Menjadi Seorang Solo Traveler, Kenapa Tidak?

February 09, 2016

solo traveler

Wiih keren!
Eh seriusan sendiri?
Kasian amat jalan-jalan sendirian?
Gak punya temen jalan sendiri?

Ya, itu pasti kalimat-kalimat yang  paling sering dilontarkan oleh teman-teman pada saat kita memutuskan untuk menjadi solo traveler. Wajar memang jika mereka mengatakan seperti itu, karena memang menjadi seorang solo traveler bukanlah hal yang mudah untuk diputuskan, terutama bagi mereka yang sering berpergian bersama teman-teman.

Sebenarnya apa sih yang mendasari mereka yang ingin menjadi seorang solo traveler atau berpergian sendiri?
Lalu apa asiknya menjadi seorang solo traveler dan menikmati perjalanan seorang diri?
Apakah dari mereka banyak yang menyesal atau kapok untuk menjadi seorang solo traveler di kemudian hari?

Jika mereka ditanya apa yang mendasari seseorang menjadi seorang solo traveler, jawaban paling sering dijawab adalah karena ketidaksengajaan yang berbuah manis. Jawaban ini saya dapatkan hampir rata-rata dari mereka yang menceritakan pengalamannya menjadi solo traveling di blog pribadinya. Pada awalnya mereka memang ingin berpergian bersama temannya, namun karena banyak hal-hal yang tidak bisa disamakan maka membuat mereka akhirnya memutuskan untuk berpergian sendiri. Tetapi memang ada sebagian dari mereka yang sungguh-sungguh niat untuk berpergian sendiri dan itu merupakan hal yang keren karena tidak semua orang bisa melakukan hal itu.  

Lalu kenapa berbuah manis? Ya, saya menceritakan bahwa “ketidaksengajaan” ini untuk mereka yang pertama kali melakukannya. Barulah setelah mereka merasakan nikmatnya berpergian sendiri, banyak dari mereka yang ketagihan dan ingin bepergian kembali seorang diri lagi.  

Jadi apa asiknya sih menjadi seorang solo traveler? Saya bisa bercerita menurut pengalaman pribadi saya sendiri saat ke Lombok seorang diri di tahun baru 2016 kemarin. Berpergian seorang diri memang menjadi sebuah hal yang baru, break the rules, dan memang agak sedikit berat untuk melakukannya pertama kali. Banyak sekali hal-hal yang selalu ada di pikiran sebelum hari H itu tiba,
“Duh gw cerita ke siapa disana?”
“Garing nggak ya kira-kira kemana-mana sendirian?”
“Bahaya apa nggak ya gw jalan sendirian?”

3 pertanyaan yang paling sering muncul dan terngiang-ngiang di kepala beberapa bulan sebelum explore day itu tiba. Tetapi ternyata semua itu sirna begitu saja pada saat kita ngejalaninnya, sama sekali tidak terpikirkan hal-hal yang diresahkan sebelum berangkat. Menurut saya, banyak hal yang bisa didapatkan saat bepergian sendiri dan hal tersebut tidak bisa didapatkan pada saat berpergian bersama teman;

Pertama adalah kenikmatan dan kesenangan pribadi, dimana kita bisa dengan puas menikmati keindahan alam semau yang kita mau tanpa ada gangguan dari orang lain. Terlebih lagi jika memang kita benar-benar excited untuk meng-explore tempat tersebut. Berdiam diri di bawah rerindangan pohon kelapa satu sampai dua jam hanya untuk menikmati birunya pantai dan mendengarkan desiran ombak yang sayup-sayup, itu merupakan “meditasi” diri yang luar biasa. Berjalan sendiri di tepian sungai yang jernih dipadukan suara air yang mengalir di kawasan hutan yang sedikit gerimis, itu menjadi pengalaman yang menakjubkan dan tak terlupakan tentunya.

Lalu bagaimana kalau ingin berfoto-foto? Kebanyakan dari seorang solo traveler bukanlah tipe orang yang narsis berfoto-foto, walaupun hal itu disah-sah kan saja karena memang kita membutuhkan dokumentasi pribadi tentunya. Rata-rata dari mereka adalah justru para pengambil foto yang handal, baik foto alam, budaya, dan kehidupan sosial di sekitar tempat yang mereka kunjungi. Saat ini yang saya lihat sepertinya para solo traveler membekali diri mereka dengan 3 “senjata” sekaligus saat berpergian, pertama tentunya kamera beresolusi tinggi (DSLR/Mirrorless), kedua adalah kamera ponsel untuk memotret hal-hal instan, ketiga adalah yang sedang musim saat ini yaitu action cam. Action cam ini mungkin yang akan menjadi teman setia bagi para solo traveler sejati.

menjadi solo traveler
http://leaveyourdailyhell.com/wp-content/uploads/2014/02/Yogyakarta-Indonesia.jpg
Hal kedua yang akan didapatkan saat solo traveling adalah tau seberapa beraninya kamu dan seberapa hebatnya kamu untuk keluar dari “zona nyaman traveling”. Rata-rata zona nyaman traveling kebanyakan orang adalah berpergian bersama keluarga, teman-teman, atau pacar, padahal tidak ada salahnya kan kita mencoba hal baru untuk berpergian seorang diri. Sejuta hal pasti ada di pikiran untuk mempertimbangkan bepergian seorang diri, tetapi nantinya setelah kamu ngejalaninnya, jangan heran kalau kamu berulang kali membanggakan diri sendiri dan seolah tidak percaya dari apa yang telah kamu lakukan.

Ketiga adalah dengan mudahnya kita mengatur itinerary sesuka keinginan tanpa adanya gangguan lain. Membuat itinerary perjalanan seorang diri jauh lebih mudah ketimbang membuat untuk beramai-ramai. Begitu juga pada saat menjalaninya, jarang sekali yang miss atau terlewatkan dari itinerary seorang diri. Walaupun memang biasanya biaya yang dikeluarkan untuk seorang solo traveler sedikit lebih besar daripada mereka yang berpergian bersama teman.

Terakhir yang paling tidak terlupakan dari solo traveling yaitu mengenal banyak hal baru dan teman baru. Memang sejatinya kita akan mendapatkan banyak hal baru saat traveling bersama teman atau keluarga, namun saat kita melakukannya seorang diri, kita akan mendapatkannya dengan cara yang berbeda. Entah apapun itu, mulai dari hal kecil sampai hal yang besar selama perjalanan kamu. Begitupun dengan teman baru yang akan kita temui dan kita kenal selama berpergian seorang diri, berawal dari mengobrol dengan warga di sekitar atau bermula dari percakapan forum yang akhirnya bertemu di lokasi atau destinasi yang sama.

solo traveling
http://phinemo.com/wp-content/uploads/2014/12/BULE.jpg


Traveling bersama teman, keluarga, pacar ataupun solo traveling memang mempunyai kelebihannya masing-masing. Traveling bersama teman menjadi momen terbaik untuk mengakrabkan diri dan membuat segala sesuatunya lebih menyenangkan dalam waktu liburan yang relatif singkat. Namun, bagi yang mempunyai lebih banyak waktu, maka solo traveling menjadi salah satu cara “memanjakan diri” yang terbaik. 


**heading picture: http://www.unthaid.com/wp-content/uploads/2015/01/solo-travel1.jpg

You Might Also Like

2 komentar

  1. Replies
    1. Makasih.. Masih ada tantangan lagi sebenernya buat solo traveling ke luar negeri..

      Delete

GOOGLE+