Ada Apa Dengan Pisang Epe dan Pantai Losari?

5:00:00 AM


“Ke Pantai Losari, cobain pisang epe-nya!”
“Banyak banget yang jualan pisang epe di sana!”

Sepertinya memang mereka tidak terpisahkan satu sama lain, ketika akan berkunjung ke Makassar, banyak yang menyarankan untuk pergi ke Pantai Losari dan cobain Pisang Epe. Benar aja sih, jam 3 sore di kawasan Pantai Losari ini udah banyak banget pedagang-pedagang pisang epe yang sedang siap-siap membuka lapaknya. Bahkan ada yang sudah dan lagi asik membakar-bakar pisangnya di sana.

Yap, sekitar jam setengah 4 gue dateng dan duduk manis di salah satu meja penjual pisang epe yang lagi asik bakar-bakar. Gile ini mbak-mbak pinter juga jualannya, bukanya lebih gasik dan duluan dari pedagang lainnya. Gue pesen pisang epe cokelat keju dan temen pesen pisang epe pisang keju gula jawa, harganya per porsinya cuma 12 ribu doang. Pisang yang digunakan adalah pisang kepok yang sudah matang, kemudian dibakar, dan digencet. Jadinya membuat tekstur pisang di bagian luar itu menjadi lebih keras karena hasil bakaran tadi, namun masih punya tekstur yang lembut di dalemnya. Bagi yang suka manis, campuran gula jawa emang cocok. Tapi kalau nggak terlalu suka manis, gula jawanya jadi bikin rasanya terlalu manis, menurut gue jadi bikin nggak nikmat makan pisang epenya itu sendiri.
Si mbak penjual pisang epe yang buka gasik
Pisang epe yang siap disajikan
Enak ini sumpah nggak bohong!
Nah pas lagi asik-asik makan, gue iseng liat lembaran menunya. Ya ampun typo-nya banyak banget! Hahahah!! Tapi ada yang bikin gue mengernyitkan dahi yaitu tulisan “Jus Piyu”, what the hell is that! Karena gue penasaran, bertanyalah ke si mbak-mbak blink-blink yang pakai cincin, gelang, dan kalung emas banyak banget. Katanya jus piyu itu adalah jus jeruk yang dicampur dengan susu putih. “turs kenapa namanya jus piyu?” “nggak tahu saya juga mas, orang-orang di sini nyebutnya gitu”. Lah! Pesenlah gue segelas jus piyu yang awalnya gue ragu sama rasanya. Ternyata setelah dicoba, ulala enak coi! Rasanya unik dan seger banget beneran deh! Harga segelasnya juga cuma 12 ribu aja, cocok banget lah diminum di pinggir pantai kayak gini.
Es piyu. Enak juga ternyata!
Mulai sekitar jam 5 sore, kawasan Pantai Losari ini baru mulai terlihat hidup. Orang-orang mulai banyak berdatangan memenuni seluruh area di sini. Kebetulan ada kapal phinisi yang sedang merapat di Pantai Losari, hal itu membuat pemandangan matahari tenggelam di Pantai Losari menjadi berbeda dan sangat indah. Sebenernya bisa masuk ke dalem bagian kapalnya untuk foto-foto karena diperbolehkan untuk umum, tapi guenya udah males ngeliat ramenya orang di kapal itu, jadinya nggak ke sana deh.

Spot foto di kawasan ini banyak banget, yang paling terkenal memang tulisan Pantai Losari ya. Namun sekarang sudah dibuat banyak tulisan baru seperti City of Makassar dan 4 kelompok suku terbesar di Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja). Semuanya menjadi spot yang menarik sambil menunggu matahari tenggelam di Pantai Losari ini.  
Suasana kalau siang, sepi karena puanas banget
Banyak spot foto di sini
Kalau sore mulai rame nih
Scenery yang luar biasa indah
Suasana malamnya jadi tambah asik
Di Pantai Losari ini juga ada WC umum dengan penjaga yang lumayan bersih dan bahkan bisa digunakan untuk mandi. Biayanya 2000 Rupiah untuk buang air kecil dan 5000 Rupiah untuk mandi, letaknya ada di dekat tulisan Pantai Losari.

Ternyata semakin malam di sini, suasananya juga semakin rame. Banyak orang yang sekedar duduk, ngobrol santai sama temennya, dan melakukan berbagai macam aktivitas lainnya. Kawasan Pantai Losari ini udah sepaket komplit lah, kalau kelaperan juga di seberang ada kawasan kuliner yang satu jalannya penuh dengan penjual makanan dan kuliner khas.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+