Pengalaman Mencoba Go-Car dari Go-Jek (Voucher Saldo Gratis Rp.100.000)

4:33:00 AM

Hari Rabu, tanggal 27 Mei 2016 menjadi hari yang menarik buat saya pribadi. Mengapa demikian? Ya, seminggu setelah peluncuran Go-Car dan tampilan aplikasi barunya, Go-Jek memberikan kode voucher saldo Rp.100.000 secara cuma-cuma ke banyak pelanggannya secara random. Tetapi voucher saldo tersebut hanya berlaku 1x24 jam untuk bisa digunakan.



Entah kebetulan atau memang rezeki karena hari itu saya punya acara di luar kantor. Kantor saya berada di Palmerah, tepatnya di Grand Slipi Tower dan saya akan pergi ke Central Park Mall untuk berkaraoke bersama satu tim kantor. Tepat pukul 4 sore saya mencoba memesan Go-Car melalui aplikasi Go-Jek baru, sebenarnya memang saya agak sedikit ragu mengenai banyaknya unit mobil yang sudah beroperasi sebagai Go-Car. Benar saja walaupun dalam beberapa detik saya mendapatkan driver, tetapi langsung di cancel oleh sang driver itu sendiri. Bukan karena apa, melainkan jarak lokasi yang terlalu jauh antara saya dengan si driver.


Tidak gentar mencoba gratisan, saya pun kembali melakukan re-order dan kali ini hampir 5 menit berlalu saya belum mendapatkan driver. Kami ber-6 yang akan pergi bareng sudah putus asa dan akhirnya berpaling menggunakan Gr*bC*r yang jauh lebih mudah mendapatkannya. Alhasil perjalanan dari Grand Slipi Tower menuju Central Park kami lalui menggunakan Gr*bC*r dengan biaya sebesar Rp.18.000.

Setelah acara karaoke usai, saya pun masih penasaran dengan Go-Car ini. Iseng-iseng mencoba saat masih berada di dalam ruangan karaoke, ternyata saya mendapat driver yang langsung menelpon saya.
“Halo dengan Pak Eki, saya sudah di Central Park pak”
“Oh iya pak, saya tunggu di lobby utama ya. Saya masih di atas dan mau turun”
“Oke pak, terimakasih”

Saat melihat layar ponsel, di aplikasi Go-Jek baru ini tertera informasi harga, jarak tempuh, nomor order, plat nomor mobil, jenis mobil, status, nama pengemudi dan fotonya. Namun memang karena masih baru seminggu berjalan, jadi foto pengemudi masih bergambar mas-mas helm dan informasi jenis kendaraannya juga tidak lengkap (hanya menyebutkan brand mobilnya saja, tanpa menyebutkan jenis mobilnya apa).

Dengan begitu, saat si driver menelpon saya kembali, saya pun menanyakan jenis mobil yang digunakan. Karena saya akan pulang bersama 4 teman lainnya, tidak lucu saat turun mobilnya adalah Honda berjenis sedan. Tetapi si driver menyebutkan dengan lengkap bahwa mobil yang digunakan adalah Honda Freed berwarna abu-abu. Setelah sampai di lokasi pengantaran saya, saya pun bilang ke driver (yang ternyata masih muda), bahwa saya menggunakan kredit saldo untuk pembayaran sebesar Rp.18.000. Si mas driver nya pun OK dan saya turun dari mobil tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Entah saya dan teman saya yang tidak mau rugi atau emang kita smart dalam memanfaatkan sesuatu hal yang gratisan, maka dari itu kita tidak lantas pulang. Saldo di aplikasi masih tersisa Rp. 84.000 (sebelumnya saya punya saldo Rp. 2000) dan kita memutuskan untuk pergi lagi yang kebetulan pada hari itu adalah hari perdana tayang film Captain America: Civil Wars. Saya pun mengisi lokasi tujuan yaitu Setiabudi One dan lagi-lagi saya pun harus berulang kali reload untuk mendapatkan driver Go-Car ini. Hampir 10 menit berlalu, saya akhirnya mendapatkan driver yang siap mengantar saya kembali. Kali ini saya diantar Toyota Avanza menuju Setiabudi One dengan biaya sebesar Rp. 28.000 dengan pembayaran gratis melalui kredit saldo Go-Jek saya.


*sisipan*
Ternyata memang benar prediksi kalau semua seat nyaman di studio XXI Setiabudi One buat film Captain America sudah habis dan menyisakan sebaris kursi di depan layar. Saya pun menolaknya karena saya sudah tau rasanya menonton di baris pertama bioskop. L Saya pun mencari camilan dan tempat yang bisa untuk bersantai karena terlalu sia-sia jika saya langsung pulang lagi (padahal masih tanggal tua dan belum gajian).

Sekitar jam 10 malam saya memutuskan untuk pulang, saldo di kredit Go-Jek masih tersisa Rp. 56.000. Ya, seperti sebelum-sebelumnya saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan driver dan bahkan beberapa kali mendapatkan penolakan langsung dari sang driver. Tapi pada akhirnya memang saya mendapatkan driver yang kali ini adalah bapak-bapak dengan Honda Mobilio RS-nya. Dengan biaya Rp. 16.000 dari Setiabudi One menuju Grand Slipi Tower, saya lagi-lagi tidak membayar sepeser pun.


Berujung dengan kesimpulan bahwa jika menggunakan Go-Car tarifnya lebih murah dari Gr*bC*r, saya tidak bisa mengulas Ub*r (karena belum pernah mencobanya). Selain itu jenis mobil yang digunakan oleh para driver Go-Car jauh lebih bervariasi (tidak melulu avnza/xnia). Namun memang dengan konsekuensi mendapatkan driver yang lebih lama dibandingkan Gr*bC*r, karena jumlah driver yang bergabung Go-Car masih sedikit. Semoga Go-Car mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan tranportasi berbasis aplikasi lainnya, sehingga aplikasi buatan dalam negeri ini lebih banyak dipilih oleh konsumennya.

You Might Also Like

2 komentar

  1. mas, boleh tau kode gratisnya berapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kodenya dikirim random/acak melalui sms mba.

      Delete

GOOGLE+