Geowisata Gunung Ireng, Gunungkidul: Pesona Kecantikan Bunga Amarilis di Atas Bukit!

November 03, 2017

gunung ireng gunungkidul

Gunungkidul sekarang bukanlah sebuah daerah yang terkenal dengan image tandus, gersang, panas, dan susah air. Image itu perlahan seolah memudar diiringi dengan pesatnya pertumbuhan wisata dan bahkan menjadi sumber pendapatan wisata terbesar dari DIY itu sendiri. Banyak, banyak banget sekarang wisata di Gunungkidul ini, mulai dari wisata pantai sampai wisata bukitnya, salah satunya adalah Gunung Ireng ini, bahasa kerennya black mountain (hazeeeek!). Gunung Ireng ini lokasinya ada di Desa Pangkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Sebenernya waktu terbaik buat ke Gunung Ireng adalah pas momen matahari terbit, tapi gue ke sini udah terlalu siang dan matahari udah naik lumayan tinggi. Gue berangkat dari daerah Banguntapan sekitar jam 6 pagi dan sampai di Gunung Ireng sekitar jam 7 pagi, berarti butuh waktu sekitar 1 jam dari kota naik motor, itu udah termasuk nyasar-nyasarnya ya. Lah kok bisa nyasar ki? Iya, gue berangkat dari Banguntapan lewat Jalan Raya Pleret-Pathuk dilanjut ke Jalan Raya Patuk-Dlingo dan itu adalah rute yang menurut gue membingungkan. Suasananya emang sepi, tapi agak nggak gue saranin buat lewat sini, karena di hampir beberapa bagian ada jalan yang rusak dan hancur. Paling aman kalau mau ke Gunung Ireng mendingan lewat Bukit Bintang terus dilanjut belok ke arah Hutan Pinus Pengger dan Jalan Patuk-Pengkok. Itu adalah jalur termudah dan paling jelas arahnya buat ke Gunung Ireng ini.
rute ke gunung ireng gunungkidul
garis merah rute yang gue lewatin, yang ijo jalan paling aman dan jelas
Oke, sebelumnya gue bilang kalau gue sampai di Gunung Ireng sekitar jam 7 pagi dan prediksi gue bakalan rame karena ke sini di hari minggu (weekend), tapi dugaan gue ternyata salah besar. Jam 7 pagi di Gunung Ireng ini suasananya masih sepi dan belum banyak pengunjung yang dateng. Kok bisa ya? Padahal waktu gue pergi ke Kebun Buah Mangunan jam 6 pagi aja ramenya bukan main dan padahal jarak tempat wisatanya ini sama-sama sedikit jauh dari kota Jogja. Tapi ini sebuah hal yang bagus karena di sini gue bisa puas menikmati suasana Gunung Ireng dengan tenang dan foto-foto tentunya tanpa ada banyak gangguan dari pengunjung yang lain.

Terus kenapa namanya Gunung Ireng? Jadi gini, ceritanya dulu di sini ada sebuah gunung yang aktif dan besar (entah di tahun berapa), kemudian gunung itu terus beraktivitas yang menghasilkan endapan awan panas dan lava selama bertahun-tahun yang sekarang membentuk menjadi sebuah batuan padat berwarna hitam. Semoga gue nggak salah cerita ya, correct me if I am wrong. Harga tiket masuk ke Gunung Ireng Gunungkidul ini cuma 3.000 Rupiah aja dan biaya parkir motornya 2.000 aja. Dari lokasi parkir kita masih harus berjalan kaki lagi, menanjak menaiki anak tangga untuk sampai ke puncak bukit di Gunung Ireng ini. Emang dasarnya gue jarang olahraga, naik segelintir tangga gitu doang aja udah ngap-ngapan (elah!). Tapi semua terbayarkan ketika udah sampai di atas bukit, pemandangannya beneran indah banget, apalagi pas gue ke sini masih ada kabut-kabut tipisnya. Tapi sebenernya ada satu hal yang bikin gue agak sedikit norak dan spontan langsung bilang “waw” pas sampai di atas bukit Gunung Ireng ini, yaitu banyaknya bunga amarilis yang tumbuh mekar dengan indahnya. Jujur, gue baru pertama kali liat bunga amarilis yang mekar dengan pancaran warna orange cerah begini. Cantik, cantik banget!
pintu masuk ke gunung ireng
ini gerbang masuknya ke Gunung Ireng
tiket masuk ke gunung ireng
ini tiket masuknya ke Gunung Ireng
tracking gunung ireng
keliatan nggak jalur tracking Gunung Ireng-nya?
sejarah gunung ireng gunungkidul
ya begitulah intinya sejarah dari Gunung Ireng ini
wisata gunung ireng jogja
ini gerbang di atas bukitnya baru dibangun kayaknya
Di Gunung Ireng ini ada beberapa spot foto yang masing-masingnya punya ciri khas tersendiri, salah satunya yang unik adalah adanya rumah kayu yang ada di ujung tebing. Ini emang jadi spot foto paling favorit di Gunung Ireng ini karena emang beneran keren banget dan kalau kata anak kekinian itu instagramable banget. Lo bakalan beneran puas foto-foto di Gunung Ireng ini kalau lagi nggak rame pengunjung, terlebih kalau dateng di pagi hari, suhu udaranya belum panas. Gue saranin sih emang beneran lo harus berangkat sekitar jam setengah 5 pagi dari kota buat ngeliat momen matahari terbit di Gunung Ireng ini yang sepertinya breathtaking banget.
bunga amarylis gunungkidul
cantik banget kan bunga amarilisnya?
wisata gunungireng di jogja
ada pendoponya di atas bukit, kalau siang bakalan panas banget emang
pemandangan dari gunung ireng jogja
masih pagi, masih nyaman buat nikmatin suasana di sini
bukit gunung ireng di jogja
nah ini rumah kayu yang jadi spot foto favorit di sini

Oh iya, kemarin pas gue ke Gunung Ireng ini kayaknya lagi ada yang mahasiswa yang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sini, ada satu pendopo yang sepertinya mau dibuat acara di siang harinya. Beberapa fasilitas yang gue liat juga sepertinya baru dibangun dan diperbaiki, misalnya tangga naiknya, papan plang petunjuknya, musala, dan kamar mandi umumnya. Bersih, rapi, tertata memang wisata Gunung Ireng ini ketika gue berkunjung kemarin, harapan gue semoga sih kondisi seperti ini bukan hanya pas lagi ada momen mahasiswa yang KKN di sini, tapi diharapkan bisa bertahan selamanya. 
musholla di gunung ireng
ini musala-nya, asik juga kan?
toilet di gunung ireng
ini toilet umumnya
tangga di gunug ireng
dan terakhir tangganya yang (gue bilang) sepertinya baru dibangun
Selamat berkunjung!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK