Pantai Kuta, Lombok: Dikerumuni Anak-Anak Polos Penjual Gelang (Pemaksaan Versi Kalem)

Februari 02, 2016

pantai kuta lombok

Katanya pantai kuta ini menjadi destinasi wisata yang diunggulkan untuk menyaingi Pantai Kuta yang ada di Bali. Apa iya?

Gue sampai di penginapan di daerah Pantai Kuta sekitar jam 3 sore dan beristirahat di kamar sekitar 2 jam dengan AC yang berhembus sejuk buat ngademin badan. Badan yang udah lusuh kepanasan karena nggak pakai sunblock dari dua pantai di bagian selatan Pulau Lombok. Sekitar jam 5 sore, badan udah lumayan segar karena habis mandi dan rebahan sebentar. Naik motor Vario sewaan dari Mas Belen...ngeng ngeng ngeng... gue memutari sekitaran area Pantai Kuta Lombok. Area sekitaran Pantai Kuta ini emang udah komersial banget, suasananya mirip-mirip kawasan Pantai Senggigi. Udah banyak hotel mewah, banyak kafe-kafe dan restoran yang buka dan memutar musik kenceng-kenceng. Turis asing juga sering terlihat lalu lalang di sekitaran area Pantai Kuta ini. Ya ini hal positif juga sih buat warga di sekitar dan pemerintah Provinsi Lombok buat menambah pemasukan dari kunjungan wisatanya.

Tapi (ini pendapat pribadi ya), kalau suasana ramai wisatawan di sini nggak diimbangi dengan kondisi Pantai Kuta itu sendiri yang seharusnya menunjang. Kenapa gue bilang begitu? Iya, karena menurut gue Pantai Kuta ini biasa-biasa aja dan nggak ada yang spesial. Bahkan gue bilang Pantai Kuta ini termasuk pantai yang jorok dan kotor. Nggak jarang gue melihat sampah plastik dan bahkan kaus yang nyangkut di karang-karang pinggir Pantai Kuta ini. Ya, memang ini bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah, ini adalah tanggungjawab bersama kita sebagai wisatawan atau tamu yang edang berkunjung ke pantai ini. Makannya mungkin saking komersialnya Pantai Kuta ini dan banyak pengunjung yang datang (rombongan tour bis pariwisata, dll) jadinya tangan-tangan tak bertanggungjawab pun tidak bisa terbendung lagi, ah sayang banget memang.

pantai kuta lombok ntb
jalan-jalan sore di sekitaran Pantai Kuta
kuta lombok
muterin sore-sore ke perkampungan warga di sekitar Pantai Kuta
kuta lombok nusa tenggara barat
jalan-jalan sendiri asyik juga
Oh iya, satu lagi hal yang biasanya mengganggu dan udah banyak dibahas di forum atau blog traveling tentang Pantai Kuta ini adalah banyaknya pemaksaan dari para penjual yang ada di Pantai Kuta. Tapi itu emang bener dan bukan berita bohong atau nakut-nakutin aja, karena gue mengalaminya sendiri. Jadi pas baru aja gue memarkirkan motor di Pantai Kuta ini, tau-tau udah banyak bocah-bocah yang ngerubungin gue. Bukan hanya satu atau dua bocah aja, tapi lima bocah langsung ngerubungin berbarengan, buseeeet!!!

"mas gelangnya mas!"
"mas ini bagus gelasnya mas!"
"mas gelangnya cocok nih mas warna item!"

Ajegile gue belum turun dari motor udah langsung pada ngoceh begitu, guenya bingung. Sebenernya gue juga udah punya niat membeli gelang sih, nah gue bilang aja ke bocah-bocahnya “Iya dibeli, tapi nggak semuanya ya” (sambil milih-milih gelang warna hitam). Akhirnya 3 buah gelang mutiara-mutiaraan berwarna hitam gue beli dengan harga 10.000. Nah datang lagi nih bocah yang begging me (gue paling nggak tega liat bocah memelas) ya walaupun itu gue tau adalah trik, yaudah deh gue beli 3 gelang lagi dengan ukuran bulatan yang berbeda dengan harga yang sama (oke nggak apa-apa).

Pengganggu lainnya sebenernya masih ada yaitu dari para penjual pakaian atau kain di Pantai Kuta ini, tapi untungnya gue nggak kena scam-nya (muka-muka nggak punya duit kali ya). Tapi gue melihat ada 2 orang wisatawan yang didatangi pedagang kain dan dipaksa untuk membelinya, dirayu terus bahkan sampai itu wisatawan pindah tempat pun tetap diikuti. Nah seperti itu yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah, hal-hal sepele tapi justru punya dampak yang besar. Contoh lainnya seperti kasus pungutan liar yang ada di Pura Besakih Bali, sebel banget pokoknya dan bikin males buat berkunjung atau merekomendasikan ke orang lain.

kuta beach lombok
hahaha bocahnya mau di ajak foto
kuta beach ntb
tuh parkirnya di sini ya suka-suka gitu deh
kuta beach ntb lombok
nah ini si Ibu-Ibu penjual kainnya
Tapi di luar hal-hal nggak mengenakkan itu, Pantai Kuta Lombok ini juga punya satu keunikan yang bisa dibanggakan sih menurut gue, yaitu pasirnya. Apa ya (hmmm), pasirnya itu nggak lembut, kasar, gede-gede, tapi dilihat dari sisi positifnya nih, pasirnya bermotif! Saking bagusnya pasir di Pantai Kuta ini gue sampe nyari-nyari botol aqua bekas yang mau gue pake buat ngambil itu pasir pantai. Tau atau pernah liat nggak meja ruang tamu yang di bawahnya ada pasir-pasir pajangannya, nah iya kayak gitu di pasirnya ada karang-karang sama bekas pecahan cangkang kerang yang bikin menarik banget. Cakep pokoknya!


kuta beach pujut
pantainya asyik (nyore di sini) cuma kotor
kuta beach pujut ntb
nah keliatannya bersih kan? coba maju ke depan di sela-sela karangnya (banyak sampah)
Gue ke Pantai Kuta pas momen sunset dan emang suasana biasa aja, rame sih tapi ya biasa aja. Nah terus parkirnya menurut gue acak kadut banget, gue masuk naik motor ya gitu seenaknya aja tanpa ada petugas parkir yang jaga. Jadinya juga nggak bayar sama sekali parkirnya apalagi retribusi wisatanya. So, Pantai Kuta ini ya bolehlah di kunjungin tapi bukan jadi highlight utama ya saat membuat Lombok Trip.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK