Kangen Solo? Coba deh Mampir ke Waroeng Solo (The Authentic Javanese Cuisine) di Kemang

March 10, 2016

Solo emang jadi kota yang nggak pernah gue lupain, mulai dari wisata sampai kulinernya (serabi notosuman, nasi liwet, susu murni shi jack, selat solo, cabuk rambak). Aaaaaah semua itu enak dan bikin kangen.

Nah ketika sudah pindah ke Jakarta, banyak orang yang bertanya dimana ya di sini tempat yang bisa melepaskan rasa kangen sama kampung halaman, khususnya Solo. Gue punya jawabannya! Ya, Waroeng Solo yang berlokasi di Jalan Madrasah No.14, Kemang. Pertama kali kesini, gue pikir lokasinya berada di gang kecil yang harus mblusuk-mblusuk masuk. Tapi ternyata nggak, ini beneran di pinggir jalan raya besar, nama di plang-nya adalah Joglo@Kemang. Jadi Joglo@Kemang ini adalah jaringan grup mulai dari penginepan, restoran, dan kafe. Kalian bisa buka website-nya sendiri disini http://joglogroup.com/. (wah dapet royalti nih gue…wkwkwk).

Gue kesana dengen seorang temen sepulang kantor sekitar jam setengah 7 dari Slipi. Gue bela-belain ke sini karena penasaran banget lihat dari Zomato. Nyasar-nyasar yang ternyata gue salah ke Jalan Madrasah, gue malah ke Jalan Madrasah di deket PIM (Pondok Indah Mall), huahahahah...... dari PIM ke Kemang, amazing! Waze pun kembali bekerja dan akhirnya sampailah di TKP setelah hampir 2 jam muter-muter nggak jelas. Sesampainya di lokasi gue kaget karena lahan parkirnya super luas dan udah pakai sistem electronic parking, jadi kalian yang bawa kendaraan nggak usah takut nggak kebagian tempat. Kenapa luas? Ya, karena areanya memang gabung dengan hotel dan gedung sewa milik Joglo Group.

Saat pertama kali masuk ke dalem restorannya (bisa gue sebut restoran nggak sih ya ini, tempat makan aja kali ya), kita akan disambut dengan pemain gamelan lengkap dengan kostum adat jawa dan blangkonnya. Waaaaah…. Kereeeen!! Kalian bisa duduk di dalam atau di luar, tapi gue ambil kursi di dalam dekat dengan jendela (meja 7 kalo nggak salah). Gue girang banget karena bisa nemuin ambience Jawa di Ibukota, mungkin kalau gue nemu tempat makan kayak gini di Jogja/Solo, mungkin gue biasa aja dan nggak se-excited ini.
waroeng solo
suasana dari bagian dalamnya
waroeng solo kemang
jam pulang kerja, asik nggak terlalu ramai

waroeng solo jaksel
suasananya njawani bianget
Setelah mendapatkan kursi, disambutlah dengan pelayan wanita yang juga lengkap dengan kostum kebaya adat Jawa. Ini ngingetin gue dengan salah satu tempat makan di Jogja yang namanya The House of Raminten, yang penasaran coba browsing aja, gue belum sempet review. Hehe…

Menu gue buka dan pilihannya banyak banget. Gue pesen mi Jawa kuah dan es beras kencur, sedangkan temen pesen selat solo dan es jeruk murni. Rasa bakmi Jawa-nya cenderung pedes dengan kuah yang kemerahan, rasanya ya lumayan lah mendekati aslinya (7/10) dan yang bikin kaget adalah es beras kencurnya enaaak (9/10). Rasa es beras kencur-nya pas dan nggak terlalu kuat berlebihan. Gue juga sempet icip sedikit selat solo-nya temen, rasa kuahnya cenderung didominasi dari rasa tomatnya (8/10).
 
makan di waroeng solo
selat solo dan bakmi kuah
Sebelum pulang sekitar jam setengah 10an, gue pesen mendoan dan es cokelat. Tempe mendoannya rasanya enak, cuma tepungnya agak sedikit keasinan sih menurut gue, sedikit ya. Penyajiannya juga kurang rawit, hanya dikasih sambel kecap aja (7/10). Es cokelat-nya ada rasa-rasa coklatnya, huahahaha…. (8/10), rasanya sih ya seperti kebanyakan rasa es coklat, nggak ada yang spesial.

So, Waroeng Solo, Kemang tetep menjadi sebuat tempat yang asik buat meeting kecil atau sekedar chit-chat dengan temen selain di starbucks atau tempat ngopi modern lainnya. Kalian juga bakal ditemenin suara live gamelan atau kalau memang tidak ada bapak pemain gamelannya, bakal digantiin sama suara musik tembang Jawa yang sayup-sayup sendu dari speaker yang ada di sudut-sudut ruangannya. Duh!

Mie Jawa Kuah: Rp. 30.000
Es Beras Kencur: Rp. 15.000
Selat Solo: Rp. 35.000
Es Jeruk Murni: Rp. 20.000
Mendoan: Rp. 20.000
Es Coklat: Rp. 17.000

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+