Raminten's Kitchen, Yogyakarta: Di Kasih Gratis Kok Nggak Mau Sih!

November 01, 2017

raminten kitchen
Siapa sih orang Jogja yang nggak tau Raminten? IyaThe House of Raminten emang udah jadi legenda banget di Jogja, restoran yang punya nuansa “njawani” ini punya banyak keunikan mulai dari dekorasi sampai ke menu makanannya. Selama kuliah 4 tahun di Jogja, Raminten jadi tempat makan yang termasuk sering gue datangi, selain karena murah, di sini banyak menu makanan yang gue suka (bakal gue bikin artikelnya sendiri deh). Lah terus maksudnya ada Raminten yang baru ki? Iya ternyata ada, gue juga baru tau pas main ke Jogja kemarin, kalau ternyata ada restoran Raminten baru yang namanya Raminten’s Kitchen.

Raminten’s Kitchen ini lokasinya berada di Jalan Sabirin, Yogyakarta, patokan gampangnya belok ke gang pertama di belakang Gramedia Sudirman (yang di pojokannya ada Perpus Kota), lurus aja terus, Raminten’s Kitchen ada di kiri jalan setelah ELTI. Kalau lewat dari McD Sudirman lebih gampang lagi, setelah belok dari McD kita tinggal belok kiri lagi di gang pertama, nggak jauh dari sana, Raminten’s Kitchen bakalan terlihat. Lokasinya nggak jauh kan dari restoran Raminten yang lama? 

Gue ke Raminten’s Kitchen ini sekitar jam 12 siang, pas lagi jam laper dan jam makan siang, ditambah matahari lagi terik-teriknya menyinari bumi. Ekspektasi pertama kalau menunya bakalan sama kayak di The House of Raminten, cuma dengan desain interior dan bangunannya yang lebih modern. Tapi ternyata semua itu salah, kita nggak bakalan menemukan menu-menu yang ada di restoran The House of Raminten (Kotabaru atau Kaliurang). Jadi, Raminten’s Kitchen ini punya menu yang jauh lebih simpel dan nggak neko-neko (aneh-aneh) seperti kakaknya. Menu utama di Raminten’s Kitchen ini adalah ayam goreng tepung (fried chicken), ayamnya ini bisa di geprek atau tanpa di geprek dengan berbagai macam pilihan saus. Kalau nggak mau makan berat, di Raminten’s Kitchen ada camilannya juga, sandwich, sayap ayam, kentang goreng, cilok, siomay. Minumnya? Lagi-lagi jangan berharap yang aneh-aneh di Raminten’s Kitchen ini, karena di sini cuma ada air mineral, teh panas/es, dan minuman instan botol yang sudah tersedia di chiller (lemari pendingin). 

Di Raminten’s Kitchen ini gue memesan ayam geprek dan temen pesan ayam biasa (tanpa geprek) dan kebetulan gue masih mendapatkan promo gratis saus, pilihan sausnya ada saus tartar, keju, sama telur asin. Eh, ada yang lucu nih pas temen gue mau pesan, jadi dia nggak mau pakai saus-sausan sama sekali, dia udah bilang “nggak apa-apa nggak usah pakai saus”, mbaknya bilang “sausnya gratis mas”, temen nyaut lagi “nggak mba, nggak pakai saus”, mbaknya nerusin “gratis kok mas sausnya”, (terus aja sampai mbaknya mandi saus). Mungkin dalam hati mbaknya udah ngedumel “ini orang dikasih gratis kok nggak mau”. Akhirnya gue ambil jalan tengah daripada nggak kelar-kelar itu debat, sausnya buat gue, beres! Ternyata gratisannya nggak hanya sausnya aja, gue masih dapet promo gratis sayur di Raminten’s Kitchen ini dengan pilihan sayur asem atau sayur lodeh (beruntunglah muka-muka kayak gue yang seneng kalau dapet gratisan!).
raminten kitchen jogja
nah mulai ambil nasi dari samping kasir, minumannya itu di chiller juga ada 
raminten kitchen yogyakarta
keliatan nggak menu sama harganya itu?
 Oh iya gue ingetin dulu, kalau makan di Raminten’s Kitchen ini sistemnya ambil nasi sendiri, bayar duluan, ambil nampan, lauk dan minumnya nanti akan ditaruh di nampan oleh pelayannya. Jangan kayak gue, abis pesan langsung ngacir ke tempat duduk. Rasanya gimana ki? Gue pesan ayam geprek level sedang, yang lumayan bikin gue garuk-garuk kepala. Untung gue nggak pesan yang pedes, kayaknya efeknya bakalan sampai kuping budeg keringet bercucuran. Rasa bumbu gepreknya dalam level yang pas (nggak terlalu asin) dan ayamnya masih punya sensasi crispy-nya ketika dimakan. Tapi nih (semoga owner-nya Raminten Kitchen baca), saran gue coba ditambahkan sedikit daun jeruk pas nguleg cabenya, rasanya bakalan jauh lebih sip, karena gue pernah merasakan geprek yang ada aroma jeruk nipisnya, itu berbeda dan enak. Nah tadi kan gue minta saus gratisnya tuh, gue pesan saus keju yang rasanya keju banget sebagaimana saus keju lainnya. Porsi saus kejunya ini dalam takaran yang pas di dalam sebuah cup plastik berukuran mungil.
ayam geprek raminten kitchen
ayam geprek dada, sayur lodeh, saus keju, plus es teh
ayam geprek raminten
ayam geprek adalah segalanya (opotoh ki!)
Nah, ada 2 area makan di Raminten’s Kitchen ini, dimana waktu itu gue salah prediksi buat memutuskan tempat duduk. Pemikiran gue karena datang di siang hari bolong pas matahari lagi terik-teriknya, ruangan ber-AC lah salah satu cara buat ngademin badan yang kepanasan. Oke, di lantai bawahnya Raminten’s Kitchen ini emang ber-AC tapi dengan suhu ruangan yang standar, nggak dingin tapi juga nggak panas (yang bikin gerak/sumuk). Salah prediksi karena setelah selesai makan, gue nyoba naik ke lantai atasnya Raminten’s Kitchen yang punya konsep outdoor dan ternyata di atas sini jauh lebih adem daripada di bawah karena angin semilir yang datang berhembus (ah tau gitu tadi makan di atas). Secara keseluruhan desain interiornya Raminten’s Kitchen ini dominan warna putih, jadi terlihat bersih dan instagramable.
raminten's kitchen
mungkin karena full kaca konsepnya, jadi AC-nya nggak dingin-dingin amat
raminten's kitchen jogja
serba putih, serba terlihat luas dan besar
raminten kitchen kotabaru
nah di lantai atas lebih adem dan asik
menu raminten kitchen
btw baru tau kalau Orangtua Grup bikin air mineral kemasan juga
harga raminten kitchen
masih termasuk murah meriah inimah!
Area parkir Raminten’s Kitchen juga termasuk luas buat menampung banyak mobil dan motor pengunjungnya, keduanya punya area terpisah, jadi nggak bakal mengganggu satu sama lain. Eh iya, di area belakang Raminten’s Kitchen ini ada kandang kuda persis seperti di Raminten Kotabaru, kebetulan ada sepasang kuda cokelat dan albino di sana. So, terakhir gue mau ngasih tau kalau Raminten’s Kitchen ini bukan kafe ya, tapi lebih ke restoran geprek versi bersih, dimana kebanyakan geprek biasanya berada di kaki lima atau di kantin. Jam bukanya dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam, katanya sih bakal buka 24 jam kayak (udah kecetak tuh di jendelanya tulisan “24 Hours”-nya, tapi masih ditutupi. Selamat nyobain!

Ayam Geprek Dada Level Sedang : Rp 18.500 (9 dari 10)
Sayur Lodeh : Masih Gratis (8 dari 10, kurang asin dikit)
Saus Keju : Masih Gratis (7.5 dari 10)

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK