Tips Saat Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA2)

3:13:00 AM

Source: http://www.theantdaily.com/
Penerbangan transit memang tidak disukai oleh banyak orang, terlebih karena kita harus menunggu selama berjam-jam lamanya bahkan berganti hari untuk melanjutkan ke penerbangan selanjutnya. Bandara transit di dunia yang cukup populer adalah Dubai International Airport di Uni Emirat Arab, Changi di Singapura, dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA2) di Malaysia. Dubai rata-rata menjadi basis transit untuk penerbangan long haul atau jarak jauh dengan maskapai-maskapai besar ternama dunia. Lalu, bandara Changi juga masih termasuk bandara transit antar penerbangan baik itu rute dekat maupun rute jauh, dan diperuntukkan untuk maskapai full-service dan low cost. Terakhir adalah Kuala Lumpur International Airport (KLIA2) yang saat ini menjadi basis penerbangan low cost milik AirAsia, dimana sebelumnya penerbangan low cost dan transitnya berada di LCCT Kuala Lumpur International Airport.

AirAsia mempunyai 2 bandara transit yang disediakan untuk berbagai rute penerbangannya, yaitu Changi di Singapura dan KLIA2 di Malaysia. Mungkin sudah banyak yang lebih berpengalaman memberikan tips mengenai masalah transit dari berbagai macam blog para traveler yang sering mendapatkan tiket promo dari maskapai berbadan merah ini. Namun, kali ini saya coba memberikan sedikit tips yang barangkali atau mungkin bisa berguna bagi yang ingin bepergian dengan penerbangan transit di KLIA2.

1.       Tukar Ringgit
Ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari jika sudah mengetahui bahwa penerbanganmu akan transit di KLIA2. Tidak perlu tukar ringgit jika memang kamu sanggup menahan lapar dan terlebih jika hanya transit selama 1-2 jam saja. Menjadi masalah ketika kamu diharuskan transit lebih dari 2 jam atau bahkan harus menginap semalam di bandara.

Hitung perkiraan termahal dari mata uang ringgit (MYR), misalkan harga McDonald atau Burger King di KLIA2 berkisar antara 17-25 MYR (jika di Rupiah kan sekitar 50 – 80 ribu) untuk sekali makan. Sedangkan harga air mineralnya berkisar antara 3-4 MYR (10 ribu Rupiah). Kamu bisa hitung sendiri kira-kira berapa lama kamu transit dan kira-kira perutmu membutuhkan asupan berapa kali selama di KLIA2. Tukarkan ringgit di Indonesia terlebih dahulu, jadi saat bertransaksi disini pun akan jauh lebih mudah ketimbang menggunakan Dollar.

2.       Mencari Makan dan Minum Murah

Masih berkaitan dengan poin pertama, jika kamu mempunyai banyak cukup waktu transit dan ingin mencari makan murah disini, maka cobalah untuk keluar melalui jalur kedatangan dan masuk kembali ke Area Keberangkatan. Memang hal ini akan mengharuskan kamu untuk kembali melalui proses awal penerbangan seperti pemeriksaan boarding pass dan pengecapan imigrasi. Namun di area tersebut, tepatnya di Level 3 pada area keberangkatan sebelah kanan eskalator (menurut beberapa blog yang saya baca sebelumnya) ada warung bernama Nyonya Colors. Warung ini menjual masakan khas Malaysia seperti Nasi Lemak yang harganya hanya berkisar 3-5 MYR (sekitar 10-17 ribu Rupiah). Selain itu saya pun mendapatkan rekomendasi untuk membeli air mineral murah seharga 1-1.5 MYR (sekitar 4-5 ribu Rupiah) di Supermarket Jaya Grocer Level 2 Keberangkatan.

Saat itu saya sudah terlanjur masuk ke boarding gate dan saat saya mengatakan ingin keluar lalu kembali masuk nanti, petugas dengan tegas mengatakan tidak bisa. Apa boleh buat saat itu saya hanya bisa mencari makan di area food court boarding gate yang cukup luas dan besar.

3.       Hunting Foto dan Melakukan Berbagai Hal AnehUntuk Menghilangkan Kebosanan

Menunggu memang membosankan dan semua orang mengakui hal itu. Banyak cara masing-masing untuk bisa menghilangkan kebosanan yang melanda, mulai dari mendengarkan musik, membaca, menulis, atau sekedar browsing melalui ponsel. Di KLIA2 sebenarnya ada hal yang mungkin menarik untuk dilakukan dalam mengisi kebosanan saat menunggu penerbangan selanjutnya yang masih berjam-jam lamanya. Misalnya berfoto-foto dengan berbagai macam pose aneh dan gila, terlebih saat tengah malam (hanya 1-2 orang yang mungkin lalu lalang), jadi who cares?. Berfoto-foto ala OOTD, karena disini terbilang banyak spot yang lumayan keren untuk menjadi background foto.

4.       Tidur dan Mandi di KLIA2
Bermalam di bandara [lagi-lagi] banyak orang yang berusaha untuk tidak merasakannya. Tetapi jika itu terjadi, maka akan menjadi cerita dan pengalaman tak terlupakan yang luar biasa. Kamu tetap bisa tidur selonjoran di KLIA2, karena disini banyak spot yang bisa kamu gunakan seperti movie lounge, area tunggu boarding gate, dan di area keberangkatan Level 3. Di area yang saya sebutkan tadi semuanya beralaskan karpet yang nyaman untuk tidur. Bagi yang mempunyai kelebihan uang, disini ada penginapan nyaman seperti Tune Hotel, Capsule Hotel by Container Hotel, atau Sama-Sama Express.

Lalu jika kamu ingin mandi, di KLIA2 terdapat fasilitas shower gratis yang bisa kamu gunakan. Saya saat itu bertanya keberadaan lokasi shower tersebut kepada petugas bandara disana, mereka mengatakan fasilitas tersebut berada di Level 3 Keberangkatan. Persisnya berada di antara Choc Stop dan KK Super Mart. Lagi-lagi saya harus mengurungkan niat untuk pergi kesana, karena penerbangan saya saat itu pukul 6:00 waktu Malaysia. Bayangkan jika saya harus pergi keluar hanya untuk mandi dan harus mengantri ulang proses pengecekan imigrasi yang biasa antriannya super panjang.

Jika kamu sudah terlanjur berada di dalam Area Keberangkatan, ada kamar mandi disini memang namun tidak bisa digunakan untuk mandi. Tetapi kamu tetap bisa menggosok gigi disini, sama seperti apa yang saya lakukan saat itu.

5.       Membawa Jaket!
Point terakhir menjadi hal yang benar-benar ingin saya highlight disini. Lagi-lagi, kalau kamu punya penerbangan transit dan diharuskan menginap semalam di KLIA2 atau bandara manapun itu, usahakan membawa jaket. Dilema memang saat kamu akan pergi ke negara yang sama-sama tropis untuk membawa jaket, karena memang akan useless atau tidak berguna disana. Saya pun awalnya berpikiran demikian, terlebih nantinya akan menambah beban bagasi jika dimasukkan ke dalam tas dan akan terlalu ribet jika ditenteng-tenteng.

Buang jauh-jauh pemikiran atau prediksi seperti itu! Saran saya tetap membawa jaket saat akan menginap semalam di bandara. Tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, tenteng atau gunakan saja jaketnya selama perjalanan menggunakan pesawat. AC bandara tengah malam sampai menjelang pagi dinginnya luar biasa bro/sist! Percaya sama saya deh, saya yang berbadan tebal pun benar-benar menggigil saat itu di KLIA2. Tidur pun tidak terasa nyenyak dan cuma bisa ngulet-ngulet kedinginan.

*Selamat Bepergian*

You Might Also Like

19 komentar

  1. bener2 harus cari jaket musim dingin neh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... itu sepertinya lebih baik mas. Beneran dingin banget soalnya menjelang pagi.

      Delete
  2. Kalau transit lebih dari 24 jam di perbolehkan keluar bandara tidak ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget mba, tetapi ya bersiap mengantri Imigrasi lagi yang panjangnya luar biasa di KLIA2.

      Delete
  3. tulisan anda sangat membantu. Allah yang bales mas,

    salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih jika tulisan saya bisa membantu yang lain.

      Delete
  4. Di manapun negeri manapun, musim apapun Kalo aku selagi judulnya Travelling mesti Bawak jaket. Yang tebel untuk musim dingin Kalo perlu, buat antisipasi segala kemungkinan.hehehe..

    ReplyDelete
  5. Ada saran nggak ? kalo saya tiba di KL pukul 10 malam, dan akan melakukan penerbangan lagi (ganti pesawat) pkl 6 pagi.
    nah, semalaman itu kira2 bisa saya manfaatkan buat apa ya ? biar nggak mubadzir krn udah jauh2 sampe KL. kwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah tenang aja mba, di KLIA ada lounge-lounge yang muterin film2 box office, banyak temennya juga di sana.

      Delete
  6. apa bisa beli makan di klia2 dg bayar pakai usd?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mba Novi, saya kurang tau kalau ini, jadi maaf nggak bisa jawab daripada nanti saya salah. tuker aja ke ringgit dikit aja mba, buat jaga-jaga makan pas transit.

      Delete
  7. Bang, kalau transit dlu... Bagasi yg di pesawat sebelumnya, Diambil dlu ya...? Trs nnti check in laagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba liat dulu di tag bagasinya smp bandara mana atau gampangnya tanya aja pas lg drop bagasi di konter check-in mba. saya masih pejuang 7kg, jadi kalo ke luar belum pernah beli bagasi.

      Delete
    2. Oke, makasih yaa bang ikhda

      Delete
  8. bosku.. kalo saya terbang dari kota kinabalu tujuan surabaya transit klia2 boleh keluar bandara atau tidak?? masalahnya tiket terusan saya 24 jm lebih.. trimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya bosque, saya juga tiket terusan kemarin dan juga pengen keluar dulu. Tapi saya tanya petugas di sana kalau tiket terusan nggak bisa keluar dan masuk Imigrasi lagi. Kecuali beli tiket terpisah a.k.a bukan terusan. Akhirnya saya muter-muter aja deh di dalem trus bobo-bobo ayam. Haha

      Delete
  9. saya berencana terbang ke eropa pada bulan desember nanti bang. ini pengalaman pertama saya. saya berencana mengambil tiket terpisah dan sambung penerbangan lagi di bandara KLIA2, penerbangannya pada tengah malam. yang saya mau tanya bang, apa bisa bagasi saya setiba di bandara KLIA2 (siang hari) langsung Boarding Pass penerbangan selanjutnya untuk penerbangan tengah malam. karena saya harus menunggu lagi di KLIA2 selama 12 jam sebelum berangkat. terima kasih bang tulisannya, sangat membantu 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas/mba Glory, kalau beli tiketnya terpisah (pembayaran terpisah) maka bagasi harus diambil dulu.

      Kecuali mas/mba Glory beli tiketnya misal Jakarta-Amsterdam (ada keterangan transit Kuala Lumpur), itu bagasinya otomatis pindah ke penerbangan berikutnya, nggak perlu diambil dulu.

      Delete

GOOGLE+