Mencari Makanan Halal di Vietnam dan Mencoba Jajajan Kaki Limanya

4:07:00 AM

Mencari makan halal di Vietnam untuk Muslim sebenernya susah susah gampang sih menurut saya, khususnya di Kota Saigon (Ho Chi Minh City). Kenapa saya bilang gitu? Ya, karena semuanya tergantung dari kita sih apakah bisa makan dengan niat dan doa atau kita harus ribet sendiri kesana kemarin mencari restoran yang halal. Apalagi biasanya restoran-restoran yang menyajikan makanan halal ini biasanya mematok harga yang selangit karena memang mereka merasa dibutuhkan.

Pada dasarnya semua warung makan yang berada di pinggir jalanan Saigon (HCMC) ini bisa kita datangi. Memang, rata-rata mereka menyajikan menu yang ada babinya, namun nggak semuanya terdapat campuran babinya kok. Misalnya saja, ketika saya berhenti di salah satu warung pinggir jalan dan melihat buku menu yang ada disana, beberapa halaman memang bertuliskan babi sebagai campuran makanannya, namun beberapa halamannya lagi mereka juga menyajikan menu ayam dan daging sapi. Saya pun memesan nasi goreng sapi dan malamnya pun saya kembali ke tempat yang sama untuk memesan bihun rebus ayam.

"Lalu? Itukan masaknya masih pakai wajan atau panci yang sama ki! Sama aja nggak halal!"

Duh ribet deh! Iya memang pastinya si penjual nggak mungkin memisahkan masakan yang babi atau tidak babi disana. Namun, itu semua balik lagi ke kitanya sih. Kita niat makan bener, baca doa sesuai agama masing-masing, yang semua akan menjadi nikmat seperti biasanya. Begini deh intinya, kalau niat di awal sudah baik, maka nantinya akan menimbulkan hal yang baik pula. Tapi kalau dari awal sudah memikirkan hal-hal yang buruk, maka menyantap makanan pun menjadi tidak nikmat sampai kapan pun juga.
makanan di vietnam
banyak banget street food enak disini!
Ada pengalaman yang menarik saat saya menyambangi sebuah warung makan pinggir jalan di tempat yang berbeda. Saat itu saya sudah benar-benar ngiler melihat banyak orang di pinggir jalan yang makan mie dengan kuah mengepul. Saya dan teman mau memesan 2 porsi mie tanpa menggunakan campuran daging apapun di dalamnya, karena saya sudah tahu kalau daging yang digunakan adalah daging babi. Namun, tiba-tiba si Ibu penjual tersenyum ramah kepada saya sembari memanggil anak perempuannya yang berada di belakang. Si Ibu mengatakan sesuatu kepada si anak dengan bahasa Vietnam yang saya nggak mengerti dan kemudian si anak mendatangi kami berdua. Si anak yang fasih berbahasa Inggris berkata kepada kami;

“kami mohon maaf karena kami tidak bisa menyajikan makanan kepada kalian, karena kami masih menggunakan peralatan masak yang sama untuk memasak babi”

Kami pun berdua diberikan saran untuk mendatangi beberapa warung makan yang benar-benar tidak menggunakan campuran babi. Wah baik sekali mereka! Kami berdua pun pergi dan berterimakasih.

Selama di Saigon (Ho Chi Minh City) saya juga berkesempatan mencoba berbagai macam jajanan kaki lima yang murah meriah dan enak, seperti banh mi (sejenis subway), ban trang nuong (crepes telur), bo bia (sejenis lumpia basah isi sayur), dan banh quai vac tran (seperti ebis dilapis tepung kanji). Rata-rata harganya nggak lebih dari 15.000 VND, bahkan lumpia basah sayur itu harganya cuma 2.000 VND aja. Rasanya masih bisa masuk di lidah orang Indonesia, terasa familiar dan nggak asing. Namun, ada satu hal yang menurut saya nggak bisa diterima oleh lidah saya. Ada daun yang rasanya lebih parah dari kemangi, sampai sekarang pun saya masih menebak-nebak daun apa itu. Saya sih mengiranya daun basil. Entahlah! The best jajanan kaki lima yang saya cobain adalah banh quai vac tran! Itu rasanya luar biasa enak dan nggak ada yang seperti itu di Indonesia, harganya pun hanya 10.000 VND.
vietnam street food
mirip lumpia ya
makan halal di saigon
ini nih yg pojok bawah kiri, yang namanya banh quai vac tran! Endesss!!
ho chi minh city street food
kelapa muda disini batoknya dikupas!
eating in vietnam
astor + mie instant lokal!
jajanan malam saigon
ini juga enak! Di deket pasar Ben Thanh banyak yang jual

Lalu, ketika saya berkunjung ke swalayan disana, saya penasaran mencari beberapa minuman yang aneh dan nggak ada di Indonesia. Misalnya saja seperti fanta rasa sarsi yang rasanya mirip sirup marjan moka dikasih soda, lalu minuman seperti sprite yang sodanya kuat banget, terakhir yang paling saya suka adalah minuman soda asin rasa jeruk. Nggak tau kenapa saya suka banget sama minuman ini, agak kental airnya dan rasanya tu asin-asin gimana gitu. Enak deh pokoknya! Sampai-sampai ketika Nu Oceana muncul di Indonesia, saya pikir rasanya mirip-mirip, ternyata bukan itu yang saya cari. Kalau Nu Oceana benar-benar air lemon, kalau ini nih minuman soda asin kental rasa jeruk. Gitu deh. Hahahaha...
minuman di saigon
pojok kiri atas yang saya maksud itu, enak!
Jadi jika kalian ingin berkunjung ke Vietnam, khususnya Saigon (Ho Chi Minh City) dan Mui Ne, sebaiknya cobain berbagai macam jajajan pinggir jalannya. Nggak nyesel deh! Jajajan murah meriah yang enak dan mungkin nggak bakalan kamu temuin di Indonesia atau bahkan negara lain.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+