Apasih Menariknya Saigon (Ho Chi Minh City)?

June 02, 2016


Kesan pertama saat traveling ke Saigon (Ho Chi Minh City) adalah rameeee bangeeet!! Beneran nggak jauh beda sama Jakarta di sini, karena orang-orangnya pun masih satu wajah. Hmm.. maksudnya wajahnya masih familiar bagi kita dan nggak terasa asing.  Tapi semirip-miripnya sama Jakarta ada banyak hal berbeda yang bakalan bikin liburanmu di HCMC ini lebih berkesan dan menarik.
ho chi minh city
salah satu pedagang di Vietnam dengan caping khasnya
saigon hcmc
topi caping ini banyak di jual di pusat oleh-oleh (di Indonesia?)
Pertama adalah para pengguna motor yang menurut saya jauh lebih banyak dan lebih semrawut daripada di Jakarta. Pas lampu hijau nyala, itu motor-motor kayak gerombolan semut yang mau nyerbu donat. Hahahahah... Yang lucunya lagi itu helmnya deh, masih pake helm model batok yang kalau di Jakarta udah di semprit sama pak pol. Nggak ada yang pake helm half face apalagi full face, malah jatohnya aneh kali di sini. Oh ya, motornya juga lucu-lucu bentuknya, jarang juga yang pake motor cowok (motor yang tangkinya di depan atau motor kopling). Trus, disini kalau mau nyebrang jalan raya, jangan tengok kanan ya! Hahahaha.... iya disini jalurnya berkebalikan dari Indonesia karena kendaraan roda empat mempunyai setir di sebelah kiri.
helmet vietnam
eaaa helm batok...
kabel semrawut di saigon
kabelnya ribet bin semrawut
motor di saigon
motornya rata-rata matic
Eitssss, tapiii walaupun keliatannya semrawut tapi mereka tertib dan menghormati para pejalan kaki. Di lampu merah mereka bener-bener berhenti semua di belakang garis dan nggak ada yang seenaknya berhenti di jalur pejalan kaki yang mau nyebrang. Ketika jam macet di kota dan hari weekday, saya memperhatikan disini nggak ada yang namanya motor itu slunang-slunung naik trotoar lo. Emangnya orang-orang yang ngakunya berpendidikan di Jakarta!
lalu lintas di saigon
suasana kota Saigon di sore hari pada jam kerja
kendaraan motor di saigon
ramenya bukan main
Jalan Pham Ngu Lao merupakan sentral dari pusat backpacker disini, suasananya nggak jauh beda sama kawasan Mangga Dua mungkin kali ya. Hahaha... Yang paling epic disini adalah kabel-kabel listrik yang beneran nggak karuan bentukannya. Saya kembali mikir, perasaan di Jakarta nggak separah ini deh. 

kabel listrik di hcmc
kabelnya ya ampun
Nah kalo buat yang muslim, cari makan di sini emang agak sedikit susah sih karena rata-rata mereka menjual babi. Hampir semua warung pinggir jalan di Saigon menyediakan menu babi, kecuali memang itu warung atau restoran ada tulisannya Halal ya. Kalaupun ada denger-denger memang harganya bisa 3X lipat mahalnya dari harga normal. Ya, kalau saya sih saat itu mencari makanan di pinggir jalan aja, saya lihat dulu menunya dan tanya yang tidak menggunakan babi atau nggak. Kalau kata orang Islam, yang penting Bismillah dulu sebelum makan.

Ada hal yang membuat saya sedikit terenyuh saat berhenti di sebuah warung makan pinggir jalan. Saya sudah mengerti kalau warung tersebut menyediakan menu babi, namun saya meminta agar mi yang disajikan tidak usah memakan daging apapun. Tetapi si Ibu menolak saya dengan senyuman ramah dan kemudian memanggil anaknya. Anaknya menjelaskan kepada saya menggunakan Bahasa Inggris yang fasih bahwa kami masih menggunakan alat masak yang sama untuk memasak daging babi, jadi si anak dan Ibunya ini meminta maaf karena tidak bisa menyajikan makanannya kepada kami. Padahal kami berdua sebenarnya tidak terlalu bermasalah akan hal itu. Ah baiknya!
kaki lima di saigon
salah satu pedagang kaki lima di Saigon
Nah asiknya lagi, ketika ke Saigon kamu berasa jadi orang kaya. Gimana nggak, mata uang disini (VND = Vietnamese Dong) lebih rendah daripada Rupiah. Gini bayangkan aja beli baguette isi sayuran yang porsinya gede banget di pinggir jalan harganya itu 15.000 VND, nah kalo di Rupiah-kan itu sekitaran 8500-9000 an doang! Muraaaah kaaaan!!! Terlebih jumlah nominal di mata uangnya pun sama, jadi tidak terlalu bingung ketika menghitung pengeluaran atau saat akan membeli sesuatu  disana.

Terakhir yang mungkin patut dibanggakan adalah nasionalisme penduduk Vietnam yang luar biasa! Di jalan raya hampir di setiap meternya terpasang bendera Vietnam dan yang patut dibanggakan lagi adalah mereka sangat menghormati penjuang negaranya, yaitu Uncle Ho. Ya, Paman Ho disini beneran dijunjung tinggi dan sangat dihormati, terbukti dengan adanya patung Uncle Ho yang sangat besar di depan gedung parlemen, lalu di dalem kantor posmjuga terdapat sebuah lukisan Uncle Ho yang berukuran besar.

kantor pos saigon
kantor pos Saigon
gedung parlemen saigon
gedung parlemen Saigon
Suasana malamnya juga asik kok, kebanyakan mereka pada ngumpul di depan gedung parlemen atau taman yang nggak jauh dari Pasar Ben Thanh. Mereka seolah nggak menggubris tentang padatnya jalanan yang ramai ataupun suara klakson yang menderu berulang kali. Mereka asik-asik aja main skateboard, hoverboard, dan lainnya. 
malam hari di saigon
suasana kota Saigon di malam hari
Pada intinya, Saigon atau Ho Chi Minh City ini tetaplah menjadi destinasi yang menarik untuk kamu kunjungi. Penduduknya ramah, harga-harganya murah, dan akses menuju kesini pun terbilang mudah. 

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+