Tips Saat Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA2)

June 01, 2016

Source: http://www.theantdaily.com/
Penerbangan transit memang nggak disukai banyak orang, karena kita harus menunggu berjam-jam lamanya bahkan berganti hari untuk melanjutkan penerbangan selanjutnya.

Bandara transit di dunia yang cukup populer adalah Dubai International Airport di Uni Emirat Arab, Changi di Singapura, dan Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) di Malaysia. Dubai menjadi basis transit untuk penerbangan long haul atau jarak jauh dengan maskapai-maskapai besar ternama dunia.

Bandara Changi juga termasuk bandara transit antar penerbangan rute dekat maupun rute jauh, dan diperuntukkan untuk maskapai full-service dan low cost.

Terakhir adalah Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) yang saat ini menjadi basis penerbangan low cost milik AirAsia, di mana sebelumnya penerbangan low cost dan transitnya berada di LCCT Kuala Lumpur International Airport.

AirAsia mempunyai dua bandara transit yang disediakan untuk rute penerbangannya, yaitu Changi di Singapura dan KLIA2 di Malaysia.

Kali ini gua coba memberikan tips yang mungkin bisa berguna bagi yang ingin bepergian dengan penerbangan transit di KLIA2.

  • Tukar Ringgit
Hal ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari ketika sudah mengetahui bahwa penerbanganmu akan transit di KLIA2. Sebenarnya nggak perlu tukar ringgit jika memang sanggup menahan lapar. Apalagi hanya transit selama 1-2 jam saja. Akan menjadi masalah ketika kamu harus transit lebih dari 2 jam atau bahkan menginap semalaman di bandara KLIA2 ini.

Hitung perkiraan termahal dari mata uang ringgit (MYR), harga McDonald atau Burger King di KLIA2 berkisar antara 17-25 MYR (jika di Rupiah kan sekitar 50 – 80 ribu) untuk sekali makan.

Sedangkan harga air mineralnya berkisar antara 3-4 MYR (10 ribu Rupiah). Kamu bisa hitung sendiri, kira-kira berapa lama kamu transit dan kira-kira perutmu membutuhkan asupan berapa kali selama berada di KLIA2 ini.

Tukarkan ringgit di Indonesia terlebih dahulu, jadi saat bertransaksi di sini pun akan jauh lebih mudah ketimbang menggunakan Dollar.

  • Mencari Makan dan Minum Murah

Masih berkaitan dengan poin pertama, jika mempunyai banyak waktu transit dan ingin mencari makan murah di sini, maka cobalah keluar melalui jalur kedatangan dan masuk kembali ke area keberangkatan.

Memang hal ini akan mengharuskan kamu melalui proses awal seperti pemeriksaan boarding pass dan pengecapan imigrasi.

Namun di area tersebut, tepatnya di Level 3 pada area keberangkatan, terdapat warung makan murah di sebelah kanan eskalator bernama Nyonya Colors. Warung ini menjual masakan khas Malaysia seperti Nasi Lemak yang harganya berkisar 3-5 MYR (sekitar 10-17 ribu Rupiah).

Selain itu, gue mendapatkan rekomendasi untuk membeli air mineral murah seharga 1-1.5 MYR (sekitar 4-5 ribu Rupiah) di Supermarket Jaya Grocer Level 2 Terminal Keberangkatan.

  • Hunting Foto dan Melakukan Berbagai Hal Aneh Untuk Menghilangkan Kebosanan

Menunggu memang menjadi hal yang membosankan dan semua orang mengakui hal itu.

Banyak cara untuk bisa menghilangkan kebosanan yang melanda, mulai dari mendengarkan musik, membaca, menulis, atau sekedar browsing melalui ponsel dengan Wi-Fi gratisan di sini.

Di KLIA2, ada hal yang mungkin menarik untuk dilakukan dalam mengisi kebosanan saat menunggu penerbangan selanjutnya yang masih berjam-jam lamanya. Misalnya berfoto-foto dengan berbagai macam pose aneh dan gila, apalagi saat tengah malam, hanya ada 1-2 orang yang lalu lalang, jadi who cares?.

Berfoto-foto ala OOTD, karena di sini terbilang banyak spot yang keren untuk menjadi background foto.

  • Tidur dan Mandi di KLIA2
Kamu tetap bisa tidur selonjoran di KLIA2, karena di sini banyak spot yang bisa digunakan, seperti movie lounge, area tunggu boarding gate, dan di area keberangkatan Level 3. Di area yang gue sebutkan tadi, semuanya beralaskan karpet yang nyaman untuk tidur. Bagi yang punya uang lebih, di KLIA2 ada penginapan seperti Tune Hotel, Capsule Hotel by Container Hotel, atau Sama-Sama Express.

Kalau ingin mandi, di KLIA2 terdapat fasilitas shower gratis yang bisa digunakan. Gue bertanya keberadaan lokasi shower tersebut kepada petugas bandara, mereka mengatakan fasilitas tersebut berada di Level 3 Keberangkatan. Persisnya berada di antara Choc Stop dan KK Super Mart.

Jika kamu sudah terlanjur berada di dalam Area Keberangkatan, hanya ada toilet di sini dan tidak bisa digunakan untuk mandi. Tetapi setidaknya kamu tetap bisa menggosok gigi di sini, sama seperti apa yang gue lakukan saat itu.

  • Membawa Jaket!
Poin terakhir menjadi hal yang benar-benar ingin gue highlight di sini. Usahakan bawa jaket. Dilema memang saat akan pergi ke negara yang sama-sama bercuaca tropis, karena akan useless dan tidak berguna di sana.

Gue pun awalnya berpikiran demikian, apalagi akan menambah beban bagasi jika dimasukkan ke dalam tas dan terlalu ribet jika ditenteng-tenteng.Buang jauh-jauh pemikiran atau prediksi seperti itu.

Saran gue, tetap bawa jaket saat akan menginap semalam di bandara. Tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, tenteng atau gunakan jaketnya selama di dalam pesawat.

AC bandara tengah malam sampai menjelang pagi dinginnya luar biasa bro/sist! Percaya sama gue deh. Gue yang berbadan tebal pun benar-benar menggigil di KLIA2. Tidur pun tidak terasa nyenyak dan cuma bisa ngulet-ngulet kedinginan.

*Selamat Bepergian*

You Might Also Like

44 comments

  1. bener2 harus cari jaket musim dingin neh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... itu sepertinya lebih baik mas. Beneran dingin banget soalnya menjelang pagi.

      Delete
  2. Kalau transit lebih dari 24 jam di perbolehkan keluar bandara tidak ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget mba, tetapi ya bersiap mengantri Imigrasi lagi yang panjangnya luar biasa di KLIA2.

      Delete
  3. tulisan anda sangat membantu. Allah yang bales mas,

    salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih jika tulisan saya bisa membantu yang lain.

      Delete
  4. Di manapun negeri manapun, musim apapun Kalo aku selagi judulnya Travelling mesti Bawak jaket. Yang tebel untuk musim dingin Kalo perlu, buat antisipasi segala kemungkinan.hehehe..

    ReplyDelete
  5. Ada saran nggak ? kalo saya tiba di KL pukul 10 malam, dan akan melakukan penerbangan lagi (ganti pesawat) pkl 6 pagi.
    nah, semalaman itu kira2 bisa saya manfaatkan buat apa ya ? biar nggak mubadzir krn udah jauh2 sampe KL. kwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah tenang aja mba, di KLIA ada lounge-lounge yang muterin film2 box office, banyak temennya juga di sana.

      Delete
  6. apa bisa beli makan di klia2 dg bayar pakai usd?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mba Novi, saya kurang tau kalau ini, jadi maaf nggak bisa jawab daripada nanti saya salah. tuker aja ke ringgit dikit aja mba, buat jaga-jaga makan pas transit.

      Delete
  7. Bang, kalau transit dlu... Bagasi yg di pesawat sebelumnya, Diambil dlu ya...? Trs nnti check in laagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba liat dulu di tag bagasinya smp bandara mana atau gampangnya tanya aja pas lg drop bagasi di konter check-in mba. saya masih pejuang 7kg, jadi kalo ke luar belum pernah beli bagasi.

      Delete
    2. Oke, makasih yaa bang ikhda

      Delete
  8. bosku.. kalo saya terbang dari kota kinabalu tujuan surabaya transit klia2 boleh keluar bandara atau tidak?? masalahnya tiket terusan saya 24 jm lebih.. trimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya bosque, saya juga tiket terusan kemarin dan juga pengen keluar dulu. Tapi saya tanya petugas di sana kalau tiket terusan nggak bisa keluar dan masuk Imigrasi lagi. Kecuali beli tiket terpisah a.k.a bukan terusan. Akhirnya saya muter-muter aja deh di dalem trus bobo-bobo ayam. Haha

      Delete
  9. saya berencana terbang ke eropa pada bulan desember nanti bang. ini pengalaman pertama saya. saya berencana mengambil tiket terpisah dan sambung penerbangan lagi di bandara KLIA2, penerbangannya pada tengah malam. yang saya mau tanya bang, apa bisa bagasi saya setiba di bandara KLIA2 (siang hari) langsung Boarding Pass penerbangan selanjutnya untuk penerbangan tengah malam. karena saya harus menunggu lagi di KLIA2 selama 12 jam sebelum berangkat. terima kasih bang tulisannya, sangat membantu 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas/mba Glory, kalau beli tiketnya terpisah (pembayaran terpisah) maka bagasi harus diambil dulu.

      Kecuali mas/mba Glory beli tiketnya misal Jakarta-Amsterdam (ada keterangan transit Kuala Lumpur), itu bagasinya otomatis pindah ke penerbangan berikutnya, nggak perlu diambil dulu.

      Delete
  10. Kak mau nanya nih kalau misalnya saya memiliki penerbangan ke dmk alias bangkok sekitar pukul 11.35 - 12.50 tapi saya sampai di klia2 pukul 10.20 kira-kira sempat gk ya utk penerbangan bangkok karena harus melawati imigrasi dsb. Minta sarannya ya kak trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terlalu mepet mba/mas, paling tidak jam 10 lah udah sampai.
      bisa jam 10.20 kalau kebetulan lagi nggak ramai, tapi harus diingat KLIA2 itu luas banget, jalan dari imigrasi ke boarding gate itu super jauh.

      Delete
    2. kalau langsung masuk ke area transfer antar bangsa aja gk usah ke imigrasi gimana pendapat mas?. terima kasih sudi menjawab mas

      Delete
    3. bisa mas, justru lebih simpel.

      Delete
    4. Aku kan mau ke jeoang transit di malaysia 2 jam itu harus lewatin imigrasi atau gimana ya aku ga tau soalnya

      Delete
  11. Mas mau tanya..
    Besok saya mau terbang ke KL..
    Saya tidak beli bagasi..
    Apakah syarat 7 kg harus benar2 dijalankan.. Apakah ada pemeriksaan berat tas yang kita bawa..
    Jika lebih, apa konsekuenusinya ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. sorry for late reply,
      kalau dari Soekarno Hatta nggak ketat, tapi ketika di KLIA-nya yang super ketat.
      pemeriksaan nggak wajib, tapi ada petugas yang memantau di sana.
      triknya adalah ketika membawa ransel/backpack jangan terlihat seolah tas yang dibawa itu berat, pede aja jalan melangkah.

      Delete
    2. konsekuensinya jika disuruh menimbang tas yang kita bawa dan ternyata lebih dari 7kg, pertama adalah kita sendiri yang harus mengurangi barang bawaan supaya nggak lebih dari 7kg, kedua adalah membayar bagasi di tempat dan itu biasanya mahal sekali.

      Delete
  12. mas
    ini kalah sudah keburu ke gate, mau balik tukar uang atau tarik dana gak bisa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau itu jelas sudah gak bisa.. kecuali di dalam boarding room-nya ada ATM/money changer, bisa tuker atau tarik dana di sana.

      Delete
  13. Kak mau nanya nih... rencana sy mo ke Ho Chi Mint transit di KL jam 04.30 lalu berangkat ke Ho Chi Mint jam 06.55 keburu ga yah? soalnya temen bilang emk KL luas banget jadi kita harus cepet2 takut ga keburu. truz klo misalkan kita ada bagasi perlu ke imigrasi lagi ga??
    Soalnya sy baru pertama kali transit di KL dan sendiri pula perginya.
    Mohon info nya yaa... thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh mba Rahma berani sekali ambil penerbangan mepet.
      Resikonya bukan hanya harus lari-lari saja menuju counter check-in nya saja, tapi ada resiko yang lebih besar yaitu pesawat dari Indonesia yang akan mendarat di KL itu delay.

      Apalagi mba ada bagasi, membeli penerbangan terpisah, jelas harus mengambil dulu bagasi dan masuk lagi imigrasi, ini sudah dipastikan tidak akan bisa. Kecuali membeli penerbangan satu harga dengan transit di KL, bagasi akan otomatis berpindah ke maskapai destinasi selanjutnya.

      Sendiri nggak masalah mba, hebat! Hehe.. asalkan kita bisa mengalokasikan waktu dengan baik dan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskannya. Happy Holiday mba..

      Delete
    2. Eh spertinya mba rahma kasusnya sama ama saya. Jadinya gmana tuh mba? Berhasil ga?

      Delete
  14. Saya beli tiket lepasan jkt-kl 1.00-4.35 lalu mau lanjut kl-krabi 7.15-7.35
    Karena waktu beli emang ketengan jadi skrg agak kawatir dengan jeda waktu itu. Apakah begitu sampe KL harus lewat imigrasi dl keluar atau bisa lgs masuk ke transit area dan lanjut ke flight berikutnya? Mohon sarannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh nggak perlu mba, menghemat waktu langsung pindah ke area transit. Nggak perlu cek Imigrasi lagi.

      Sama kayak saya waktu itu pas beli tiket ketengan dari Beijing ke Jakarta juga seperti itu.

      Delete
  15. halo mba,saya mau transit di klia 1 keklia 2, dr shanghai ke transit di klia 1, lalu pindah ke klia 2, untuk keindo, untuk ttansit ke klia 2 nya butuh visa ga mba?

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau hanya 5 jam terlalu mepet mba. Sebaiknya jangan.

      Delete
  17. Mas, jadi kalau transit di KL gak perlu ke imigrasi ya? Langsung ke boarding gate aja? Saya baru pertama kali transit di kl (first time flight juga si sebenrnya) jadi rada watir gitu harus kemana habis turun pesawat. Makasih mas~

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau keliling2 di dalem airport aja gak perlu keluar imigrasi lagi, kecuali mbak mau main ke mall-nya (Gateway@KLIA2), itu keluar dan harus check imigrasi lagi mba.

      Delete
  18. Mba.. Sy dr Medan mw ke Jkt dan transit di KLIA. Waktu transit sy 8jam. Sementara pasportku sdh exp.😉😉. Apa yg hrs sy lakukan. Thanks atas info sebelumnya.

    ReplyDelete
  19. Mas, saya mw transit di kl dr aceh kejkt cuma 2jam, mepet banget ya, soalnya saya dan suami juga bawa 2 bocah dan bagasi dong ������ada saran gk ya? Mksh mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba Gebrel, kalau 2 jam terlalu mepet kalau keluar imigrasi mba. Nanti malah terburu-buru, sebaiknya di dalam area transit saja, di sini udah nyaman banget kok mba.

      Delete

FACEBOOK

Member of

ID Corners