Tebing Koja Kandang Gozilla, Cisoka: Potensi Wisata Bagus, Tapi Kok Banyak Itunya?

December 05, 2017

tebing koja kandang gozilla

Kesalahan terbesar gue ketika pergi ke Tebing Koja Kandang Gozilla adalah nggak mencari tau dulu informasi wisata di daerah Cisoka ini. Kenapa? Iya, karena 3 minggu sebelumnya gue udah pergi ke daerah Cisoka ini dan menyambangi salah satu wisatanya yaitu Telaga Biru Cigaru, yang ternyata lokasinya berdekatan dengan Tebing Koja Kandang Gozilla. Padahal kalau bisa sekalian, banyak keuntungannya, hemat waktu, hemat energi, dan tentunya hemat bensin. Jaraknya sekitar 8 km aja dan sekitar 20 menitan buat pindah dari Telaga Biru ke Kandang Gozilla, ah elah!

Oke, karena penasaran dengan Tebing Koja Kandang Gozilla, maka dengan niatnya lagi gue memutuskan balik lagi ke Cisoka di hari Minggu. Jauhnya jarak yang harus gue tempuh dari BSD sampai ke Cisoka sekitar 2 jam naik motor. Kesalahan gue (lagi) pas mau ke Tebing Koja Kandang Gozilla ini adalah “sok-sok an bosen”, bosen lewat jalan yang sama ketika mau ke Telaga Biru (lewat Citra Raya). Keputusan gue melewati jalan lain ke Cisoka ternyata salah besar, kenapa? Jalannya hancur parah, rusak, dan bahkan banyak kubangan air yang menggenang. Makin diperparah dengan banyaknya truk pengangkut pasir dan batu yang lewat. Carut marut belum kelar karena cuaca panas ditambah debu yang beterbangan karena “transformers” lalu lalang. Astaga, kebayang kan tuh!

Gue sempet nyasar beberapa kali dengan jarak balik ke jalur yang bener lumayan jauh. Perjalanan agak sedikit terhambat pas melewati perlintasan kereta Stasiun Cisauk (jalur salah), macetnya bukan main di sini. Agak sedikit tersendat lagi ketika masuk dan melintasi Stasiun Tenjo, jalurnya sempit banget tapi banyak angkutan umum yang ngetem, beuh! Sebelum masuk daerah Tenjo yang antah berantah itu, gue sempet mampir ke sebuah warung soto untuk makan siang demi mengisi perut untuk perjalanan yang masih lumayan jauh saat itu. Penderitaan belum selesai, udah tau jalanannya rusak, berlubang, berkubang air, sempit, ada aja yang bikin posko sumbangan masjid di sana, tambah bikin macet dan sempit.

Sampai di daerah Cisoka sekitar jam 1 siang dan cuaca lagi nggak bersahabat. Hujan yang lumayan deras turun lumayan lama, padahal sebentar lagi udah mau sampai di lokasi Kandang Gozilla. Berteduhlah di minimarket bersama orang-orang yang nggak bawa jas hujan kayak gue, sekitar 1 jam menunggu akhirnya hujan reda itu sungguh bikin ngantuk. Sekitar jam 2 gue melanjutkan perjalanan ke arah Tebing Koja Kandang Gozilla. Jalanan ke Tebing Koja ini setelah hujan? Beuh, sereeemm! Jalannya tanah liat dan banyak batu-batu besar, gue hampir mau jatuh, padahal udah pelan-pelan banget bawa motornya. Setelah sampai di parkiran, untungnya gue bawa sandal gunung, karena kondisi tanahnya becek dan berlumpur.

Kesan pertama sampai di area Tebing Koja ini adalah banyak banget pungutan liarnya! Pertama bayar retribusi di depan, bayar lagi di parkiran, di dalem pun ternyata diminta biaya lagi. Kesan kedua gue di Tebing Koja ini adalah biasa aja, mungkin karena gue ke sini di hari weekend kali ya, jadi suasananya ramai. Jujur, gue agak kurang nyaman kalau tempat wisata terlalu ramai, membuat kita jadi nggak menikmati suasananya. Tapi gue nggak bilang kalau Tebing Koja Kandang Gozilla ini jelek ya, tapi mungkin bakalan lebih asyik kalau ke sini di hari biasa bukan di hari libur. Pagi hari ketika suasana masih adem dan nggak panas menyengat kalau di siang hari, mungkin lo ya!
wisata tebing koja banten
ini tiket masuk pertama, setelahnya ada lagi
wisata tebing koja cisoka
indah kok, apalagi kalau pagi hari mungkin ya
wisata kandang gozilla
kalau musim hujan gue nggak tau gimana
wisata kandang gozilla cisoka
nah ini udah di bagian bawah
Pas lagi asyik foto di sini, tiba-tiba ada seorang anak yang mendatangi gue dan bilang “mas mau ke goa nggak?”, spontan gue jawab aja “emangnya ada goa di sini?”. Bocah yang gue lupa namanya ini sumringah banget ketika gue mau diantar dan diajak jalan-jalan sama doi. Pinter juga ni bocah nyari duitnya. Gue diantar sampai masuk ke dalam sebuah gua buatan yang “hmmmm…” hahaha.. no comment deh, tapi okelah usahanya buat bikin spot wisata lain di sini. Setelah itu gue diajak sama ini bocah ke sebuah air terjun, hahahaha.. gue sih no expectation ya, cuma ngikut aja. Bener emang ada air terjun tapi lebih mirip krucukan air mengalir.
kandang gozilla cisoka
ngikutin bocahnya
goa cisoka
goa buatan di sini, nggak menarik
tebing kandang gozilla
polos banget doi, ah lupa gue namanya

wisata cisoka kandang gozilla
jurassic park?
Jalan licin dan lumpur semua, pakai celana panjang yang udah nggak karuan bentuknya, ngobrol sama si bocahnya kalau ternyata dia masih sekolah dan bilang gini ke gue “mas, nanti mampir ke warung saya ya”. Gue pun meng-iya-kan dan setelah tur selesai (cieelah tur), gue mampir ke warung si adeknya membeli nutrisari dingin dan popmie. Pas gue tanya si bocahnya “ini warung yang jaga siapa tadi?”, dia pun menjawab “saya doang mas sendiri”. Lumayan lama gue di warung si adeknya, sampai kita semua mainan aplikasi Snow di hp yang ternyata temen-temennya pada datang kegirangan.

Sekitar jam 4 sore pun gue memutuskan untuk pulang dari Tebing Koja Kandang Gozilla dan ketika mau keluar melalui jalur yang berlumpur pas masuk tadi ternyata sudah diberi banyak sekam oleh warga di sekitar untuk meminimalisir kecelakaan seperti motor terpeleset jatuh, cakep! 

Jadi kesimpulannya adalah bahwa Tebing Koja Kandang Gozilla ini punya potensi yang bagus untuk pemasukan daerah dan penghasilan penduduk sekitar. Tapi sebaiknya jangan terlalu banyak pungutan liar “ini itu” yang mungkin membuat sebagian orang malas untuk ke sini atau merekomendasikan Kandang Gozilla ke orang lain. Satu lagi saran dari gue kalau mau ke Tebing Koja Kandang Gozilla, yaitu datanglah di hari biasa dan menjelang sore hari, kalau di weekend ramainya bukan main, jadi bikin kurang sreg menikmati alamnya. Selamat berkunjung! 

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK