Kuburan Batu Lokomata Yang Bikin Bulu Kuduk Merinding!

Februari 06, 2017

kuburan batu lokomota


Lokomota menjadi tempat wisata terjauh, tertinggi, dan terdingin yang gue datangi selama di Toraja. Ya, karena memang lokasi dari Kuburan Batu Lokomata berada di lereng Gunung Sesean (gunung tertinggi di Toraja). Selama perjalanan ke Lokomata gue selalu bergumam;

“ini kapan sampainya ya?”
“ini dingin banget, nggak bohong gue!”

Ada sekitar 1 – 1.5 jam perjalanan dari Kota Rantepao ke Batutumonga dengan trek jalan yang lagi-lagi sempit, berkelak-kelok, menanjak, dan rusak. Terlebih lagi saat gue ke Lokomota, baru aja kelar turun hujan, jadi bisa terbayang licinnya jalan dan dinginnya suhu udara di sana. Tapi di luar dari licinnya jalan dan dinginnya suhu udara di sana, pemandangan yang bakalan didapatkan saat menuju ke Batutumonga ini bener-bener bikin orang kota kegirangan kayak anak kecil. Saking takjubnya pas lihat pemandangan itu, temen yang lagi bawa motor langsung gue tepuk pundaknya untuk berhenti sebentar. Kapan lagi gue bisa liat dan menikmati pemandangan yang nggak bakalan gue temui setiap hari di Ibukota, ya kan?

Setelah melewati hutan, persawahan, dan bukit, tanda-tanda kalau lo sudah sampai di daerah Batutumonga adalah bertemu dengan kawasan yang sudah tertata rapi, sepanjang jalan di kanan kiri sudah mulai banyak hotel dan resort mewah, ini mungkin semacam kawasan Dieng atau Lembang jika di tanah Jawa. Terus saja ke arah atas, nanti lo akan bertemu dengan sebuah bongkahan batu raksasa di pinggir jalan dan itulah yang namanya Kuburan Batu Lokomata. Batu berukuran besar ini menjadi kuburan manusia yang jumlahnya puluhan, mulai yang letaknya di bawah, sampai yang di paling atas. Lokasinya benar-benar di pinggir jalan, jadi mungkin agak kebingungan untuk parkir jika lo membawa kendaraan roda empat.

kuburan batu lokomota batutumonga
persis berada di pinggir jalan raya
kuburan lokomota batutumonga
hati-hati dengan kendaraan yang lalu lalang saat mengambil foto dari kejauhan
Persis di samping Kuburan Batu Lokomata ini ada sungai dengan aliran air yang lumayan deras dan bening, membuat suasana khas yang berbeda dari kuburan-kuburan batu lainnya yang ada di Toraja Utara ini. Pertama, gue sama sekali nggak merinding pas melihat kuburan batu ini, sampai kemudian gue kepo masuk-masuk sendiri ke bagian dalem yang lebih gelap dan lembap. Baru merinding ketika melihat peti-peti mati tua yang terbuka di atas tanah begitu aja, serrrr…bulu kuduk seketika naik dan gue langsung pergi dari tempat itu, syereeem!

kuburan batutumonga
lama-lama diperhatikan bikin merinding juga
kuburan batutumonga toraja
ini peti mati berserakan, bikin bulu kuduk berdiri

Oh iya, sebenernya ada biaya retribusi sebesar 10.000 untuk bisa menikmati Wisata Kuburan Batu Lokomata ini. Pos tiket retribusinya berada di depan warung yang nggak jauh dari lokasi, kalau nggak “ngeh” pasti lo terlewatkan. Sama seperti gue yang terlewatkan, sampai ada anak-anak yang meminta gue uang 10.000. Pertama kali gue pikir anak-anak itu mendatangi pengunjung dan dengan polosnya meminta uang karena mereka pun nggak bilang “uang tiket” ketika meminta, sampai gue tahu kalau uang itu mereka taruh dan dimasukkan ke dalam kotak retribusi di pos penjagaan. Happy traveling!

kuburan toraja lokomata
bocah-bocahnya, masih jaim-jaim foto pertama kali
kuburan lokomata sulawesi
mulai rame dan makin gila... dan malah minta di foto lagi. hahaha

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK