Nyenyaknya Tidur 9 Jam, Makassar - Toraja Pun Bagaikan Kedipan Mata!

5:41:00 AM


Perjalanan 9 jam naik bis bukan hal baru lagi atau hal yang membuat gue panik pusing tujuh keliling, karena gue pernah melakukan perjalanan bis selama 14 jam dari Jakarta ke Jogja dengan kemacetan yang luar biasa parah di Pantura. Kalau cuma 9 jam mah, yaelah belum ada apa-apanya!

Apalagi 9 jam perjalanan Makassar ke Toraja pakai bis yang luar biasa nyamannya milik Litha&Co. Walah, itumah hal mudah buat gue! Beda jauh sama bis Jawa yang sempit, kursinya tipis, dan suspensinya keras walaupun sudah ber-AC. Yap, Litha&Co yang katanya perusahaan bis paling tua, paling lama, dan paling besar di Makassar, jadilah gue mencoba mempercayakan perjalanan ke Toraja dengannya. Lokasi pool bisnya berada di Jalan Urip Sumoharjo, yang plangnya agak sedikit ketutupan sama pohon dan sudah pudar. Siang hari di pool bis ini sepi banget, cuma ada penjaga loket dan beberapa orang aja yang lewat.

Jurusan Makassar – Toraja ada 3 jenis kelas bis dan 4 jam keberangkatan yang bisa dipilih. Bis tanpa AC harganya 125 ribu, AC VIP 150 ribu, dan VIP Masterpiece 170 ribu. Gue pesen yang VIP 150 ribu dan berangkat jam 9 malem. Gue nggak tahu bedanya VIP dan VIP masterpiece yang selisih harga 20 ribu, gue pun nggak nanya sama si petugas di loketnya. Ah dodol! Perkiraan gue sih, kursinya lapis kulit dan jarak antar seat-nya lebih jauh lagi. Nah suasana malem di pool bis ini kontras banget dengan siang hari, rame orang dan penuh dengan bis malem berbagai jurusan, karena emang bis Litha&Co nggak melayani jurusan Toraja aja, tapi ke Palopo dan Mamuju juga.
Tujuan Tator = Tana Toraja
Suasana loket malam hari
Rame cui poolnya kalau malem
Ada kantin jajannya juga
Bis berangkat tepat pada pukul 9 malam dan sempet amazed sama isi dalem bisnya. Satu bis nggak rame penumpang, karena hanya ada sekitar 20an seat aja. Hal ini karena ukuran satu kursi yang lumayan besar dan punya leg room yang super luas. Busa kursi bisnya asli beneran tebel banget dan pas gue duduk langsung blesek ke dalem nyaman banget. Nggak hanya itu, setiap seat-nya punya sandaran betis yang bisa diposisikan hingga sama rata. Jadi ketika posisi sandaran di rebahkan dan sandaran betis sudah naik, serasa punya mini bed berjalan. Masih kurang? Selimut bersih dan wangi plus bantal siap kamu kelonin selama perjalanan menuju Toraja. Selamat tidur!
Bisnya cakep-cakep!
Siap diangkut bray!
Cakep kan dalemnya! Ulala
Kursi tebal nan empuk

Bis Litha&Co sudah pakai air suspension, yang membuat tidak ada hentakan yang berarti selama menghajar lubang yang dalem. Tikungan-tikungan curam pun dilewati bis ini tanpa membuat pusing penumpangnya (sok tau lau ki, padahal denger dari temen, lau kan tidur kayak orang mati!). Hahahahhaha…iya sih gue kebangun sekitar jam 4 pagi di daerah Enrekang, satu kota sebelum Rantepao Toraja. Pemandangan pegunungan, rumah-rumah khas Toraja sudah mulai bermunculan yang masih berselimutkan kabut tebal. Sampai di pemberhentian terakhir yaitu di Pasar Rantepao pada pukul 6 pagi. Sungguh sebuah perjalanan yang mengesankan nggak terasa karena ngorok tidur. Wakakakakak…!!
Turun di pemberhentian terakhir bis Litha&Co

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+