Selamat Pagi dari Armor Kopi, Tahura, Bandung!

September 15, 2016

Ketika Taman Hutan Raya di Bandung ramai karena sebuah warung kopi. Ya, Armor Kopi, kafe kopi ini berada di dalam Hutan Wisata Djuanda, Dago, Bandung. Kalau nggak salah denger, warung kopi ini berdiri sekitar pertengahan tahun 2015 lalu dan mulai eksis ketika banyak orang yang meng-upload foto-fotonya di Instagram. Gue mencari tahu apa arti kata Armor, yang ternyata singkatan dari ARabika Multi ORigin. Armor Kopi menjadi warung kopi yang buka paling pagi di Bandung, yaitu pada pukul 8 (weekend) dan pukul 9 (weekday). Armor Kopi punya tempat yang khas dan menyatu dengan alam (cieelaah)… karena hampir keseluruhannya bernuansa kayu, membaur dengan pohon-pohon hutan tinggi di sekelilingnya. Pohon-pohon pinus nan menjulang tinggi yang membuat suasana pagi di Armor Kopi ini terasa adem dan sejuk.

Gue tiba di Armor Kopi Tahura Bandung sekitar pukul setengah 9 pagi di hari Sabtu dan parkiran THR Djuanda pun udah bener-bener penuh kendaraan baik roda 2 maupun roda 4, ajegile! Akhirnya gue memarkirkan kendaraan sedikit jauh dari lokasi Tahura, tepatnya setelah pertigaan menuju Tebing Keraton. Ya, hitung-hitung jalan kaki dan olahraga pagi sedikit, biar kurus ki!

Ketika gue masuk ke lokasi Tahura Djuanda ini, tiba-tiba ada seseorang datang menghampiri dan memberitahu bahwa biaya masuknya 10.000 Rupiah per orang. Gue pun nggak memberinya uang begitu aja, karena dari awal udah curiga dengan si bapaknya itu. Meminta uang tapi nggak bawa kertas apapun di tangannya. Gue tanya balik “Resmi nggak? Saya mau kertas buktinya!”, kemudian si bapak menjawab dengan entengnya “Kalo resmi 12.000 mas, sama saya 10.000 saja”. What, seriously?! “Saya nggak mau!, kalau resmi saya mau! Nggak apa-apa mahal!” Akhirnya dengan muka putus asa, si bapak mengarahkan gue ke loket untuk membayar tiket masuk Tahura Djuanda secara resmi. Hahaha…

(Intinya, gue nggak masalah harga tiketnya lebih mahal, karena itu resmi dan tentunya akan ada laporan dari potongan tiket yang diberikan ke para pengunjungnya. Semua itu akan bermanfaat untuk kita juga, karena pemasukannya digunakan untuk perawatan dan pembangunan tempat wisata itu sendiri. Lah kalau masuk ke kantong si bapaknya?)
armor kopi tahura
nuansa kayu yang membaur dengan sekitarnya
armor kopi
ajegile padahal masih pagi, udah rame aja
armor kopi bandung
antrii coiii...
foto di armor kopi
tempatnya emang instagramable 
menu armor kopi bandung
nah ini menu minuman sama makanannya
brewing armor kopi
ngeliatin masnya brewing
Gue emang bukan penikmat dan pecinta kopi sejati, jadi saat itu gue nggak memesan kopi dan nggak bisa menceritakan rasa kopi di sini (payah lu ki!). Gue pergi bersama enam orang temen dan memesan teh hijau, teh hitam, cireng, tahu isi, singkong, dan pisang goreng. Semua rasanya enak, terutama cireng dan singkongnya. Cirengnya nggak terlalu berminyak dan bumbu rujaknya yang bikin rasa cirengnya semakin enak. Singkongnya juga digoreng kering, krenyes di luar tapi tetep empuk di dalemnya, lagi-lagi sambelnya yang bikin rasa makanan utamanya jadi lebih enak. Untuk tahunya, sorry to say nih, menurut gue nggak ada rasanya sama sekali, tepungnya dan bahkan isi sayur di dalem tahunya nggak ada rasanya, hambar. Selanjutnya, adalah pisangnya yang rasanya ya pisang goreng seperti pada umumnya, nggak ada yang spesial sih, kalau ada yang bilang enak mungkin karena suasananya kali ya. Terakhir adalah teh-nya yang juga menurut gue nggak ada yang spesial, rasanya sama seperti rasa teh-teh pada umumnya.
singkong goreng armor kopi
singkong goreng dan cocolannya yang enak itu
cireng armor kopi
cireng dan bumbu rujaknya yang bikin endess
pisang goreng armor kopi
rasa pisangnya dominan manis dari susu kentalnya
sarapan di armor kopi
susah ini fotonya, ribet, haha...

Maaf kalau gue lupa harganya;
Teh Hijau & Teh Hitam : (7 dari 10)
Cireng Goreng : (8 dari 10)
Singkong Goreng : (8 dari 10)
Tahu Isi : (7 dari 10)
Pisang Goreng (7 dari 10)

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK