Tips Naik Kereta Ekonomi Jarak Jauh (Dulu dan Sekarang)

August 11, 2016

Kereta Ekonomi
Pengalaman pertama saya menggunakan kereta api ekonomi saat menuju Bojonegoro dari stasiun Gambringan, dengan waktu tempuh kurang lebih 3 – 4 jam. Kereta ekonomi-nya masih bener-bener ekonomi, nggak seperti sekarang ini. Inget betul, di peron semua orang masih bisa masuk, berdesak-desakan dengan para pengantar dan para pedangan asongan, alangkah pusingnya. Dahulu, semua penumpang yang tidak memiliki nomor kursi pun masih bisa masuk ke dalam kereta, berdiri berdesakan sampai benar-benar penuh sesak, barulah si masinis akan menjalankan keretanya. Beruntungnya saya saat itu bisa gerak cepat dan mendapatkan kursi yang berada di dekat jendela. Pendingin udara? Jangan harap ada AC di kereta ekonomi dulu, ada angin pun yang masuk dari kisi-kisi jendela itu udah lumayan banget. Saking padatnya manusia dan panasnya udara di dalam kereta, alhasil bau-bau tidak sedap pun seringkali tercium. 

Tetapi sekarang? Say good bye sama yang dulu! Enak kalo kamu bisa langsung mencoba dan merasakan kereta ekonomi yang sekarang ini. Di peron stasiun sekarang udah super nyaman, karena disini hanya ada penumpang yang mempunyai tiket keberangkatan. Di dalam kereta pun tidak ada lagi berdesak-desakan, karena semua penumpang akan duduk sesuai dengan nomor kursinya. Tidak ada lagi pedagang asongan yang mondar-mandir berisik menawarkan dagangannya di dalam kereta. Kepanasan? Ha…ha…nggak lagi deh ya, karena sekarang semua kereta ekonomi sudah dilengkapi pendingin udara. Ya, walaupun pendingin udaranya berupa AC Split seperti di rumah. Tapi nggak masalah! Toilet pun sekarang jauh lebih bersih, ada colokan listrik di setiap barisnya, dan ada petugas KAI yang akan rutin berkeliling untuk menawarkan menu makanan dan selimut. Ah, keren lah sekarang pokoknya! Well done, PT. KAI! (*btw katanya sekarang di tiap gerbong kereta ekonomi udah dipasang sekitar 6-8 unit LCD TV ya? bener nggak tuh?)
Dahulu, yang masih berdesak-desakan
Nyamannya kereta ekonomi sekarang ini
Lalu, perjalanan terjauh saya menggunakan kereta ekonomi yaitu menuju Jakarta dari Kota Malang, yang ditempuh kurang lebih 17 – 18 jam lamanya. Saya berangkat dari Stasiun Kotabaru Malang jam 4 sore dan sampai di stasiun Pasar Senen pada pukul 10 pagi. Bisa dibayangkan lamanya saya sendiri berada di dalam kereta.

Disini, mungkin saya bisa sedikit berbagi tips, buat yang akan menggunakan kereta api ekonomi dengan jarak tempuh yang jauh.

1.       Beli Tiket Online dan Pilih Kursi Sendiri
Ini menjadi faktor yang paling krusial buat saya pribadi. Ingat, posisi kursi di kereta api ekonomi saling berhadapan satu sama lain. Kursinya tidak bisa diputar seperti kursi yang ada di kereta api bisnis. Jadi sebaiknya belilah tiket secara online melalui web resmi PT. KAI (https://tiket.kereta-api.co.id/), karena disana kita bisa memilih seat sesuai dengan keinginan kita. 

Perhatikan posisi kepala kereta, dan hitunglah 2:2 dari seat paling depan (dari arah kepala kereta). Tujuannya adalah memilih seat yang hadapnya searah dengan laju kereta, bukan sebaliknya. Ini nggak masalah kalo kamu bukan orang yang gampang pusing. Tapi sangat bermasalah ketika bagi yang sensitif untuk duduk selama 10 jam lebih, tapi menghadap ke arah yang berlawanan dari laju kereta (seperti berjalan mundur). Mungkin juga bukan masalah besar ketika malam hari, tapi bayangkan jika itu terjadi di siang hari. Kalau saya pribadi, tentunya akan pusing jika punya seat dengan posisi yang salah.

Selain itu, pilihlah kursi yang berada di dekat jendela. Mengapa? Ada banyak keuntungan yang didapat, misalnya kita tidak akan tersenggol-senggol oleh penumpang lain yang lalu lalang di lorong kereta. Lalu, kita bisa bersandar di dinding kereta, yang tidak mungkin didapatkan jika kita duduk di pinggir lorong. Tapi, yang paling utama kenapa saya sarankan duduk di pinggir jendela, karena disana ada colokan listrik. Setiap baris hanya disediakan 2 colokan, nah ketika kamu mendapatkan seat di pinggir jendela, maka kamu punya advantage lebih yaitu bisa nge-charge ponsel sambil memainkannya. Ya, tapi kamu juga harus sadar diri, ketika sudah penuh sebaiknya lepaskan kabelnya dan bergantian dengan yang lainnya.

2.       Be Humble dan Basa-Basi Dikit
Humble dan basa-basi dengan siapa? Ya, tentunya dengan penumpang lain yang duduk berhadapan denganmu. Selain berusaha ramah dengan orang lain, tapi sebenernya ini punya maksud dan tujuan lain. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika akan tidur beristirahat di malam hari.

Inget sekali lagi, bahwa kursi ekonomi itu berhadap-hadapan. Jadi dengkul bertemu dengkul, dimana tentunya sangat pegal ketika harus berada dalam posisi yang sama selama 10 jam lebih perjalanan. Jadi saat kita sudah sedikit kenal dengan penumpang lain di depan kita, maka nantinya akan mempunyai kesempatan untuk kamu (begitu juga mereka) menyelonjorkan kaki di kolong kursi depanmu atau bahkan di atas kursinya jika kamu beruntung.

Saya bisa menyarankan hal seperti ini, karena sudah saya praktekkan 3 kali dalam perjalanan kereta ekonomi Jakarta – Jogja, Jogja – Jakarta, dan Semarang – Jakarta. Itu terbukti! Karena mereka juga pastinya membutuhkan ruang kaki yang lebih lapang untuk sekedar meluruskan kakinya karena pegal.

3.       Membawa Makanan atau Camilan
Perjalanan 10 – 15 jam tentu bukanlah waktu yang sebentar, rasa lapar pasti akan melanda di moment-moment tertentu. Simpelnya adalah membeli makanan yang ditawarkan oleh sang pelayan KAI. Mereka akan berkeliling membawa menu makanan, kita memesan, membayar, dan nantinya makanan akan diantarkan. Rata-rata harga makanannya berkisar antara 15 – 30 ribu, untuk menu soto, nasi goreng, atau mi instan.

Namun, jika kamu nggak mau keluar uang yang sedikit lebih banyak untuk memesan makanan di kereta atau tetep mau ngirit, maka solusi terbaiknya adalah membawa makanan atau camilan sendiri dari rumah.

4.       Membawa Bantal Angin dan Aksesoris Pelengkapnya
Ini menjadi penting ketika kamu akan tidur dan beristirahat. Sudut kursi kereta ekonomi adalah benar-benar 90 derajat dan jangan harap bisa direbahkan. Gunanya bantal angin adalah untuk menumpu kepalamu agar tidak terasa pegal saat terbangun atau supaya tidak tersandar di penumpang sebelahmu, jika kamu pergi sendirian. Haha..

Aksesoris pelengkap yang saya maksudkan adalah seperti earphone, penutup mata, dan jaket. Ini adalah hal yang saya selalu bawa ketika melakukan perjalanan malam dengan kereta ekonomi. Kenapa earphone? Ya, tidak jarang di tengah malam pun, ada banyak dari mereka yang masih cekakak-cekikik atau bahkan ada bayi yang menangis. Tidur pun mungkin akan terganggu karenanya.

Lalu penutup mata? Ya, ini adalah kereta api, bukan bis malam atau bahkan pesawat yang di malam hari lampu kabin dimatikan. Di kereta api, lampu akan terus tetap menyala, jadi bagi kamu yang terbiasa tidur dengan kondisi gelap, maka ini menjadi aksesoris pelengkap yang sangat penting.

Terakhir, yang paling utama buat saya adalah jaket! Sepanas apapun kamu berangkat dengan kereta ekonomi di sore atau siang hari, rasakan dinginnya hembusan AC selepas jam 1 atau jam 2 pagi. Pada jam-jam tersebut hembusan AC semakin tak tertahankan dinginnya, bahkan tidak jarang kaca kereta pun berembun karenanya. Jadi sebaiknya, kamu bener-bener bawa dan pakai jaket saat bepergian menggunakan kereta ekonomi ber-AC ini.


Happy Traveling!

pict 1 source: http://www.tempo.co /

pict 2 source: http://www.hipwee.com/
pict 3 source: https://archipelagood.files.wordpress.com/

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK