Tanjung Ringgit, Jerowaru: Mendapatkan yang Bagus Memang Butuh Perjuangan Besar!

Februari 03, 2016

tanjung ringgit

Hands down....!!! Hands down....!!!
Tanjung Ringgit emang keren banget!

Gue ke Tanjung Ringgit di hari Senin siang dan bukan di hari libur, jadi suasananya sepi. Gini, rute buat ke Tanjung Ringgit sama ke Pantai Tangsi (Pantai Pink) ini sama dan satu arah, karena memang masih dalam satu area. Cuma ya, menurut gue kalau ditarik garis jarak dan waktu tempuh dari Kota Mataram itu beneran jauh banget. Kalau dilihat di google maps jaraknya sekitar 84 km dan lama perjalanannya sampai 3 jam lebih naik motor. Sebenernya mungkin asyik dan nggak terasa kalau semua jalannya beraspal dan halus, tapi ini nggak. Ketika sampai setengah jalan, lo harus bertemu dengan jalanan tanpa aspal yang berkerikil. Masih lanjut lagi, setelah jalanan berkerikil bertemu lagi dengan jalan tanah yang kalau musim hujan mungkin licin dan becek. 

Nah, di jalanan-jalanan tak beraspal tadi mending kalau di kanan kirinya itu rumah warga, ini nggak karena yang ada hanyalah pepohonan-pepohonan besar dan hutan belukar, terbayang dong gue lewat sana siang hari sendirian naik motor. Beneran hutan dan nggak ada kehidupan sama sekali, agak serem sih pas gue lewat, serem bukan karena ada begal atau pocong bangun di siang hari, tapi serem karena takut ada binatang liar. Makin ke dalam suasananya semakin gelap dari rindangnya pepohonan dan parahnya ada pohon tumbang yang waktu itu malang melintang di jalan. Nah sampai dimana gue melihat ada sebuah petunjuk arah yang bertuliskan Jeeva Beloam Beach Camp dengan seorang satpam yang berjaga di sana (damn, satpamnya jaga sendirian, duh pak! semangat!) Masih lanjut terus aja lagi sampai bertemu dengan sebuah pertigaan dengan pos penjaga di sana, gue berhenti dan bertanya dimana letak dari Tanjung Ringgit ini. Menurut si penjaga, kalau Tanjung Ringgit masih terus aja, kalau belok kiri adalah Pantai Pink. Oke siap thanks pak!

Dari pertigaan itu mulai bebas dari yang namanya hutan belukar dan berubah suasananya menjadi ilalang-ilalang tinggi. Masih sepi, sendirian naik motor, nggak ada orang apalagi kehidupan di sini. Naik motor jalan aja terus sampai gue bertemu dengan sebuah bangunan dan jalan yang buntu, membuat gue bingung setengah mati mencari mana jalurnya. Apa iya gue salah? Diem sendiri di sana, nggak tau ngapain karena kebingungan jalannya, sampai akhirnya gue melihat ada bapak-bapak dan Ibu-Ibu naik motor keluar dari sebuah jalan sempit persis di sebelah bangunan itu. Oke, dengan perlahat gue melewati jalan kecil itu yang berkerikil dan ternyata lanjut ke sebuah bukit. Jalannya bener-bener deh, maaf ya Mas Belen motornya dibawa ke sini (gawat juga doi kalau baca). Jalannya bener-bener parah, batu-batu semua dan kalau lo nggak pelan-pelan bakalan ngerusak motor banget.

tanjung ringgit jerowaru
nih lewat sini sepi banget nggak ada orang (iyalah ki!)
tanjung ringgit ntb
nah bakalan ketemu bangunan itu, cari aja jalan kecil di sebelahnya
tanjung ringgit lombok
ada orang tapi bukan mau wisata
Setelah melewati jalan dengan batu-batu besar itu, jalan berubah menjadi tanah berumput. Tapi gue masih kebingungan dimana Tanjung Ringgit sebenarnya berada. Memarkirkan motor, turun, melihat sekitar, sampai akhirnya gue menyadari kalau gue sudah sampai di Tanjung Ringgit. Ketika pertama kali melihat pemandangan dari pinggir tebing, gue teriak-teriak di sana karena saking indahnya apa yang gue lihatInget, Tanjung Ringgit adalah sebuah tebing biasa aja, bukan tempat wisata komersial yang bisa lo nikmati bareng keluarga. Di sini juga panas banget, nggak ada sama sekali area duduk berteduh, lagi-lagi ini cuma tebing biasa aja. Untungnya, ada satu pohon yang lumayan besar di sini buat gue berteduh saat itu. Hampir setengah jam lebih gue duduk-duduk santai di sini, sendirian, menikmati pemandangan yang bener-bener bikin takjub. Puas banget sendirian karena bisa dengan bebas sesuka hati mengambil foto.

tanjung ringgit lombok ntb
lo bakalan nggak percaya apa yang bakalan lo liat di sini
tanjung ringgit lombok jerowaru
indah banget pokoknya! 
tanjung ringgit ntb lombok
perpaduan warna yang ciamik! (cus lah kuy ke sini)
Nah pas lagi asyik-asyik menikmati pemandangan, tiba-tiba ada segombolan emak-emak naik mobil pick-up yang gue kebingungan setengah mati mau ke mana deh! Gue tungguin lah itu rombongan tapi kok ya nggak balik-balik, gue pun penasaran ke mana mereka pergi, pergi dan turun ke bawah dengan bawa-bawa tikar. Haaaa, ngapain? Pertanyaan ini terjawab oleh petugas di pertigaan tadi setelah gue pergi dari Tanjung Ringgit mau menuju ke Pantai Pink. Menurut si petugasnya, katanya di bawah tebing Tanjung Ringgit ada sebuah makam yang sering didatangi orang buat ziarah. What the…!! Ah nggak tau lah, pokoknya Tanjung Ringgit ini cakep banget!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK