Warung Pong Buri, Toraja Utara: Ada Menu Selain Babi Kok Di Sini!

6:52:00 PM


Temen: “Ki, mau makan dimana?”
Gue: “Bebas Ji, ada yang khas nggak?”
Temen: “Wah mau Ki? Ada sih, tapi….”
Gue: “Babi? Menu selain babi ada kan?”
Temen: “Ada menu ikan juga Ki”
Gue: “Oke, berangkat!”

Itulah percakapan gue ketika baru sampai dan akan mencari makan malam dengan seorang temen kuliah bernama Aji yang sekarang kerja di Sampoerna Pare-Pare. Kurang lebih selama 4 tahun nggak ketemu satu sama lain, membuat percakapan malam itu sangat hangat.

Lokasi Warung Pong Buri ini nggak jauh dari Wisma Maria 1, tepatnya berada di Jalan Pembangunan, Rantepao, Toraja Utara. Gue ke sini sekitar jam 8 malem dan udah mau tutup. Untungnya menu makanannya masih ada untuk meladeni perut kita bertiga yang udah kelaperan.

Warungnya tampak sederhana dan nggak ada yang spesial kalau di lihat dari luar. Sajian makanannya diletakkan di dalam panci-panci besar di depan warung ini. Jadi kita bisa melihat terlebih dahulu apa yang menarik dan apa yang mau kita pesan di Warung Pong Buri ini. Gue sama Andi pesen menu Ikannya dan si Aji pesen menu babinya. Selama menunggu pesanan kami diantarkan, si Aji bercerita kalau di Toraja ini terkenal dengan cabai-nya yang khas dan super pedes. Katanya rasa cabai-nya berbeda dengan cabai-cabai lainnya terutama yang ada di pulau Jawa. Wah penasaran kan gue! (*sok banget lau ki!)
Biasa aja kan warungnya, tapi ini yang paling diburu
Setelah pesanan datang, ternyata Ikannya diolah seperti rawon berkuah hitam. Ikannya pakai ikan gabus yang ukurannya gede banget. Rasa kuah yang dominan terasa kluweknya (gue nggak tau bahasa Torajanya apaan) cenderung lebih light daripada kuah rawon pada umumnya di tanah Jawa. Haha sok Inggris lau ki! Maksudnya kuahnya nggak sekental, sepekat, dan sekuat kuah rawon. Enak sih, tapi sayangnya disajikannya dingin, nggak hangat. Mungkin kalau hangat, akan jauh lebih nikmat kali ya.

Nah, ada hal yang membuat makan ikan di Pong Buri ini lebih menantang dan semangat, yaitu ikannya banyak banget durinya dan nyess di mulut ketika sambel merah menyala udah kecampur di kuahnya. Bener aja kata si Aji, pas gue cium aroma sambelnya emang udah beda dari aroma sambel atau cabai pada umumnya. Orang Sulawesi emang beneran joss kalau bikin sambel, karena udah 2X nyobain hal pedes di tanah Celebes ini, pertama di warung coto dan kedua di warung mi goreng muslim, yang kesemua sambelnya luar biasa bikin megap-megap mulut.
Ikan dan itu babinya
Sambelnya nyosss!!

Bagi yang mau ke Toraja, Warung Pong Buri adalah salah satu tempat makan yang wajib di cobain. Menu utamanya memang sajian babi yang dimasak pakai daun pisang, diungkep dengan bambu, dan dibakar di atas bara api. Menarik kan? Tapi bagi yang muslim, tetep bisa kok makan di sini karena ada menu lain selain babi, yaitu ayam dan ikan. Tapi, saran gue jika bepergian dengan teman muslim, tanyakan terlebih dahulu apakah mau, ribet, atau bermasalah tidak jika makan di satu warung yang sama menjual sajian babi. Kalau tidak, silahkan mampir dan coba ya! Harganya juga hanya 25 ribu seporsinya kok! Selamat makan!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+