Victors Guesthouse: Penginapan Terbaik di Melaka Untuk Solo Traveler (Keluarkan Saya! Keluarkan Saya!)

May 26, 2017

victors guesthouse
Lokasi: 30, Jalan Munshi Abdullah, Kampung Jawa, 75100 Melaka, Malaysia
Reservasi: Booking.com
Harga: 30 MYR (Single Bed + Fan)

Gue nginep di sini karena harganya yang paling terjangkau dan punya rating review yang bagus di situs reservasi booking.com. Biasanya orang yang pergi solo traveling kebanyakan nyari penginepan model bunk bed yang lebih murah daripada harus bayar kamar double atau twin. Tapi ada sebagian traveler yang nggak terlalu suka bunk bed dan merelakan membayar lebih untuk menginap di kamar double/twin. Alasannya mereka nggak suka bunk bed karena mungkin butuh privasi atau nggak terlalu suka suasana ramai bergabung tidur satu ruangan dengan tamu lainnya. Tapi di Victors Guesthouse ini masalah traveler seperti itu bakal terjawab dan terpuaskan karenanya, kenapa? Yes, di Victors Guesthouse ini punya kamar model single bed! Itulah tipe kamar yang gue pilih dan bayar di Victors Guesthouse ini seharga 30 MYR (kalau di Rupiahin cuma sekitar 92 ribu doang) murah (eh murah banget!).

Gue nyampe di Victors Guesthouse tepat pas jam check-in sekitar jam 2 siang. Gue langsung di sambut sama Mr.William (yang ternyata doi adalah owner-nya). Eh doi baik lo, ramah banget nyambut gue buat check-in. Gue juga dikasih peta Melaka dan dijelasin hal-hal apa aja yang bisa didatengin selama di Melaka. Ngejelasinnya rinci banget sampe harga-harga naik kapalnya dan harga-harga makanan di beberapa tempat makan di sini. Gue dikasih kunci kamar, kunci gembok pintu gerbang (kalau lo mau pulang pagi abis ajojing), dan password Wi-Fi. Nah buat akses masuk di pintunya juga udah punya sistem kunci elektronik, dimana kita harus memasukkan kode kunci yang dikasih di awal. Pokoknya untuk urusan keamanan Victors Guesthouse ini gue acungin jempol deh.
victors guesthouse melaka
itu pintu masuknya di depan mobil sedan itu
victors guesthouse malaysia
di kasih peta dan ditunjukin arah sama si Mr.William
Nah lokasi kamar-kamarnya Victors Guesthouse ini ada di lantai 1 dan 2, gue kebetulan dapet di lantai 2. Nah di sini ada 4 kamar mandi bersamanya, 2 untuk shower dan 2 lagi adalah toilet duduk. Di ujung bagian depan kamar-kamarnya juga ada semacam living room buat duduk-duduk, ngopi-ngopi atau ngeteh-ngeteh chantique. Tinggal bikin aja sendiri, air panas, kopi atau teh juga disediain, cuma kita harus nyuci cangkir dan lainnya sendiri ya, taruh lagi di tempatnya juga kalau udah dicuci. Kata Mr.William kita juga nggak boleh makan di dalem kamar, jadi tempat semacam living room ini juga digunain buat kita makan (kalau beli makanan dari luar). Ah bagus ini, tujuannya supaya kamar tidur ya untuk tidur aja dan bisa tetep terjaga kebersihannya.
nah ini tempat buat nyantai-nyantainya di sini 
victors guesthouse in melaka
ada kulkasnya nih, mayan buat nyimpen makanan atau minuman
melaka victors guesthouse
itu mesin cucinya bukan untuk umum ya, FYI
melaka malaysia victors guesthouse
toilet model duduk di sini
kamar mandi shower-nya
Buat kamar yang single bed ukurannya pas dengan kasur, meja, dan kursi di dalemnya. Kasurnya juga lumayan tebel dan empuk, eh bantalnya dapet 2 lo! Kipas anginnya ternyata guede bianget di langit-langit kamarnya, gue pikir cuma pake kipas meja atau kipas dinding. Enak sih anginnya kenceng dan nggak kerasa panas jadinya kalau siang, cuma pas malem-malem justru bikin masuk angin asli nggak bohong gue. Nggak cuma kipas angin, ternyata kamarnya juga udah dipasang exhaust fan yang gunanya buat nyedot udara dari dalem ruangan ke luar ruangan, tujuannya supaya nggak pengap atau lembap. Tapi ya itu tadi, ketika malem-malem mau tidur, matiin kipas karena terlalu bikin masuk angin, tetep aja panas, ya mau nggak mau kipas harus tetep nyala berputar dengan indahnya.
kasur di victors guesthouse
kasur single yang tidurable banget
kamar di victors guesthouse
nah itu liat kipas anginnya gede banget di atas kepala
peraturan di victors guesthouse
awas ya kuncinya ilang, lumayan kecil soalnya ukurannya
Oh iya, gue mau ngingetin kalau colokan di Malaysia ini bukan colokan 2 kaya' di Indonesia, tapi colokan lubang 3 ya. Jadi, kalau nggak mau repot atau butuh ngecas banyak perangkat yang lo punya, sebaiknya bawa letter T dari Indonesia. Nah terakhir gue mau jelasin soal lokasi dari Victors Guesthouse ini, dimana lokasinya emang nggak berada di pusat hiruk pikuk wisatawan (yang biasanya nyari di deket Gereja Stadhuys). Tapi justru lokasinya bakal buat kita bisa explore lebih daerah yang ada di heritage town Melaka ini. Jalan kaki dari Victors Guesthouse ke bangunan merah cuma butuh waktu sekitar 20 menitan aja, ngelewatin jembatan Kampoeng Jawa, pinggir kanal air Melaka, Little India (banyak burung daranya), dan barulah deretan banguan merah sampai ke Gereja Stadhuys. Lokasi dari Victors Guesthouse ini juga menguntungkan dari segi biaya, naik bis dari Melaka Sentral juga cuma 1 MYR (nggak semahal kalau sampai ke Gereja Stadhuys (2.7 MYR)). Ya walaupun selisih dikit, tapi lumayan kan menghemat biaya transportasinya juga selama di Melaka. Nice guesthouse!

+ Keamanannya super, murah, bersih, owner dan karyawannya baik

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK