat ataupun dingin sebagai penyemangat kamu saat berlibur di Batu. Selain itu jangan lupa beli juga yoghurt yang dijual di kios susu ini, rasanya beneran enak dan asli buatan rumahan. 
susu murni + yoghurt "Ganesha" Batu, Malang
Kota Wisata Batu

bersantai malam di Alun-Alun Batu
makan nasi goreng depan Masjid An-Nuur, Batu
Setelah puas menjelajahi dan bersantai di alun-alun, saya melanjutkan perjalanan menuju BNS (Batu Night Spectacular). Jarak dari alun-alun ke BNS tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan motor. Menuju BNS, kamu akan melewati Batu Secret Zoo yang terlihat megah di malam hari karena lampu-lampu yang menyoroti seluruh bagian bagunannya.

Nah, BNS ini kalau di Jakarta mungkin seperti Dufan kali ya, namun memang yang berbeda adalah lokasinya terletak di dataran tinggi dan hanya dibuka pada malam hari. Membuat suasana bermain menjadi lebih menyenangkan ditambah dinginnya suhu udara Batu. Tentunya juga yang membuatnya lebih menarik lagi adalah lampu-lampu dari berbagai wahana yang menyala membuat keseruan bermain tak akan habis disana.
Batu Night Spectacular (BNS)
Saya membeli tiket biasa sebesar 20.000 rupiah dan bukan tiket terusan yang seharga 100.000 rupiah. Bedanya apa? Ya, jika hanya membeli tiket biasa, kita hanya punya akses masuk saja. Jika kita membeli tiket terusan, maka kita mempunyai akses bebas untuk menaiki semua wahana permainan yang ada disana.

Area BNS ini cukup luas menurut saya dan banyak wahana yang cukup familiar seperti di Dufan. Namun, ada beberapa wahana yang berbeda dan sangat menarik untuk dicoba, seperti sepeda gantung dan gravitron. Nah saya pun mencoba sepeda gantungnya dan membuat saya mati kutu saat berada di atas. Ini wahana seru-seru nyeremin, karena memang kita semua yang mengontrol sepeda tersebut di atas rel besi. Harus bener belokinnya dan harus stabil saat mengayuh sepedanya, jika tidak rasanya itu seperti sepedanya mau terjatuh dan lepas dari relnya. Haha.
salah satu toko souvenir di BNS
wahana anak-anak di BNS
wahana yang tidak asing seperti di Dufan
hah itu jalur rel sepeda gantungnya
Namun, terlepas dari rasa takut saya naik sepeda gantung, pemandanganyang kamu dapatkan saat berada di atas ini beneran luar biasa indahnya. Pemandangan lampu-lampu kota dengan latar pegunungan yang saat itu sedang cerah membuat bermain sepeda semakin menyenangkan. Lagi-lagi ditambah suhu dingin Kota Batu saat itu yang bikin tambah seru. Saya juga sempat mencoba wahana rumah hantu yang menurut saya nggak serem. Haha. Ternyata ini seperti mainan perang bintang di Dufan, jadi kita harus menembaki hantu yang ada disana.
rumah hantu di BNS
Nah seperti yang sebelumnya saya sudah bilang, ada satu wahana lagi yang menurut saya nggak ada di tempat lain, yaitu Gravitron. Bentuk luarnya seperti UFO dan kemudian berputar dengan sangat kencang. Nah ternyata wahana ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kita bisa melawan gravitasi.

Saat di dalam wahana, kita akan disuruh nempel di dinding dengan bantalan empuk di belakangnya. Instrukur berada di tengah bagian wahana ini dan mengatakan jangan melihat ke arah bawah jika kamu tidak mau pusing. Kemudian, wahana mulai memutar perlahan sampai benar-benar cepat dan kencang. Efeknya adalah ketika akan mengangkat tangan atau kaki sendiri itu rasanya benar-benar aneh, mungkin rasanya seperti melayang.
gravitron yang keren banget
malam terakhir di Batu, Malang

REVIEW HOTEL:
Nama: Bunga Matahari Guest House & Hotel
Reservasi: Pegipegi.com
Harga: Rp. 150.000,-/malem (Fan), without Breakfast

Lokasi: Lokasinya gak jauh dari Museum Angkut, trus di depannya itu ada Alfamart. Jadi jangan takut kehabisan stok cemilan. Haha. Kalo pagi di depan juga banyak yang jual menu sarapan kaki lima yang enak.
Kebersihan: Kebersihan dari guest house ini relatif lah ya. Cuma memang kamarnya serasa agak lembab jadi di beberapa bagian tembok ada yang berjamur.
Pelayanan: Pelayanan guest house ini bisa diacungi jempol, front office-nya ramah dan baik. Gw saat itu sempet nitipin tas dulu, sebelum pada akhirnya sore hari check-in.
Harga: 150rb untuk high season sebuah harga yang luar biasa menurut gw, ya sekali lagi sih tipsnya adalah ketika lo akan pergi di high season adalah pesen jauh-jauh hari (entah itu hotel ataupun tiket transportasinya)
Sarapan: Jangan salah 150rb disini udah dapet sarapan lo! Nasi goreng enak lengkap dengan selada dan timun. Yang bagusnya disini adalah selain makanannya diantar ke kamar, penyajiannya juga ditutup sama plastik wrap. Weww!!

PENGELUARAN:
Taman Bunga Selecta: Rp 25.000
Bensin: Rp. 20.000
Apel Malang: Lupa euuy harganya
Retribusi Coban Talun: Rp. 7500/orang
Jajan Bakso Tusuk: Rp. 10.000
Parkir Alun-Alun Batu: Rp. 2.000
Susu Murni + Yoghurt: Rp. 30.000 (kalo gak salah ya)
Nasi Goreng: Rp. 10.000
BNS: Rp. 30.000
Rumah Hantu: 12.500
Sepeda Gantung: 12.500
Gravitron: 15.000
TOTAL: 144.500,- (Belum Apel Malang)                        

You Might Also Like

2 komentar

  1. bagus banget taman bunganya, dari dulu selecta memang masih tempat idaman wisata kegemaran di keluarga saya. pemandangan bunga yang indah dan sejuk masih nggk ada bosannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang indah tempat ini, kalau bukan musim libur mungkin akan lebih nyaman.

      Delete

GOOGLE+