Hunting Buryam Terkenal dan Enak di Jakarta: Gini Amat Nyari Bubur Ayam!

April 25, 2017

bubur ayam sukabumi
Weekend….
Pagi-Pagi….
Pengen Bubur Ayam enak….
Gampang lah itu, langsung cus…

Tapi ternyata semua itu hanya indah di angan saja, karena mencarinya tak semudah yang dibayangkan. Tujuan utama pagi itu adalah meluncur ke Bubur Ayam Barito yang ada di Gandaria. Gue berangkat dari Slipi sama temen dengan berpatokan GPS pada maps di ponsel pintar (cieelah ponsel pintar). Sampai di lokasi, sempet kebingungan celingak-celinguk karena nggak ada keramaian dan hiruk pikuk sama sekali di sana (masa iya bubur terkenal nggak ada keramaian sama sekali atau tanda-tanda apa gitu). Setelah browsing lagi dan mencari tahu lebih lanjut, elah dalah iyalah sepi nggak ada tanda-tanda warung buburnya, wong jam buka Bubur Ayam Barito ini jam setengah 5 sore. Zonk!

Okelah, dari Gandaria gue bertolak ke daerah Senopati yang katanya juga ada bubur ayam terkenal di sana. Lokasinya yang gue baca ada di deretan Anomali Café atau Flip Burger, tapi pada kenyataannya setelah sampai di lokasi (lagi-lagi) gue nggak menemukan hiruk-pikuk dari penjual atau konsumen bubur ayam di sana. Nah tau sendiri kan daerah Senopati ini jalannya searah, jadinya ketika gue berasumsi kelewatan tempatnya maka gue harus puter balik di jalur yang lumayan jauh. Udah laper, dari Gandaria ke Senopati tetep belum ketemu warung bubur yang dimaksud, makin-makin bete deh.

Tadinya gue dan temen hampir nyerah dan mau langsung cus aja ke Bubur Ayam Cikini (yang juga termasuk bubur terkenal enak di Jakarta). Gue udah tau tempatnya karena memang sebelumnya pun gue udah pernah nyobain rasanya kayak gimana. Harga per porsinya kalau nggak salah sekitar 25 ribu apa ya kalau nggak salah inget. Tapi, niatan hari itu emang pengen nyobain bubur yang lain, selain Bubur Ayam Cikini. Browsing-lah lagi gue lokasi bubur ayam lain yang jatuh pada Bubur Ayam Sukabumi di Tebet. Bayangan gue tukang bubur ayam ya kaki lima dengan gerobak kayu, makannya ketika udah nyampe di Jalan Tebet Raya mata gue tertuju mencari gerobak kaki lima. Berjalan semakin jauh dari titik point lokasi, gue berhenti sebentar di pinggir jalan dan penasaran karena udah ngelewatin tempatnya (menurut maps). Gue pun puter balik dan untungnya lalu lintas agak macet, jadi sekalian ngeliatin warung Bubur Ayam Sukabumi ini di pinggir jalan. Hasilnya pun nihil, tetep nggak ketemu sama sekali dan kelewat lagi titik point di maps-nya. Kok aneh sih! Makin bete tapi sekaligus penasaran, yang akhirnya membuat gue membuka Google Images dan masukin kata kunci “Bubur Ayam Sukabumi Tebet”.

Duuuaaarr! Iyalah nggak ketemu walaupun udah ngelewatin bolak-balik tempatnya, ternyata ini bukan warung kaki lima dengan tenda atau kursi-kursi bakso di sana, melainkan sebuah bangunan ruko persis di sebelah toko bakery Clairmont. Finally! Yeaaaah…I did it!! (njir mau makan bubur aja berasa bangga banget). Masuk ke dalem rukonya, ternyata nggak rame yang makan di sana pagi itu, hanya ada 2 orang bapak-bapak yang udah kelar makan. Tapi yang rame adalah justru driver Gojek dan Grab yang menunggu pesanan dari customer-nya (ckckck pada males amat deh keluar rumah).
lokasi bubur ayam sukabumi tebet
ini lokasinya persis di sebelah Clairmont
bubur ayam sukabumi di tebet
banyak yang pesen dibawa pulang ketimbang makan di tempat
hiasan dinding di bubur ayam sukabumi
interiornya ke kafe-kafean (apaan sih ki!) daripada warung bubur
Di Bubur Ayam Sukabumi ini gue pesen bubur ayam spesial yang seporsinya 20 ribu Rupiah. Menurut gue porsinya pas, nggak terlalu banyak dan besar (seperti Bubur Ayam Cikini) tapi juga nggak terlalu sedikit. Toping di atas buburnya dikasih suwiran ayam, potongan cakwe, seledri, dan daun bawang. Kerupuknya disajikan terpisah di mangkuk sendiri, cakep nih nggak dicampur di atas buburnya. Nah yang jadi pertanyaan, kemana kuning telur mentahnya? Kalau di Bubur Ayam Cikini, kuning telur mentahnya langsung kelihatan di atas buburnya berbentuk bulat sempurna. Tapi kalau di Bubur Ayam Sukabumi, dimana? Ternyata bukan sulap bukan sihir, kuning telur mentahnya itu berada di bagian tengah dalam bubur dengan posisi masih utuh (belum pecah apalagi bleberan). Huaaaah!! Hebat ini dan selama makan gue pun mikir gimana caranya naruh kuning telurnya bisa perfecto nggak pecah di tengah buburnya. Hoho.. Soal rasa, dari buburnya sendiri sepertinya udah ditambahin sedikit merica atau bumbunya (yang gue nggak tau apaan), yang jelas ketika lo coba icip buburnya tanpa ada printilannya, itu udah ada rasanya. Tinggal sesuain aja menurut lidah, kurang asin, kurang manis, atau kurang pedes, tambahinlah kecap asin, kecap manis, atau merica yang ada di atas meja.
bubur ayam sukabumi tebet
kuning telurnya masih ngumpet
bubur ayam sukabumi tebet jakarta selatan
ciluk baaa! ow ow.. kamu ketahuan!
makan berdua habis segini, mahal sih tapi enak, gpp lah
Jadi, intinya bubur ayam itu ternyata nggak selalu harus disajikan atau disantap di pagi hari, justru banyak warung bubur ayam yang buka di sore sampai tengah malem di Jakarta. Nah, Bubur Ayam Cikini dan Bubur Ayam Sukabumi di Tebet adalah dua bubur ayam enak yang pernah gue cobain yang buka di Pagi hari.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK