Kekejaman Satwa Tak Terlihat di Taman Safari Cisarua Puncak, Indonesia

2:49:00 AM


Taman Safari Indonesia, Cisarua, Puncak menjadi salah satu lokasi wisata populer yang paling digemari oleh warga ibukota untuk berakhir pekan. Taman Safari Indonesia mempunyai berbagai macam koleksi satwa yang beraneka ragam dan sangat menarik untuk dilihat dan dipelajari. Taman Safari Indonesia tidak pernah sepi dari pengunjung, selalu ada saja yang datang bahkan di hari biasa seperti mereka yang melakukan study tour atau karyawisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Taman Safari Indonesia termasuk salah satu kebun binatang di Indonesia yang mempunyai manajemen dan perawatan binatang yang terbilang cukup baik. Cukup baik “dalam konteks” dibandingkan dengan kebun binatang daerah yang dikelola oleh pemerintah, sebut saja Kebun Binatang Surabaya yang beberapa waktu lalu sempat heboh seekor harimau yang mati karena kurus sekarat dan berbagai berita hewan yang sekarat di sejumlah kebun binatang di Indonesia. Jarang sekali memang terdengar berita seperti ini dari Taman Safari Indonesia baik yang berada Puncak Jawa Barat, Bali, dan juga Prigen Jawa Timur.

Benarkah selama ini Taman Safari Indonesia selalu mengurus binatang-binatangnya dengan benar dan sesuai dengan aturan? Saya membuka topik ini sebagai tulisan berdasarkan apa yang saya lihat sendiri saat berkunjung ke Taman Safari Indonesia di Puncak Jawa Barat. Memang bintang-binatang yang berada di dalam kandang sebagian besar tergolong aktif dan sehat. Taman Safari yang saya lihat mempunyai manajemen khusus untuk mengurus masing-masing kandang dan selalu rutin memberikan makanan pada jam-jam yang sudah ditentukan.

Lalu apakah Anda pernah mengunjungi Baby Zoo yang menjadi salah satu area yang paling banyak diminati di Taman Safari? Jika sudah pernah, bagaimana tanggapan Anda tentang area Baby Zoo ini? Pasti banyak dari pengunjung yang merasa senang, terutama karena pada area Baby Zoo ini yang paling dicari dan diincar oleh pengunjung adalah berfoto bersama anak binatang yang sangat lucu dan menggemaskan. Kita bisa berfoto berpelukan dengan orangutan, memegang berbagai jenis burung, dan bersanding dengan bayi harimau putih. Pulang dari Taman Safari berbekal hasil foto menggemaskan bersama binatang untuk dipamerkan kepada teman dan kerabat. Aaaah..lucu bangeeet…

Tapi tahukah Anda? Realitanya pada saat saya berkunjung ke area Baby Zoo ini banyak binatang yang khususnya diperuntukkan untuk berfoto rata-rata dalam keadaan lemas dan kelelahan. Saya melihat dengan mata kepala sendiri pertama adalah anak orangutan yang benar-benar terlihat kelelahan dan masih terus dipaksa oleh sang pelatih dalam meladeni para pengunjung yang ingin berfoto. Padahal saat itu pengujung yang datang pun tidak sedikit dikarenakan weekend. Saya sendiri tidak tahu pasti dan tidak bisa menyatakannya (karena takut salah) apakah anak orangutan yang ada di Babyzoo ini benar-benar seharian penuh (bahasa kasarnya “dipajang”) untuk meladeni para pengunjung yang ingin berfoto-foto. Terlebih lagi pengujung yang datang tidak dikenakan biaya lagi untuk bisa berfoto bersama anak orangutan ini di Baby Zoo. Bisa terbayangkan lelahnya seperti apa bukan?

Hal kedua yang saya lihat langsung adalah kekerasan yang dilakukan oleh pelatih atau pawang anak harimau putih pada spot berfoto di Baby Zoo. Tampak terlihat dengan jelas bahwa anak harimau putih itu sudah kelelahan sehingga membuatnya tidak mau diam dan terus bergerak. Tentunya hal ini dirasa tidak menguntungkan Taman Safari Indonesia bagi setiap pengunjungnya, maka dari itu membuat sang pawang dibekali sebuah “alat kejam” menurut saya. Mengapa saya sebut kejam? Alat ini seperti palu besi dengan ujung yang cukup runcing, digunakan sang pawang untuk membuat anak harimau putih itu “nurut” kepadanya.

Sang pawang menggunakan alat tersebut untuk memukul bagian kaki anak harimau putih itu supaya mau diam dan tenang karena banyak pengunjung yang ingin berfoto. Saya melihatnya dengan penuh ketidaktegaan karena saya rasa itu termasuk kekejaman terhadap binatang yang seharusnya tidak dilakukan. Kalau pelan mungkin tidak terlalu bermasalah dan tidak mengganggu penglihatan saya saat itu, tetapi ini dilakukan dengan kencang dan sampai terdengar bunyinya. Itu benar-benar hal yang sangat mengganggu penglihatan dan mengganggu hati nurani sebagai selayaknya manusia. Saya benar-benar iba melihat anak harimau putih yang diperlakukan seperti itu.

Saya beranggapan mungkin hal ini apakah memang menjadi standar dalam “perpawangan” bagi binatang, karena memang saya tidak tahu pasti mengenai hal ini. Tetapi jika memang iya seharusnya ada cara lain yang setidaknya lebih halus dengan tidak mengasari binatang tersebut.

pict source: http://static.initempatwisata.com/mediafiles/2015/03/Baby-Zoo-Taman-Safari.jpg

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+