Warung Makan Mbak Ping, Purwodadi: Dari 4 Jenis Masakan Yang Diicip, Siapakah Juaranya?

Juli 14, 2017

warung makan mbak ping

Pulang kampung emang udah menjadi ritual tahunan yang nggak boleh terlewatkan, gue tiap tahun pasti mudik ke kota kelahiran tercinta yaitu Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Ada yang tau nggak? Apa jangan-jangan baru denger? haha.. Jadi, Kota Purwodadi ini termasuk kota kecil yang berada di bagian timurnya Kota Semarang dan masih harus menempuh perjalanan sekitar 1 - 1.5 jam lagi dengan jalan yang sekarang (Alhamdulillah)-nya udah lumayan rata dan mulus. Kalau dulu mau ke Purwodadi, itu jalan raya bolong semua dan bergelombang, mending kalau lewatnya cuma sebentar, tapi yang gue bilang tadi sekitar 1.5 jam harus berada dalam kondisi jalanan rusak dan bergelombang itu, kebayang dong? 

Nah, di tahun 2017 ini gue mudik nggak barengan dengan libur cuti bersama yang panjang itu. Kemarin gue berangkat mudik tanggal 6 Juli (Kamis) malam, sekitar 5 harian setelah H+7 libur lebaran. Gue berangkat dari rumah di Bekasi sekitar jam 10 malam dan sampai di Purwodadi sekitar jam 7 pagi. Bener nggak macet sama sekali, tapi emang jalan tol isinya (transformer) truk kontainer semua dan makan 3 jalur sendiri, sebel!

Perut keroncongan sampai di Purwodadi dan tiba-tiba nyokap nyeletuk “mas, mau sarapan?” “Ibu tau tempat enak di deket pasar tuh”. Ah nyokap emang top! Tau aja anaknya yang kelaperan nyetir semalaman. Akhirnya berhenti dan parkirlah mobil di depan warung makan yang bertuliskan “Warung Makan Mbak Ping”. Lokasinya berada di depan Pasar Gede Purwodadi, persis di depan Toko Oleh-Oleh Viva. Gampang buat menemukannya kalau pagi-pagi, karena emang lumayan ramai orang-orang yang datang mau sarapan di sini. 

Masuk pertama kali ke Warung Makan Mbak Ping Purwodadi ini udah bikin seneng banget, di meja-meja makannya banyak banget gorengan dan kue-kue (mata langsung berbinar-binar). Ditambah aroma masakan yang datang dari dapurnya (duh biyung!). Menu masakannya bervariasi dan termasuk masakan yang jarang ditemui di kota-kota besar, misalnya ada garang asem, becek, mangut, asem-asem, sayur bening, pecel, dan lainnya. Nah, karena gue ke sini berempat dan untuk bisa merasakan setiap rasa masakannya itu, kita masing-masing pilih menu yang berbeda.
warung makan mbak ping purwodadi
ini warungnya kalo dari luar, sederhana tapi coba ke dalemnya!
warung makan mbak ping grobogan
beuh, lauk pauk dipajang semua di sini, gimana nggak bergairah makan coba
warung makan mbak ping pasar gede
di mejanya isinya gorengan semua, peyek udangnya itu bukan tepung doang
warung makan mba ping purwodadi
menunya bisa pilih dulu tuh liat di atas, baru bilang ke Ibu-nya mau makan apa
mbak ping purwodadi
onde-ondenya isi kacang merah, bakwannya juara!
Garang asem, becek, asem-asem, dan mangut menjadi pilihan kita berempat saat itu di Warung Makan Mbak Ping ini. Gue bahas dari yang enak sampai yang paling enak banget ya (haha..). Ranking keempat jatuh pada Garang Asem-nya, rasanya pas nggak terlalu kecut dari belimbing wuluh-nya. Cuma kalau pas makan jangan kaget kalau warna daging ayamnya merah, itu bukan masaknya nggak mateng atau masih ada darahnya, tapi ayam yang dipakai adalah ayam kampung jenis jago. Yes, kalau yang udah pernah makan daging ayam jago pasti nggak heran dan nggak kaget. Satu hal yang sedikit disayangkan dari garang asem-nya adalah kurang panas, jadi membuat kenikmatan makan sedikit berkurang. Satu lagi, seharusnya garang asem punya rasa pedes yang sedikit walaupun nggak dominan dibandingkan rasa asem-nya, tapi ini sama sekali nggak ada rasa pedesnya.
garang asem warung makan mbak ping
nah liat tu, daging ayamnya merah kan?
Peringkat ketiga masakan enak di Warung Makan Mbak Ping Purwodadi ini adalah Asem-Asem-nya. Duh, pas pertama kali mencoba kuahnya aja langsung “bangun”, seger banget! Kalau yang belum tau asem-asem, ini adalah masakan khas Demak yang isinya potongan daging, buncis, tomat hijau, dan belimbing wuluh. Di sini penyajiannya nggak dipisah, jadi nasi dan asem-asem-nya langsung dicampur jadi satu, pas porsinya buat sarapan.
asem asem warung makan mbak ping purwodadi
seger banget ini asem-asemnya!
Posisi kedua adalah Mangut Ikan Pe, hah? Apaan ikan pe? Ikan pe itu adalah sebutan lain dari ikan pari, gue juga nggak tau sih kenapa dinamai beda-beda gitu (wkwkwk). Penyajiannya sama, nasinya nggak dipisah dengan sayur mangutnya, langsung jadi satu dalam satu piring. Rasanya? Beuh, nampol banget. Paling pertama kali tercium adalah aroma asapnya, yes aroma hasil pengasapan si ikan parinya ini. Aromanya khas banget, kalau lo yang sering makan mangut pasti ngerti dan menyenangkan ketika mencium aromanya. Porsinya kurang lebih sama seperti asem-asem, pas nggak berlebih dan nggak kurang juga. Potongan ikan pe (ikan pari)-nya juga besar dan empuk dagingnya, tapi hati-hati ya durinya luar biasa gede banget.

mangut pari warung makan mbak ping
aroma asap dari ikan pe-nya bikin inget pawon kampung
Nah jeng jeng jeng jeng…. posisi teratas masakan terenak di Warung Makan Mbak Ping Purwodadi adalah Becek Sapi-nya! Hayooo rata-rata pada belum tau ya apaan itu becek? Kalau gue sih udah beberapa kali makan, tapi baru pertama kali ini “melek” akan cita rasa becek sapi yang sesungguhnya. Becek sapi ini asalnya dari Purwodadi (kota kelahiran tercinta), isinya iga sapi dicampur dengan kuah yang punya rasa asem pedes. Mungkin sekilas nyobain nggak terlalu berbeda rasanya kayak asem-asem, tapi becek sapi ini nggak ada rasa manisnya sama sekali seperti asem-asem. Pokoknya ketika pertama kali mencoba kuah becek sapi ini bikin kita seolah “terbangun” dari suramnya dunia, wkwkwk… Rasanya langsung nonjok lidah dan bikin pengen nyeruput lagi kuahnya, juara!
raja di warung ini, rasa asem pedesnya langsung bikin lidah joget-joget keenakan

Nah, seperti yang gue bilang di awal tadi kalau di Warung Makan Mbak Ping Purwodadi banyak banget gorengan dan kue-kue yang mejeng cantik di meja makannya. Mulai dari onde-onde, risoles, bakwan, tahu, perkedel, pisang goreng, peyek udang, sampai (ini dia nih) tempe goreng! Iya tempe goreng ya, bukan tempe tepung! Pas gue lagi asyik makan, itu si Ibu penjualnya menaruh segambreng tempe goreng yang masih hangat baru matang. Kebayang nggak? Dah ngiler? Haha… Cus ke Purwodadi! Harganya juga nggak bikin sakit hati kok, pas di kantong, rasanya enak, bikin senyum-senyum sendiri, haha…

tempe goreng purwodadi
terakhir, siapa yang nggak ngiler lihat ini dan masih hangat-hangatnya
Garang Asem : Rp 25.000 (7 dari 10)
Asem-Asem : Rp 12.000 (8 dari 10)
Mangut Pe : Rp 15.000 (8.5 dari 10)
Becek Sapi : Rp 25.000 (9.5 dari 10)
Aneka Gorengan : Rp 1.000 (Bakwan & Tempe Goreng Juaranya!)

You Might Also Like

1 komentar

  1. Zubaedah Binti Syueb7 Agustus 2017 01.36

    Mas Eki banyak makan tapi tetep kurus rahasianya apa sih mas?

    BalasHapus

GOOGLE+

FACEBOOK