Kuburan Batu Lokomata Yang Bikin Merinding Bulu Kuduk!

1:08:00 AM


Lokomota menjadi tempat wisata terjauh, tertinggi, dan terdingin yang gue datengin selama di Toraja. Ya, karena memang lokasi dari Kuburan Batu Lokomata berada di lereng Gunung Sesean (gunung tertinggi di Toraja). Selama perjalanan ke Lokomata gue selalu bergumam;

“ini kapan sampainya ya?”
“ini dingin banget, nggak bohong gue mah!”

Ada mungkin sekitar 1–1.5 jam perjalanan dari Kota Rantepao ke Batutumonga ini dengan trek jalan yang lagi-lagi sempit, berkelak-kelok, menanjak, dan rusak. Terlebih lagi saat gue ke Lokomota, baru aja kelar hujan, jadi bisa kebayang licinnya jalan dan dinginnya suhu udara di sana. Tapi di luar dari licinnya jalan dan dinginnya suhu di sana, pemandangan yang bakalan didapetin saat menuju ke Batutumonga ini bener-bener bikin orang kota kegirangan banget kayak anak kecil. Saking takjubnya pas ngeliat pemandangan itu, temen yang lagi bawa motor langsung gue tepuk pundaknya untuk berhenti sebentar. Kapan lagi gue bisa liat dan nikmatin pemandangan yang nggak bakalan gue temuin setiap hari di Ibukota.

Setelah melewati hutan, persawahan, dan bukit, tanda-tanda kamu sudah sampai di daerah Batutumonga adalah kawasan yang sudah tertata rapi menurut gue. Kanan kiri jalan mulai banyak hotel dan resort mewah di sana. Ini mungkin semacam daerah kawasan Dieng atau Lembang jika di tanah Jawa. Terus saja ke arah atas, nanti kamu akan bertemu dengan sebuah bongkahan batu raksasa di pinggir jalan yang merupakan kuburan batu Lokomata. Batu berukuran besar ini menjadi kuburan manusia yang jumlahnya puluhan, mulai yang letaknya di bawah, sampai yang di paling atas. Lokasinya benar-benar di pinggir jalan, jadi mungkin agak kebingungan untuk parkir jika kamu membawa kendaraan roda empat.
Persis berada di pinggir jalan raya
Hati-hati  dengan kendaraan yang lalu lalang saat mengambil foto dari kejauhan
Persis di samping batu raksasa Lokomata ini ada sungai dengan aliran air yang lumayan deras dan bening. Membuat suasana khas yang berbeda dari kuburan-kuburan batu lainnya yang ada di Toraja Utara ini. Pertama, gue sama sekali nggak merinding pas ngeliat kuburan batu ini, sampai kemudian gue kepo masuk-masuk sendiri ke bagian dalem yang lebih gelap dan lembap. Baru merinding ketika melihat peti-peti mati tua yang terbuka di atas tanah begitu aja, serrrr…bulu kuduk seketika naik dan gue langsung pergi dari tempat itu. Syereeem!
Lama-lama diperhatikan bikin merinding juga
Ini peti mati berserakan, bikin bulu kuduk berdiri

Oh iya, sebenernya ada biaya retribusi sebesar 10 ribu untuk bisa menikmati Lokomata ini. Pos tiket retribusinya ada di depan warung yang nggak jauh dari lokasi, kalau nggak ngeh pasti kamu terlewatkan. Sama seperti gue yang terlewatkan, sampai ada anak-anak yang meminta gue uang 10 ribu. Pertama kali gue pikir anak-anak itu murni mendatangi pengunjung dengan meminta uang, sampai gue tahu kalau uang itu ternyata mereka taruh dan letakkan di kotak retribusi pos penjagaan.
Bocah-bocahnya, masih jaim-jaim foto pertama kali
Mulai rame dan makin gila... dan malah minta di foto lagi. hahaha

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+