Stadion Jakabaring yang Membosankan dan Masjid Cheng Ho yang Menawan!

8:19:00 PM

gelora sriwijaya palembang

Menjadi dua destinasi pertama yang gue datengin selama di Palembang, letaknya yang nggak berjauhan antara Stadion Jakabaring dan Masjid Cheng Ho ini juga menjadi alasan kenapa gue bahas sekaligus dalam satu artikel. 

Kota Palembang emang lagi giat-giatnya berbenah untuk persiapan Asian Games ke-18, makannya jangan heran kalau dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin 2 lo bakal ngeliat banyak tiang-tiang berukuran besar dan tinggi sampai ke kota. Tiang-tiang itulah yang nantinya akan berfungsi sebagai jalur MRT untuk transportasi cepat dari dan ke bandara di Palembang ini. Tentunya juga jalur MRT ini akan sampai ke Stadion Jakabaring yang emang bakal digunain untuk sejumlah pertandingan cabang olahraga.

Gue ke Stadion Jakabaring sekitar jam 11 siang dan suasananya sepi (iyalah ki anjir). Sepi emang karena nggak ada acara apapun di sini, lah terus ngapain ke situ? Gue ke Stadion Jakabaring cuma pengen tau aja kok kayak apa dan gimana bentuknya. Tapi sepi bukan berarti nggak ada orang sama sekali ya, masih banyak pedagang sama beberapa orangtua yang ngajak anaknya main di area Stadion Jakabaring ini. Ada becak-becakan sama mainan mobil-mobilan yang disewain di sini, pedagang minuman sama makanan kecil pun juga ada. Kayaknya sih kalo sore menjelang malem di sini bakalan rame deh. Cuma sayangnya menurut gue tiket masuknya untuk hari biasa (nggak ada pertandingan), lumayan mahal buat kendaraan roda empat, 10 ribu sekali masuknya.
stadion jakabaring palembang asian games 2018
suasana di sekitar stadion siang hari, sepi-sepi ngantuk
Nggak berlama-lama gue di Stadion Jakabaring, karena emang nggak ada yang dinikmatin di sini. Nah nggak jauh dari Stadion Jakabaring, ada yang namanya Masjid Cheng Ho. Ini masjid punya keunikan dan menjadi salah satu destinasi wisata di Palembang yang "katanya" harus dimampirin. Lokasi Masjid Cheng Ho ini nggak berada di pinggir jalan sebagaimana kebanyakan masjid wisata atau masjid besar lainnya ya, jadi nggak usah heran ketika lo berpatokan sama gps terus diarahin ke dalem komplek perumahan. Gue awalnya juga sempet ragu dan ngira kalo gue nyasar, tapi ternyata nggak dan bener Masjid yang bergaya kuil berwarna merah ini berada di dalem komplek perumahan.

Masjid Cheng Ho emang punya gaya arsitektur yang mirip banget sama kuil atau klenteng dan semuanya nggak lepas dari peran umat Tionghoa Muslim yang dulu nyebarin agama Islam di Palembang. Ada 2 menara yang ada di masing-masing sisi Masjid Cheng Ho ini dan hampir keseluruhan masjid ini berwarna merah dan ada sedikit warna hijaunya (klenteng banget!). Kalo lo foto tanpa ada tulisan Masjid Cheng Ho, pasti orang juga ngiranya lagi foto di klenteng. Tapi semua itu berubah ketika bedug mulai berbunyi dan adzan mulai bersua dari pengeras suara di sini, yang mengingatkan kalau ini adalah bangunan dari sebuah masjid.
masjid chengho palembang
yang nggak ngeh dikiranya ini kleteng
menara masjid chengho
cakep kan itu menaranya.. (maaf foto seadanya)
Masuk ke bagian dalem Masjid Cheng Ho ini nuansa Tionghoanya nggak sekental di luar, walaupun masih didominasi warna merah di tiang-tiangnya sama di pintunya yang juga bergaya khas Tionghoa, selebihnya ada tulisan arab yang mengelilingi ruangan dalem masjidnya. 
interior masjid chengho
pintunya yang punya aksen khas Tionghoa
bagian dalam masjid chengho palembang
dan tiang berwarna merah itu, selebihnya nuansa Arab dari kaligrafinya
Ya, nggak ada salahnya dong mampir sebentar buat solat dzuhur atau ashar di Masjid Cheng Ho ini pas lo lagi main ke Palembang. Btw, kalo yang belum tau Cheng Ho itu siapa, jadi beliau adalah seorang kaisar Tionghoa beragama Islam yang dateng ke Indonesia (khususnya Palembang) dan nyebarin agama Islam di sini (semoga nggak salah ya gue). Selamat berkunjung!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+