Hijau dan Damainya Desa Adat Panglipuran. Yuk, Mampir Kesini!

December 13, 2016

desa adat panglipuran
Desa Adat Panglipuran
"Seandainya bisa hidup dan tinggal disini; damai, nyaman, tentram", itulah yang terbesit di pikiran pertama kali ketika gue berkunjung ke Desa Adat Panglipuran. Terletak di Kabupaten Bangli, Bali,  ini menjadi sebuah desa yang mungkin diidam-idamkan banyak orang. Bersih, rapi, dan asri, benar-benar semuanya tertata dengan apik, terlebih lagi lokasinya berada di dataran tinggi yang semakin menambah kenyamanan desa ini karena suhu udara yang cukup sejuk dan dingin.

Berkunjung ke Desa Adat Panglipuran saat weekday sangatlah menyenangkan karena tidak banyak orang dan wisatawan lainnya yang datang, hanya ada beberapa saja pengunjung disini. Hal itu semakin menambah suasana tenang dan damai. Untuk bisa berkeliling Desa Adat Panglipuran kita akan dikenakan biaya tiket retribusi masuk sebesar 15.000 Rupiah per orangnya. 

Sejajar dan rapinya barisan rumah di sana yang membuat Desa Adat Panglipuran ini menjadi lebih menarik daripada desa adat lainnya di Bali. Penduduknya pun sangatlah ramah ketika ada wisatawan yang datang, mereka tidak segan untuk sekedar memeberikan senyuman kepada siapapun. Lalu, di setiap rumah disana kamu juga bisa mampir lo ke dalamnya. Banyak dari mereka yang berwirausaha menjual berbagai macam makanan, minuman, dan juga souvenir pernak-pernik khas Bali yang bisa dibeli dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
desa panglipuran
coba lihat, ada sampah yang berserakan?
desa panglipuran bali
mereka hidup dengan damai disini
desa panglipuran bangli
asrinya desa ini!
panglipuran
salah satu warga yang berjualan
Teruslah berjalan mengelilingi area Desa Adat Panglipuran ini, sampai bertemu dengan sebuah Pura besar di ujung jalan. Pura tersebut masih digunakan untuk beribadah umat Hindu disini. Namun memang seperti Pura-Pura lainnya di Bali, tidak bisa sembarang orang bisa masuk ke dalam. Kita sebagai pengunjung hanya bisa melihat dan berfoto di depan gerbangnya saja. 
wisata desa adat bali
petunjuk arah
pura desa adat panglipuran
salah satu pura di Desa Adat Panglipuran
Nah, lanjut menuju jalan kecil yang ada di sebelah Pura ini maka kamu akan tiba di Hutan Bambu. Pertama kali gue melihat papan petunjuk bertuliskan Bamboo Forest, gue agak sedikit kurang tertarik. Ya memang itu adalah hutan bambu, sama seperti mungkin kebanyakan hutan bambu yang ada di tempat lainnya. Eh, tapi ternyata ketika sampai di area hutan bambu tersebut, kata "wah" bisa terucap dari mulut gue. Ini hutan bambu yang beneran buaaanyaaak banget bambunya dan ukurannya raksasa semua. Sampai-sampai bambu-bambu panjang di sisi jalan itu membentuk sebuah terowongan raksasa. Unik! Kemudian, saat gue berjalan kembali ke arah parkir motor, kebetulan di sebuah sudut jalan sedang ada sejumlah orang yang sedang beribadah. Ternyata setelah gue bertanya kepada warga di sekitar, kalau itu adalah upacara pembersihan diri untuk keluarga. Jadi yang berada di sana untuk beribadah adalah satu keluarga besar.
hutan bambu bali
hutan bambunya!
 upacara adat bali
upacara adat
upacara keluarga di bali
mereka semua satu keluarga
upacara adat desa panglipuran
indahnya melihat aktivitas ibadah di sini
Jadi jika kamu ke Bali, Desa Adat Panglipuran menjadi destinasi alternatif selain pantai, gunung, ataupun air terjun. Menikmati damainya sebuah desa disini dan melihat aktivitas warga disana, menjadi pengalaman berbeda yang tak terlupakan.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK