(menuju) Beijing Hari Pertama: Satu Hari Hanya Untuk Transit di Kuala Lumpur

Januari 23, 2018


Sabtu, 13 Januari 2018
Jam 5 pagi gue udah bangun, mandi, dan siap berangkat naik ojek online menuju WTC Serpong, karena di sana ada bis DAMRI yang bakal mengantar gue ke bandara. Biaya perjalanannya sebesar 40.000 Rupiah dan memakan waktu sekitar 40-50 menit melewati jalan tol Alam Sutera. Sampai di bandara sekitar jam setengah 8 pagi dan perut udah nggak bisa di kompromi lagi minta diisi. Sebenernya gue pengen ke kantin yang (katanya) ada di samping musholla terminal 2, tapi gue nggak menemukannya. Akhirnya masuklah ke KFC dan membeli bubur ayam, hitung-hitung sebagai pengganjal perut pagi itu. Setelah perut terisi, gue pun masuk ke boarding gate. Seperti biasa, untuk orang Indonesia kita nggak perlu lagi bertatap muka dengan petugas imigrasi karena sudah ada pintu otomatis (autogate) yang memudahkan kita karena lebih cepat dan praktis. Hanya perlu scan paspor aja, taruh jari, kelar deh. Nice!

Penerbangan ke Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 2 jam, dimana waktu (di sana) lebih cepat 1 jam daripada Jakarta, nggak ada yang spesial dari penerbangan ke Kuala Lumpur ini. Setelah sampai di KLIA2, gue langsung memanjakan perut yang baru diisi bubur tadi pagi, masuklah ke salah satu tempat makan bernama Nyonya Colors dan memesan Laksa Kuning (review-nya di sini). Nggak berekspektasi apapun sama makanannya, tapi baru kaget setelah pesanannya datang diantar ke meja. Porsinya gede banget dan surprisingly rasanya enak je! Setelah perut kenyang, gue masih harus menunggu Andi sekitar 1 jam lagi. Gue berusaha mencari stop kontak karena hp lowbatt dan powerbank juga habis dayanya. Ternyata mencari stop kontak di KLIA2 ini nggak semudah yang dibayangkan, karena semua lubang yang tersedia adalah kepala 3 (steker Indonesia nggak bisa), akhirnya dengan terpaksa gue mengambil daya dari laptop ke hp menggunakan kabel data.
 
duh ini enak banget!
Andi sampai sekitar jam setengah 8 malam dan langsung pergi ke gerai Subway karena kelaperan dan ternyata masih belum kenyang (astaga!). Kita pindah lagi ke McD, memesan 2 potong ayam, Andi pesan es milo dan gue pesan jus jeruk. Agak kaget pas pertama kali mencoba es milonya karena kentel banget dan super manis, tapi ternyata itu belum diaduk dan rasanya menjadi pas dan nikmat setelah diaduk rata (norak lu ki!). Sedangkan untuk ayamnya, bumbu tepungnya berbeda dengan McD di Indonesia, karena lebih terang, lebih berwarna orange, lebih krispi, dan lebih gurih. Enak ugha!          

subway junjungan quwh!
makan ayam doang, nggak ada nasi di sini, sedih.
Sekitar jam 9 malam kita mulai antre masuk ke dalam pesawat dan seketika kaget melihat banyak orang yang udah pakai coat duluan. Kita berdua mulai bingung dan was-was “kayaknya dingin banget njir!”, “sedingin apa deh, kok udah pada pakai coat?”, “duh gimana nih, ah elah!”. Si Andi mengeluarkan jaketnya untuk dipakai di dalam pesawat, sedangkan gue masih tenang aja karena berpikir terlalu ribet jika harus mengeluarkan coat yang tebal saat itu. Ketika masuk ke dalam pesawat, ada segerombolan penumpang yang terlihat ribut dan berisik karena masalah pembagian tempat duduk dengan teman-temannya. Lorong pesawat pun jadi macet gara-gara keributan orang-orang itu, sampai pramugari yang datang mencoba melerai pun nggak digubris sama sekali oleh mereka. Gue berdiam diri di belakangnya dan mencoba memperhatikan masalahnya di sana, sampai akhirnya lorong pesawat pun kembali lancar dan gue pun bisa melewati mak-mak rempong itu.

mulai antre masuk ke pesawat
Airbus A330 (AirAsia X), livery-nya cakep!
itu mak-mak rempongnya tuh, elah
Gue dan Andi mendapatkan kursi di baris paling belakang, (jujur) ini pertama kalinya gue naik pesawat besar dengan perjalanan paling lama (norak lu ki!). Sensasi take off dan landing sungguh berbeda dengan pesawat Airbus/Boeing biasa, karena lebih halus dan stabil. Perjalanan selama 6 jam ke Beijing gue bunuh dengan tidur malam yang sangat nyenyak. Night night!


mulai terbang meninggalkan Kuala Lumpur
jam tidur, semua lampu mati
Biaya Hari ke-1:
GrabBike Rawa Buntu – WTC Serpong: Rp 11.000
Bubur Ayam KFC Bandara Soetta: Rp 8.000
Air Mineral: Rp 9.000
Laksa Kuning Nyonya Colors: 14.30 MYR (Rp 48.600)
Air Mineral: 4.15 MYR (Rp 14.000)
KFC Chicken Spicy @KLIA2: 9.90 MYR/2 = 4.95 MYR (Rp 16.700)
KFC Orange Juice @KLIA2: 5.50 MYR (Rp 18.700)

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK

Member of

ID Corners