Mui Ne: Kota Kecil di Pinggir Laut Cina Selatan

June 07, 2016


Jika berkunjung ke Vietnam, nggak ada salahnya buat mampir ke salah satu kota kecil di pinggir laut, yaitu Mui Ne. Saat itu saya berkunjung kesini melalui jalur darat dari Saigon (Ho Chi Minh City) menggunakan bus travel selama kurang lebih 4-5 jam perjalanan. Mui Ne ini mempunyai banyak daya tarik yang sebenarnya nggak kalah dari lokasi wisata di Vietnam lainnya, seperti White & Red Dunes, Fairy Stream, Fishing Village, dan tentunya pemandangan pantainya.

Perjalanan dari Saigon – Mui Ne sebenarnya bagi orang Indonesia udah nggak asing lagi karena mirip banget sama Jalur Pantura menuju Cirebon. Hahahahahah… Nggak ada yang spesial karena pemandangannya ya gitu-gitu aja, tapi mulai menarik ketika sudah keluar dari tol dan masuk ke dalam kota. Suasana khas Vietnam sangat terlihat dari banyaknya penjual makanan dengan bangku khas (seperti dingklik kecil) yang berjejer di depannya.
Sepi bangeeet
Naik jeep selama di Mui Ne
Ini masih sekitar jam setengah 8 pagi
Pinggir lauuut....
Lalu, sesampainya di pusat keramaian Mui Ne yang letaknya berada di pinggir laut, suasana kembali berubah. Berubah dari suasana pedesaan menjadi suasana hingar bingar kehidupan mahal seperti layaknya di Jalan Raya Senggigi, Lombok. Jalanan ini ramai dan banyak dipenuhi oleh hotel-hotel berbintang, restoran, dan berbagai macam kafe. Saat malam hari menjelang, kerlap kerlip lampu dari masing-masing restoran dan kafe mulai dinyalakan.

Nah, jika kelaperan di malam hari, Mui Ne terkenal dengan pusatnya makanan seafood. Di pinggir jalan sepanjang pantai banyak banget restoran penjual makanan laut di sini. Mereka memajang semuanya mulai dari berbagai ikan, udang, kerang, cumi, dan lainnya di depan restoran mereka, hal tersebut bertujuan untuk memikat para pejalan kaki yang lewat. Tapi beneran deh semuanya keliatan seger banget dan pengen banget nyobain, tapi apa dikata karena budget VND nggak berlebih, akhirnya mengurungkan niat untuk mencobanya. Hahaha…

Tapi anehnya suasana begitu kontras saat pagi sampai siang hari, di sini bener-bener sepi. Padahal saya keluar udah jam 10 lewat lo dan toko-toko masih pada tutup. Padahal kalau di Indonesia, jam 8 udah banyak hiruk pikuk keramaian lo ya, di sini nggak.
Jam 9 pagi, toko-toko masih tutup

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK