Pinus-Pinus Imogiri yang Saling Berbisik!

3:53:00 AM

Bagi yang pernah ke Kebun Buah Mangunan pasti tahu tentang keberadaan objek wisata satu ini. Ya Hutan Pinus Imogiri, menjadi salah satu objek wisata yang wajib kamu kunjungi ketika berada di daerah Dlingo, Imogiri, Bantul. Hamparan area hutan pinus yang sangat rindang akan membuat pikiranmu tenang dan nyaman. Objek wisata ini menurut saya sudah well-organized dengan adanya biaya tiket masuk yang digabung dengan biaya parkir kendaraan di sana. Lahan parkirnya cukup memadai untuk menampung banyak kendaraan roda 2, roda 4, dan bahkan bis pariwisata. Untuk roda 2, tiketnya dikenakan 6.000 Rupiah dan roda 4 tiketnya sebesar 10.000 Rupiah.

Di kawasan hutan pinus ini kamu juga bisa menyewa hammock untuk digunakan berfoto ataupun sekedar bersantai, biayanya sekitar 10.000 Rupiah. Jika kamu terus mengikuti jalan setapak yang ada di hutan pinus ini, maka kamu akan dibawa menuju ke puncak tebing. Ada 2 gardu pandang yang bisa kita naiki untuk menikmati pemandangan dari atas ketinggian. Ketika berada di kawasan hutan pinus Imogiri ini, seringkali saya melihat ke arah atas. Melihat ranting-ranting pinus yang saling beradu, berdecit terkena sapuan angin, seolah mereka sedang berbicara satu sama lain dan membicarakan kami-kami yang sedang berada di bawahnya. Bayangan itu terus muncul, ratusan pohon-pohon pinus raksasa yang bisa berbicara dan kami adalah liliputnya yang sedang mampir ke rumahnya.

Saya berkujung pada tanggal 18 Agustus 2016, bukan tanggal merah dan bukan weekend. Suasananya masih terbilang ramai untuk weekday, saya tidak bisa membayangkan betapa membludaknya manusia disini ketika weekend atau hari libur.
hutan pinus imogiri
area kawasan hutan pinus Imogiri
gardu pandang hutan pinus
gardu pandang yang ada di kawasan hutan pinus Imogiri
spot foto hutan pinus imogiri
area berfoto-foto favorit di sini
jaga kebersihan di tempat wisata
tetap jaga kebersihan ya!
Jajaran kios-kios penjual makanan dan minuman berada di area parkir. Ketika pertama kali datang, ada satu warung dengan papan menu yang menarik perhatian saya. Di papan menu tersebut bertuliskan “Tiwul Sambal Terong”!! Bagi yang belum tau tiwul, tiwul adalah makanan khas daerah Gunung Kidul yang dahulu dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Tiwul terbuat dari singkong yang ditumbuk menjadi lembut. Saya sudah sering makan, namun yang saya tahu kalau tiwul biasanya dicampur dengan gula merah. Jadi singkong yang setengah matang ditumbuk bersama gula merah, diaduk, dicampur menjadi satu, dan kemudian ditanak lagi hingga benar-benar matang dan gula merahnya pun meleleh bercampur singkong tumbuknya. Nah ini yang membuat saya menarik, tiwul dengan sambal terong? Gimana rasanya? Setelah mencicipinya, ternyata singkongnya ditumbuk tanpa menggunakan gula merah. Jadi rasanya plain dan tekstu tiwulnya lebih keras. Tapiiii… yang bikin enak ketika dimakan dengan sambel terongnya. Maknyus! Jadi memang tidak salah jika dahulu tiwul ini dikonsumsi sebagai pengganti nasi oleh warga Gunung Kidul.
ini nih warung yang jualan tiwul sambel terong
ini tiwul dan sambel terongnya, enak lo rasanya!

Happy Holiday!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+