Kete Kesu: Ternyata Kuburan Batunya Yang Lebih Menarik Perhatian!

February 12, 2017

Sebenernya ada banyak objek wisata seperti Kete Kesu di Toraja ini, salah satunya adalah Pallawa. Namun Kete Kesu lebih banyak diketahui oleh wisatawan karena jaraknya yang lebih dekat dari pusat kota Rantepao dengan jalan yang lebih bagus tentunya. Ya, Kete Kesu merupakan sebuah desa adat Toraja yang di dalamnya terdapat jajaran rumah-rumah Tongkonan. Tapi ada yang membuat Kete Kesu ini lebih menarik daripada wisata rumah adat Tongkonan lainnya, yaitu adanya objek wisata lain seperti kuburan batu yang ukurannya cukup besar dan tinggi.

Pas gue dateng ke Kete Kesu sekitar jam 9 pagi, mobil nggak diperbolehkan masuk ke dalam area parkirnya. Nggak bisa masuk bukan karena masih tutup melainkan sedang ada sterilisasi tempat, karena sang wakil presiden Jusuf Kalla akan berkunjung ke Kete Kesu. Wah? Baiklah! Akhirnya mobil kami parkirkan di pinggiran jalan yang nggak jauh dari pintu masuk Kete Kesu. Di area ini sudah banyak sekali penjagaan dari ABRI, Polisi, dan Paspampres Kepresidenan dengan setelan jas yang rapi. Kami membayar biaya retribusi sebesar 10 ribu Rupiah dan berjalan menuju 2 orang staff kepresidenan yang sedang memeriksakan pengunjung yang masuk. Diperiksa ternyata nggak scanning lewat begitu aja, isi tas benar-benar harus dibuka dan diperlihatkan satu per satu isinya apa saja. Ulala! Ketika sedang asik diperiksa saya bertanya “kapan pak JK datang?” dan si staff kepresidenan itu menjawab dengan ramah “oh ya, jam 10 mas sudah kembali ya karena di dalam harus sudah steril”, “oh oke pak!”. Gue pun berjalan meninggalkan area pemeriksaan yang ketat tadi dan ternyata di dalam pun lebih banyak lagi pasukan pengamanan yang malah asik berfoto-foto. Lah! 
kete kesu
desa adat Kete Kesu di Tana Toraja
rumah adat tongkonan
banyak amat penjagaannya
Gue berfoto-foto sebentar di area rumah adat Tongkonan ini dan melanjutkan ke area yang lebih dalam lagi, yaitu menuju kuburan batu. Sepanjang jalan menuju kuburuan batu ini, banyak kios-kios penjual oleh-oleh dan makanan. Sesampainya di area kuburan batu, gue beneran takjub karena itu merupakan sebuah tebing batu yang sangat tinggi. Hal yang bikin gue bingung lagi adalah bagaimana ya orang bisa melubangi batu tapi di bagian tebing yang paling atas di sana. Hmm… Nah kuburan batu di Kete Kesu ini lebih horror daripada kuburan batu lainnya yang sebelumnya gue datengin. Kenapa? Banyak banget tengkorak-tengkorak yang keleleran di atas tanah. Omegat berasa tulang ikan, itu tulang mayat manusia yaaa… 

Perasaan lebih merinding lagi ketika melihat patung-patung yang di taruh di dalam lubang batu dan di kunci dengan pagar besi. Jalan lagi ke atas, di tebing-tebing batu itu banyak peti-peti mati yang ditaruh di luar, bukan di masukkan ke dalam batu tersebut. Bikin suasananya makin nggak enak, soalnya itu isinya mayat ya bukan cuma pajangan doang. Berjalan mengikuti anak tangga sampai mentok yang ternyata adalah sebuah gua. Si Aji menjelaskan kalau kita bisa masuk untuk melihat isi dalam gua itu, si Aji mempersilahkan gue dan Andi masuk karena dia udah pernah. Ah kampret lau Ji! Okelah gue dan Andi ribut heboh sendiri siapa yang mau masuk duluan ke dalem, sampai ada rombongan tiga orang yang pengen masuk juga. Akhirnya kita mengikuti mereka masuk ke dalem gua. Jalurnya sempit dan licin karena dasarnya adalah tanah liat yang licin. Penerangan hanya menggunakan sinar flash dari hape gue aja. Ketika berjalan lumayan jauh sampai bertemu dengan sebuah ruangan di dalam gua yang lumayan besar, kami berdua dan tiga orang tadi berfoto-foto di dalam. Suasana masih biasa saja, sampai kemudian tiga orang tadi pamit pergi kembali ke atas dan gue tau-tau merinding ketakutan. Antara bingung mau buru-buru pergi tapi tanahnya licin, tapi kalau nggak segera pergi gue takut ada yang nyolek dari belakang karena beneran gelap gulita. Tidaaaaak!! Akhirnya kita berhasil keluar dan ternyata baru tau denger pembicaraan orang lain kalau gua itu juga digunakan untuk menyimpan mayat. Wait what?!
kuburan batu toraja
nih batu yang bentuknya tebing tinggi banget
peti mati toraja
bentuk peti matinya
tengkorak manusia
ini tulang manusia lho ya
kuburan manusia
serem coi lama-lama di sini
tengkorak manusia di toraja
semakin lama semakin bikin merinding
gua kete kesu
nih pintu masuk gua-nya
pintu masuk gua kete kesu
sempit dan licin masuk ke dalem
Jam menunjukkan pukul 10 yang gue baru inget kalau kita harus udah keluar dari area Kete Kesu ini. Tapi anehnya masih banyak orang yang malah baru masuk dan datang ke dalem. Yasudah, kita bertiga mampir di salah satu penjual oleh-oleh di sana. Si Andi pengen beli gantungan kunci dan tempelan magnet, gue beli gelang dan kain syal seharga 20 ribu aja. Kemudian kita bergerak ke arah luar yang ternyata pak JK belum datang dan ketika bertanya kepada salah seorang di sana bahwa belum tahu sang wapres datang jam berapa. Ya ampun! Semangat bapak-bapak berjaganya!

Jadi, Kete Kesu termasuk wisata di Toraja yang mudah dijangkau dan harus dikunjungi. Saran terbaik sih ke sini pagi hari karena suasananya masih adem dan nggak terlalu panas. Oh iya, harga yang ditawarkan pedagang oleh-oleh di sini masih termasuk murah daripada di pasar sore Rantepao lho. Tapi tetep ya, harus ditawar dulu setengah harganya! Wajib itu! Happy holiday!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+