Menikmati Indahnya Gunung Nona di Rumah Makan Bukit Indah, Enrekang

Februari 14, 2017


Ketika melewati wilayah Enrekang, cobalah mampir sebentar ke Rumah Makan Bukit Indah. Emang ada apa di rumah makan ini, kok harus banget mampir?

Dari luar mungkin biasa aja, tapi ketika masuk ke dalam, barulah terlihat apa yang menarik dari rumah makan ini. Pemandangan Gunung Nona benar-benar menjadi hidangan utamanya, duduklah di bagian belakang maka angin semilir akan menemanimu di sana.
gunung nona
indah banget
rumah makan bukit indah
berada di depan tebing batu ini
restoran bukit indah
tampak luar restoran bukit indah, Enrekang
bukit indah enrekang
suasana bagian dalam restoran bukit indah
Gue niatnya hanya mau memesan kopi susu aja, karena perjalanan masih jauh ke Pare-Pare. Kalau gue ngantuk, teman kasihan nggak ada yang menemani nyetir.

Nah di Rumah Makan Bukit Indah, kita harus jadi konsumen yang aktif, karena nggak ada pelayan yang memberikan dan mengantarkan menu. Kita lah yang harus ke bagian kasir untuk memesan apa yang kita inginkan di sini. 

Nah pas lagi liat-liat menu dari rumah makan ini di kasir, ada yang membuat gue penasaran, yaitu Dangke.

“Dangke itu apa ya bu?”, tanyalah gue ke Ibu di sana
“Susu kerbau mas, digoreng”, jawab si Ibu

Wah menarik tuh! Terpesanlah satu porsi Dangke, karena memang hanya penasaran rasanya dan mau icip-icip aja. Satu porsi Dangke kalau nggak salah inget harganya Rp20.000-an, harga kopi susunya Rp5.000-an.
nasu cemba danke
nasu cemba dan dangke, makanan khas Enrekang
nge-charge hp 5000 cui!
Pesanan di antar memang lumayan lama, tapi dimaklumi. Sembari menunggu pesanan, kita bisa menikmati pemandangan Gunung Nona yang indah dari restoran ini. 


Nah, dari kejauhan si mbak pelayan terlihat datang menuju meja gue dengan membawa banyak makanan di nampannya.

Pas sampai ke meja, satu per satu ditaruhlah itu yang dibawa, mulai dari bakul nasi, mangkok sop, 1 piring kosong, 1 gelas air minum, 1 piring kecil sambel, dan terakhir adalah Dangke-nya.

Si mbak itu menegaskan;
“pesan satu porsi Dangke kan mas?”
kopi susu enrekang
kopi susu yang bikin melek dikala ngantuk nyetir ke Pare-Pare
gunung nona enrekang
secangkir teh dengan latar gunung nona
danke enrekang
satu porsi lengkap sama bakul nasinya lho!
Jadi ternyata, satu porsi Dangke yang gue pikir hanya Danke-nya aja, ternyata salah besar. Penyajiannyabenar-benar lengkap sama nasi bahkan sop-nya. Mantap.


Kesan pertama mencoba Dangke alias susu kerbau goreng, rasanya enak, karena di cocol sambal. Lanjut mencoba pakai nasi hangat dan rasanya masih enak di lidah. Ketika gue potong Dangke bagian tengahnya, rasanya mulai bikin eneg.

Teksturnya memang lembut, mirip tahu susu. Tapi lama kelamaan, rasanya mulai mirip keju, aroma amis mulai terasa di mulut. Oke, gue stop!

Akhirnya gue menyerah makan Dangke, karena rasanya bikin mual, maaf yaaa…..

dangke susu kerbau
ini yang namanya Dangke, enak tapi lama-lama nggak enak. haha

Sayur sop-nya rasanya biasa aja, nggak ada yang spesial. Rasa spesial justru datang dari rasa sambelnya, enak. Sambel itu juga yang pertama kali membuat rasa Dangke-nya nikmat.

Buat yang melewati Enrekang, jangan lupa cobain Dangke yang jadi makanan khas di sini. Icip aja, daripada kalian menyesal karena nggak mencoba sama sekali. Selamat makan! 

You Might Also Like

0 komentar

FACEBOOK

Member of

ID Corners