Penang Street Food, Lebuh Chulia: Makanan di Colok-Colok, Jadilah Lok-Lok!

Juni 24, 2017

makan lok-lok


Apaan ki Lok-Lok? Lucu kan namanya? Iya, jadi Lok-Lok ini termasuk salah satu street food yang memang populer di Penang, nggak afdol ke Penang kalau nggak nyobain yang namanya Lok-Lok ini. Nggak perlu ribet mencari pedagang Lok-Lok, karena termasuk gampang menemukannya kalau lagi jalan-jalan lucu sore atau malam hari di Penang. Ada beberapa pedagang Lok-Lok yang gue liat di sekitaran Lebuh Kimberly dan Lebuh Chulia.

Berhubung penginapan gue dekat Lebuh Chulia, jadinya sore-sore gue jalan-jalan cantik dan menyambangi pedagang Lok-Lok di sekitar situ. Dari kejauhan gerobak Lok-Lok ini eye catching banget untuk dilihat dengan banyaknya makanan yang dicolok-colok (ditusuk-tusuk) menggunakan stik bambu dan dipajang di bagian depan gerobaknya. Banyak, banyak banget pilihan makanannya dan bikin bingung, terharu, kesenengan, sampai senyum-senyum sendiri melihat makanan sebanyak itu di depan gue. Mulai dari daging-dagingan sampai sayur-sayuran, semuanya ada di gerobak Lok-Lok ini. 

Berdiri di depan gerobak Lok-Lok nya, mata udah mulai scanning satu per satu makanan di sana. Buat yang muslim memang harus jeli karena ada beberapa makanan di sini adalah babi. Gue ambil bakso kepiting, brokoli, sama salah satu makanan yang love at the first sight, yaitu century eggWhat the hell is that?! Gue udah tau apa ini sebelumnya karena sering liat vlogging dari mereka-mereka yang makan "telur busuk" ini. Jadi century egg adalah telur bebek yang diawetkan lebih dari ratusan tahun, makannya warna telurnya bisa berbuah jadi hitam gelap begitu. Mirip-mirip telur yang udah busuk kalau liat bagian kuningnya, tapi kalau liat bagian putihnya lebih mirip puding transparan.
menu lok-lok di penang
ini deskripsi menunya, ada yang babi tuh
makan lok-lok di penang
itu century egg yang waranya item
Oke, gue mau cerita dulu proses makan di Lok-Lok ini mulai dari pertama datang sampai bayar;
  1. Jadi setelah memilih berbagai macam tusuk makanan, di depan gerobak Lok-Lok-nya ada 2 kompor dengan panci besar berisi kuah kaldu mendidih. Gunanya buat mematangkan makanan yang diambil tadi, tinggal cemplungin aja ke dalam kuah kaldu mendidih itu, tunggu deh (jangan kelamaan juga). 
  2. Nah matang dan jadi panas lagi makanannya, setelah itu cocol dengan 3 jenis saus yang berbeda. Saus pertama berwarna gelap (kecokelatan) yang punya rasa cenderung manis, saus kedua warnanya lebih merah yang rasanya pedas asem, dan saus terakhir punya tekstur yang lebih kental dan lebih pedas.
  3. Setelah kelar makan, jangan sekali-kali membuang tusukannya, karena tusuk bambunya itu yang bakal jadi patokan si penjual buat menentukan harga makanan yang dimakan. Kok bisa? Iya, coba perhatikan bagian ujung stik bambunya, ada warna yang berbeda-beda? Nah, warna itulah yang menjadi pembedaan harga makanannya. Makannya ketika mau bayar nggak perlu repot menyebutkan satu per satu apa yang dimakan, tinggal kasih aja stik tusukannya. Unik kan?
Gue nambah 2 kali makan di Lok-Lok ini, abisnya nagih dan beneran enak. Pertama (udah gue sebut tadi) gue ambil brokoli, bakso kepiting, dan century egg. Kedua, gue ambil jamur, bakso daging, dan cumi-cumi. Sebenernya sih pengen lagi, tapi gue harus "nge-rem" (inget perut ki!). Rasanya gimana ki? Semuanya direbus dan rasanya biasa aja, tapi semuanya jadi spesial ketika bertemu dengan si saus-sausnya tadi, rasanya jadi luar biasa enak dan nagih.

Nah yang pengen gue bahas di sini adalah century egg-nya, yang udah gue bilang sebelumnya bahwa penampilannya memang nggak menarik perhatian tapi justru bikin penasaran (kayak si dia) eh! Awalnya gue pikir rasanya mirip telor busuk dan amis, tapi salah besar! Rasanya ternyata seperti telur rebus biasa, hanya tampilannya aja berwarna hitam. Kuning telurnya yang mungkin bagi sebagian orang banyak yang nggak suka. Kuning telurnya lebih encer "mblenyek" (nggak padat lagi), ya memang bener kalau sekilas dilihat mirip telur busuk. Tapi percaya sama gue, rasanya nggak amis sama sekali.
jual lok-lok di penang
santai kali mas makannya!
lok-lok rebus di penang
liat deh ujung stik bambunya, warna warni kan?
Nah yang pengen gue bahas di sini adalah century egg-nya, yang udah gue bilang bahwa penampilannya emang nggak menarik banget tapi justru bikin penasaran (kayak si dia) eh! Awalnya gue pikir rasanya bakal mirip telor busuk dan baunya amis, tapi ternyata salah besar! Rasanya sebagaimana selayaknya telor rebus sih, cuma tampilannya aja yang hitam legam dan kuning telurnya mungkin bagi sebagian orang banyak yang nggak suka. Tekstur kuning telurnya lebih encer "mblenyek" (nggak padet lagi), ya bener aja kalo sekilas mirip telor busuk. Tapi beneran deh, rasanya nggak amis sama sekali.
harga lok-lok di penang
nah ini list harganya

Untuk rasa makanan lainnya menurut gue standar lah ya, rasa bakso atau tempura yang emang udah sering kita coba di Indonesia. Cuma itu tadi yang gue bilang sebelumnya, rasanya bakal berubah ketika bertemu dengan 3 jenis sausnya. Harga per tusuk makanannya masih termasuk murah, sekitar 0.50 – 1.80 MYR aja, berarti kalau di Rupiah-kan hanya sekitar 1500 – 7000-an per tusuknya. Gue makan sekitar 6 tusuk dengan warna stick yang berbeda-beda, habis sekitar 8.4 MYR aja (25.000-an). Harus, harus nyobain Lok-Lok ketika main ke Penang, nggak nyesel!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK