Pecel Purwodadi khas Gambringan, BSD: Pecel Tanah Kelahiran, Apa Istimewanya?

Desember 04, 2017

pecel gambringan bsd


Semenjak artikel ini terbit gue udah 2X makan Pecel Purwodadi Khas Gambringan di BSD ini, sebenernya mau yang ketiga kalinya sih tapi gagal yang pertama karena jam 8 pagi udah kehabisan. Pertama kali tau ketika mau nyari sarapan pagi di sekitar kos Rawa Buntu yang mau mengarah ke Green Office Park lewat Jalan Anggrek Loka, BSD. Mata langsung terbelalak ngeliat tulisan “Purwodadi” gede banget di pelupuk mata, ditambah kata “Pecel” dan “Gambringan”. Dalam hati gue langsung bilang “ini langka, ini langka!”.
pecel gambringan serpong
ini warung pecelnya kalau pagi

Oke, gini, kenapa gue terkesan lebay banget nyeritain pecel doang. Jadi, Purwodadi ini adalah kota kelahiran gue dan setiap tahunnya pulang kampung karena masih ada mbah putri dan ada saudara sepupu yang tinggal di sana. Purwodadi ini menurut gue sebuah kota kecil yang jarang banget orang tau, ketika gue jelasin Purwodadi langsung spontan banyak yang nanya “dimana sih Purwodadi?”. Purwodadi adalah Ibukota dari Kabupaten Grobogan, punya jarak sekitar 65 km dari Kota Semarang atau Kota Solo. Biasanya yang kalau mau ke Purwodadi ini butuh perjuangan banget. Kalau dari Semarang butuh waktu sekitar 1 jam melewati persawahan dan jalanan bergelombang yang hancur banget, kalau dari Solo pun begitu 1 jam harus beradu dengan naik turunnya jalanan dan melewati hutan belantara. Jangan sekali-kali pergi ke Purwodadi tengah malam dari Solo karena sama sekali nggak ada lampu penerangan jalan dan gelap gulita di tengah hutan belantara.

Nah, kebayang kan Purwodadi itu kayak apa. Maka dari itu gue seneng banget bisa melihat kalau Purwodadi bisa eksis di kota besar. Oke, lanjut bahas makanannya deh. Jadi di Pecel Purwodadi Khas Gambringan BSD ini mereka nggak cuma ngejual pecel aja, ada nasi sambel tumpang, nasi kuning, soto ayam, garang asem, dan gudeg. Nasi sambel tumpangnya belum kesampaian gue cobain, ini juga bikin penasaran karena langka dan jarang ada selain di tempat asalnya. Eh iya, gue belum cerita kenapa khas Gambringan ya? (eaaa..cerita lagi, nggak apa-apa ya). Jadi tadi kan gue udah cerita tentang Purwodadi secara umum, nah Gambringan ini bagian khususnya. Jadi Gambringan ini adalah nama dari sebuah stasiun yang berada di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Purwodadi. Dulu di stasiun ini banyak banget yang jual pecel sampai ke atas gerbong kereta api, tapi karena peraturan baru PT. KAI yang nggak ngebolehin jualan di dalam kereta dan area stasiun, membuat penjual pecel-pecel ini nggak lagi berjualan di area stasiun. Nah karena hal itu banyak pengguna kereta api yang justru merasa kehilangan dan pecel Gambringan ini menjadi sebuah buruan khusus dan menjadikannya kuliner yang khas dan langka. Kalau lagi pulang kampung ke Purwodadi pasti mbah (eyang putri) selalu beliin pecel Gambringan ini dari pasar dan rasanya duh “ngangeni”.

Balik lagi ke Pecel Khas Gambringan di BSD, terus apa yang bikin “khas” sampai-sampai ini pecel dianggap langka dan banyak diburu? Jawaban utamanya adalah sambel pecelnya! Iya, sambel pecel khas Gambringan ini beda banget sama sambel-sambel pecel kebanyakan. Sambel pecel biasanya kan warnanya kecokelatan, kental, kacangnya lembut, dan cenderung manis. Tapi nggak sama sambel pecel Gambringan ini, warnanya cerah merah, ada potongan cabenya, nggak kental (cenderung encer), kacangnya nggak lembut, dan rasanya pedes. Terus, jawaban kedua adalah adanya kembang turi dan daun pepaya di dalam sayuran pecelnya. Kembang turi jarang banget tau kan? Iya, pecel khas Gambringan pasti ada kembang turinya dan daun pepayanya, makannya pas mau makan di Pecel Khas Gambringan BSD ini lo bakalan ditanya dulu sama penujualnya “pakai paitnya nggak mas?”, maksudnya pakai daun pepaya atau nggak. Penyajian aslinya sih sebenernya pakai pincuk dan sendoknya pakai suru (dari daun pisang), tapi mungkin karena ribet kali ya, di sini penyajiannya pakai piring seng jadul yang dilapisi daun pisang.
pecel purwodadi bsd
bisa pilih pakai lontong atau nasi
pecel purwodadi gambringan bsd
yang di besek itu adalah lauk pauknya
pecel purwodadi gambringan serpong
sayur pecelnya seger banget
pecel gambringan purwodadi bsd
lauknya banyak yhaaa
Selain itu yang gue suka di Pecel Purwodadi Khas Gambringan di BSD ini adalah mereka nggak pelit ngasih peyek kacangnya, lumayan banyak dan enak “krenyes-krenyes”. Gue lupa harga per porsinya berapa, yang jelas gue makan satu porsi nasi pecel, tambah 2 gorengan bakwan, dan teh tawar hangat, habis 18.000 Rupiah. Seperti yang gue bilang tadi, gue masih penasaran sama nasi sambel tumpangnya, kalau udah sempet nyobain, nanti gue update lagi di artikel baru.

Nasi Pecel Purwodadi Khas Gambringan : 15.000 (9.8 dari 10)

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK

Member of

ID Corners