Mencoba Gaul di Bawah Payung-Payung Cantik La Plancha Seminyak!

Desember 21, 2016

Wuaaaah…. Tempat ini memang luar biasa kece buat anak muda kekinian, karena tempatnya instagramable. La Plancha seolah menjadi kunjungan wajib bagi mereka yang datang ke Bali. Nggak salah sih, karena gue akui tempat ini beneran bagus dan keren.

Lokasinya ada di Seminyak, tips dari gue, jangan sekali-kali ke sini pakai navigasi google maps, karena location yang ada di sana itu ngaco. Terbukti ketika gue ke La Plancha dan mengandalkan google maps atau waze, nyasar kesana kemari sampai masuk-masuk gang kecil.

Sebenernya patokannya gampang, kalau udah ketemu Grandmas Hotel Seminyak, jalan terus aja jangan belok kiri. Lurus terus sampai mentok, nah baru belok kiri ke jalan kecil yang nggak bisa dilewati mobil. Ketemu deh La Plancha, bangunan paling ramai dengan lampion bergelantungan di atas pohon, cakep banget!
la plancha
cantik banget kan ini luarnya...
Gue sengaja mencoba dua suasana berbeda di La Plancha, yaitu ketika  sunset dan malam. Triknya adalah datang sekitar jam setengah lima sore dan cari kursi berpayung. Kalau makanan sudah diantar, nggak perlu buru-buru makan dan langsung menghabiskannya. Tujuannya supaya nggak diusir pelayannya karena makanannya sudah habis (trik jahat, tapi ampuh).

Kenapa harus begitu ki? Iya, karena buat mendapatkan duduk di La Plancha itu nggak mudah dan bahkan harus rela menunggu yang belum kelar. Terbukti, buat mendapatkan duduk di bean bag  berpayung, gue harus sabar melihat dan mencari pengunjung yang hampir selesai makan. Itu khusus yang bean bag berpayung ya, kalau mau duduk yang tanpa payung, itu jauh lebih mudah karena lebih banyak yang kosong.

Suasana sore di La Plancha beneran asyik, duduk santai di pinggir pantai, hamparan lautan, dan jingganya senja sungguh membuat pengalaman yang tidak akan terlupakan. Ketika malam, suasana akan berubah di La Plancha, lampu berwarna-warni di bawah payung-payung di sini mulai dinyalakan, cantik banget! Suara musik yang tadinya santai, berubah jadi musik jedak-jeduk kenceng banget.
la plancha seminyak
indah banget nyore di sini
la plancha bali
eh bulenya sadar kamera
malem di la plancha
ketika malam, berubah jauh lebih asyik
suasana malam la plancha
lampu-lampunya itu lo yang bikin indah banget
Oh iya, yang mau duduk di bean bag ada syarat dan ketentuannya, bukan minimum order, tapi diharuskan untuk memesan 1 makanan dan 1 minuman. Gue pesan Chicaron, isinya ikan tuna, ikan mahi-mahi, calamari goreng, yang disajikan dengan saus salsa. Harganya Rp80.000, tapi tenang, porsinya banyak dan rasanya pun enak.

Temen memesan Cheesecake & Strawberry Coulis seharga Rp45.000 yang lagi-lagi bisa gue bilang enak, manisnya pas. Nah, yang menjadi masalah di sini adalah minuman yang kita berdua pesan. Ada Iced Double Espresso seharga Rp45.000 dan Spring Natural Water seharga Rp20.000. Bayangan gue untuk kopi espressonya mirip-mirip kafe kopi pada umumnya, atau paling tidak Starbucks lah. Tapi di sini? ZONK!

Kaget bukan kepalang ketika yang datang adalah kopi hitam dengan gelas kecil dan rasanya mirip kopi kapal api pakai es batu! DAMN! Begitu juga dengan Spring Natural Water yang terlihat keren banget namanya. Tapi jangan kaget ketika yang datang hanyalah air mineral botol biasa ukuran 600ml dengan merek nggak jelas.
menu makan di la placha
tuna, mahi-mahi, + calamari, ini enak dan porsinya banyak
kopi di la plancha
tuh tuh kopi 45.000 di pojokan itu... Rupiah gue terbuang nggak sepantasnya
menu la plancha
menu makanannya
minum di la placha
menu minumannya, eh nggak ada radler ternyata
harga makanan di la plancha
minumannya overpriced!

Tapi di luar minuman yang mengecewakan, La Plancha gue rekomendasikan buat yang semua mau ke Bali, beneran asyik dan bagus banget tempatnya.

Chicaron: Rp80.000 (9 dari 10)
Cheesecake & Strawberry Coulis: Rp45.000 (9 dari 10)
Iced Double Espresso: Rp45.000 (1 dari 10)
Spring Natural Water: Rp20.000 (5 dari 10) 

You Might Also Like

0 komentar

FACEBOOK

Member of

ID Corners