Kemplang Panggang Jalan Pipa Reja, Palembang: Abrakadabrum! Matang Hanya Sekejap Mata!

Agustus 04, 2017

kemplang panggang pipa reja


Kalau lagi main di Palembang, nggak afdol rasanya nggak menjadikan Kemplang sebagai buah tangan dari Bumi Sriwijaya ini, bener nggak? Tapi yang perlu lo tau, kemplang ini ada 2 jenisnya ternyata, pertama adalah kemplang goreng dan kedua adalah kemplang panggang. Kemplang goreng punya ukuran yang kecil, tapi punya lapisan kerupuk yang lebih tebal. Kalau kemplang panggang punya diameter lebih lebar dan besar, tapi lebih tipis.

Dimana belinya ki? Kalau mau mencari kemplang goreng, ini paling gampang mendapatkannya di Palembang, karena di setiap pasar umum atau toko oleh-oleh pasti menjual kemplang goreng. Biasanya nanti dibungkus pakai kertas koran berwarna cokelat untuk membawanya, jadi jangan heran ketika di bandara banyak melihat orang-orang bawa bungkusan cokelat segede-gede kingkong. Nah, kemplang panggang lah yang agak jarang (mungkin ya) ditemui di pasar atau toko oleh-oleh. Tapi gue dikasih tau sama temen yang orang Palembang, kalau di Jalan Pipa Reja lah lo bisa menemukan banyak penjual kemplang panggang. Bener aja, sekitar jam 8 pagi gue melewati Jalan Pipa Reja ini memang di kanan-kiri jalannya banyak banget kemplang bergelantungan. Saking banyaknya kemplang panggang yang digantung, sampai-sampai warung dan penjualnya nggak kelihatan. Berhentilah gue di salah satu penjual kemplang panggang di Jalan Pipa Reja ini, penjualnya Ibu-Ibu dengan anaknya.
kemplang panggang pipa reja palembang
Ibunya mantap jiwa di spanduk tuh
kemplang panggang jalan pipa reja
buanyak banget digantung-gantung itu kemplangnya
Nah ada hal yang bikin gue takjub dan bengong melongo saat itu, yaitu ketika si Ibunya membuat kerupuk udang mentah menjadi matang. Jadi "senjata" si Ibunya ini berupa penjepit besi bergagang kayu yang panjang dan kerupuk mentah diletakkan di ujungnya. Dia ambil, dia jepit, sreettt... bolak-balik di atas bara api, dassss... langsung mengembang dan jadi dong! Buka jepitannya, tasssss... dilempar kerupuknya ke atas (tempat menaruh kerupuk yang udah matang). Gileeeee, magic banget! Proses dari kerupuk kemplang menjadi matang nggak ada semenit kayaknya. Cepet banget, nget, nget!
kemplang panggang jalan pipa reja palembang
nih si Ibunya lagi matengin kerupuk udang 
kemplang panggang palembang jalan pipa reja
jadi pengen lagi, enak e pol!
Untuk satu bungkus kerupuk kemplang panggang ini harganya 20.000 aja, isinya ada 20 kepingan, murah kan? Biasanya makan kerupuk kemplang panggang ini pendampingnya sambel kan? Ekspektasi gue adalah sambel terasi yang kental berwarna cokelat kehitaman itu, tau kan? Tapi ternyata justru yang asli Palembang, sambelnya berbeda, yaitu sambel cair berwarna merah kejinggaan dan encer. Kata si Ibu penjualnya kalau sambelnya cuma bisa tahan 2 harian aja, setelah itu udah nggak enak. Berarti sambel cair ini beneran fresh dan nggak pakai pengawet.

Rasa kemplang panggangnya gimana ki? Awas nagih dan nggak bisa berhenti! Enak, bukan rasa tepung, tapi bener terasa ikannya. Tapi menurut gue sambel cairnya sih yang entah kenapa kurang cocok di gue, lebih mengharapkan sambel yang padat itu. Buat yang lagi main ke Palembang, coba deh lewat Jalan Pipa Reja, jam 7 pagi udah pada buka yang jual kemplang panggang di sini. Selamat ngemplang!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK