Pantai Kelingking, Nusa Penida: Berbentuk Seperti Ikan Paus atau Jari Kelingking?

November 16, 2016

pantai kelingking

Sebenarnya sejak tiba di Nusa Penida, kami sedikit kebingungan tentang gambaran dari masing-masing wisata yang sudah masuk itinerary. Misalnya saja seperti apa itu Mata Air Tembeling, Banah Cliff, dan sekarang Pantai Kelingking. Kami pun nggak bisa dengan mudahnya browsing melalui smartphone disana, karena walaupun ada sinyal, namun hanya bisa digunakan untuk telepon dan sms saja. Kami berdua pun tebak-tebakan dan hanya bisa mengira-ngira saja dari setiap nama yang ada.

Perjalanan dari Banah Cliff menuju Pantai Kelingking ini sedikit diwarnai dengan kebingungan, bukan sedikit sih tapi banyak. Haha.. Nyasar kesana kemari, bolak-balik melewati jalan yang salah dan bahkan buntu, sampai pada akhirnya bertemu dengan seorang pemuda yang memberikan pencerahan kepada kami. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Banah Cliff untuk bisa sampai di Pantai Kelingking, kalau nggak nyasar ya. Hehe.

Hasil tebak-tebakan kami berdua, Pantai Kelingking ini adalah sebuah pantai yang landai, namun setibanya di tempat parkir mengapa berbentuk seperti perbukitan. Kami terus menyusuri jalan setapak disana dan alangkah kagetnya ketika sampai di ujung jalan dengan sebuah Pura. Waaaaawww….!! Ternyata ini yang dinamakan Pantai Kelingking! Ya, ya, ya gue inget! Sebuah view spot yang sama seperti Banah Cliff, dengan pemandangan sebuah bukit yang menjorok ke lautan. Bukit tersebut berbentuk seperti ikan paus atau juga bisa tampak seperti jari kelingking (mungkin itu kenapa dinamakan Pantai Kelingking). Sok tau deh ki! Oh iya, katanya sih di bawah sana merupakan diving spot yang keren, masih banyak terumbu karang berwarna-warni yang hidup dan juga habitat dari ikan pari manta.
kelingking beach nusa penida
bentuknya lucu, eh!
pantai kelingking nusa penida
tebing-tebing tinggi di Pantai Kelingking
Terik matahari yang menyengat nggak memudarkan niat gue untuk bisa menikmati pemandangan yang sangat indah disana. Saat sedang asik-asiknya mengambil foto, tiba-tiba datang segerombolan cewek-cewek yang sangat heboh dan ceria. Mereka pun bertanya kepada kami berdua darimana asal kami dan ketika kami menjawab “Jakarta” mereka berteriak histeris. Hahahaha…. Kenapa deh?! Obrolan pun berlanjut hingga kami saling melontarkan pertanyaan satu sama lainnya. Ternyata mereka ini asli penduduk Nusa Penida yang sangat senang jika bertemu dan berkenalan dengan orang yang berkunjung ke daerahnya. Kami pun diminta untuk berfoto bareng dan alangkah terkejutnya karena kami disuruh untuk mem-follow Instagram mereka yang katanya berisikan foto-foto spot di Nusa Penida.
kelingking nusa penida
hahaha.... mereka hebring banget.......
Mereka kemudian pulang, kami masih disana, dan pengunjung lain pun datang. Kali ini adalah rombongan wisata yang berjumlahkan 8 orang dengan 2 orang pemandu wisata. Kami juga mengobrol banyak hal dengan mereka yang berasal dari Solo dan Flores. Salah seorang pemandu wisata yang merupakan warga asli Nusa Penida menjelaskan dan bercerita tentang Pura yang berada di depan kami.

Menurutnya, dahulu Pura tersebut berada di ujung bukit yang menjorok ke laut. Namun saat itu hanya umat Hindu laki-laki lah yang bisa mencapainya untuk bisa beribadah, sedangkan umat perempuannya tidak bisa menjangkaunya karena jalannya terlalu jauh dan terjal. Banyak umat Hindu perempuan yang menangis karena ingin beribadah di Pura tersebut. Tiba-tiba, suatu pagi para umat Hindu dikagetkan dengan Pura yang berpindah dari ujung bukit ke atas bukit yang lebih dekat.
pantai kelingking bali
pura yang dimaksud si bapak pemandu wisata
kelingking beach bali
nggak bisa sembarangan masuk, harus menggunakan kain penutup
Mendengar hal demikian, gue pun percaya nggak percaya sebenarnya. Namun memang hal-hal mistis yang nggak masuk di akal memang kerap kali terjadi di Indonesia. Diluar dari hal itu semua, Pantai Kelingking ini menurut gue harus dikunjungi ketika berkunjung ke Nusa Penida dan menjadi aset pariwisata Indonesia yang benar-benar harus dijaga. Semoga keelokannya masih bisa terus dinikmati sampai kapan pun dan terhindar dari ulah tangan-tangan usil wisatawan yang nggak bertanggung jawab.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK