Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan: Mengejar Matahari Sampai Jerman!

December 13, 2017

kebun teh cukul

Lokasinya berada di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari Kota Bandung membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Jalur gue pergi ke Perkebunan Cukul ini lewat Kecamatan Soreang, jalur macet memang, karena juga sebagai jalur kendaraan yang datang dan pergi dari kawasan wisata Ciwidey. Kenapa lewat Soreang? Iya, karena gue memutuskan untuk bermalam di salah satu hotel di sini. Jauh amat mau ke Pangalengan tapi nginepnya di Soreang ki? Hahaha… Iya emang jauh, Perkebunan Cukul dari Soreang masih sekitar 1 jam lagi. Tapi alasan gue masuk bisa diterima kok, karena setelah browsing dan mencari tahu penginapan di daerah Pangalengan, rata-rata di sana adalah villa dan hampir yang gue lihat itu villa-nya menyeramkan. Kan nggak lucu bermalam di sana dengan suasana berkabut, dingin, tau-tau ada yang ngetok pintu jam 12 malam, haha makasih.

Oke, gue berangkat ke Perkebunan Cukul dari Soreang sekitar jam 4 pagi. Ngapain ki anjir berangkat jam 4 pagi? Iya, karena gue mau “mengejar matahari” di sana. Soale di internet lihat foto-foto sunrise Perkebunan Cukul Pangalengan ini indah banget. Jadi dengan semangat 45 ditambah niat berapi-api melihat sang surya muncul, check-out lah gue dari hotel dan merelakan untuk meninggalkan sarapan buffet-nya (hiks…). Jalan raya dari Soreang ke Pangalengan udah bagus dan beraspal, tapi jalurnya lumayan ekstrem dan butuh konsentrasi tinggi berkendara menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Berliku, menanjak, dan bahkan ada tikungan “letter U” tajam di beberapa titik, terlebih penerangan hanya datang dari lampu kendaraan yang lo bawa atau kendaraan lain yang lewat berlawanan. PR-nya adalah ketika bertemu dengan mobil bermuatan banyak atau bahkan truk besar yang bikin kesel berada di belakangnya. Tapi nggak usah gegabah, karena gue kemarin pun cukup lama berada di belakang mobil bermuatan yang susah nanjak, bukannya gue nggak berani mendahului, tapi jalurnya nggak memungkinkan untuk menyusul mobil itu di depan gue. Nggak ada 1-meter jalannya udah bertemu dengan tikungan lagi dan begitu seterusnya, jarang banget jalan lurus ke arah Pangalengan ini.

Sampai di Kecamatan Pangalengan sekitar jam setengah 6 pagi dan ternyata pagi itu langit sedikit tertutup awan kelabu yang memang sepanjang perjalanan gue udah cemas apakah matahari akan muncul atau tidak. Melewati terlebih dahulu Situ Cileunca yang indah banget di pagi hari dan berhenti sebentar untuk menikmatinya. Lokasi Kebun Teh Cukul dari Situ Cileunca nggak jauh, mungkin sekitar 2-3 km dengan jalan yang masih berliku-liku. Tapi untungnya bukan lagi hutan, melainkan sudah ada banyak rumah-rumah warga dan ada kehidupan. Pukul setengah 6 pagi dengan suasana berkabut, pengukur suhu di mobil menunjukkan bahwa suhu luar ruangan turun mencapai 16 derajat celsius, ini bahkan jauh lebih dingin daripada Dieng, dingin!
situ cileunca
ini suasana Situ Cileunca di pagi hari
Saat sudah sampai di area Perkebunan Teh Cukul yang sesuai dengan panduan gps, gue kebingungan mencari pintu masuknya. Sampai kemudian berhenti di salah satu warung kopi yang sudah buka, gue memesan teh manis hangat dan alangkah cakepnya si Ibu sedang menggoreng pisang saat itu, pas! Sembari menyeruput teh manis hangatnya, gue bertanya ke si Ibu penjualnya dimana letak pintu masuk menuju Kebun Teh Cukul ini berada. Setelah mendapatkan penjelasan dari si Ibunya, gue menyimpulkan kalau Perkebunan Teh Cukul ini bukanlah lahan komersial seperti Perkebunan Teh Gunung Mas di Puncak, tau kan? Kalau di Gunung Mas Puncak kita akan dengan mudah menemukan gerbang pintu masuk ke area kebun tehnya, tapi di sini nggak. Sebenernya bisa aja masuk ke bagian kebun tehnya seperti yang gue lakukan setelah pergi dari warung si Ibunya. Masuk ke area kebun teh yang jalannya bikin rusak mobil dan punya jalan yang tak berujung, sampai bertemu kembali dengan sebuah pedesaan (matilah gue ke mana ini!).
perkebunan cukul
jalan raya di area kebun teh cukul pagi hari
perkebunan cukul pangalengan
semangat mas, motornya tangguh juga!
perkebunan cukul pengalengan
teh hangat yang kalau nggak langsung diminum cepet dingin dan itu pisang goreng endessnya
Daripada gue nyasar semakin jauh, berhentilah dan bertanyalah kepada siapa pun yang sedang lewat di sana. Datanglah seorang Bapak yang sepertinya seorang pekerja di kebun teh dan menjelaskan ke gue kalau jalan yang dilalui ini bukan jalur wisata. Semakin jauh ke dalam menurutnya jalannya semakin rusak dan tidak ada apa pun di sana selain rumah warga (waduh!). Gue pun berterima kasih kepada si Bapak yang ramah banget menjelaskan ke gue sampai beliau kaget ketika gue bilang dari Jakarta. Oke, penjelasan si Bapak membuat gue kembali ke arah dimana gue datang tadi dan sesekali berhenti di pinggir jalan untuk sekedar berfoto, karena gue nggak bisa memungkiri keindahannya, ah cakep banget!
puncak mulya pangalengan
nah nyasar sampai sini gue, namanya Puncak Mulya
puncak mulya pengalengan
ketemu si Bapak ini yang ramah banget
Nah, di area Perkebunan Teh Cukul ini juga ada sebuah villa besar yang sering disebut Villa Jerman, diambil berdasarkan gaya arsitek bangunan villa itu sendiri. Letak pastinya berada di di pinggir Jalan Raya Cukul yang mau ke arah Talegong. Mencolok banget, karena memang menjadi bangunan yang paling besar dan berbeda di Perkebunan Teh Cukul ini. Katanya sih ya baca-baca informasi di internet kalau dulu di villa ini pernah terjadi pembantaian sadis dan semuanya mati di dalam villa ini, tapi kayaknya ditutup-tutupi jadi beritanya nggak tersebar luas. Menurut gue entah ada pembunuhan atau nggak, yang jelas villa ini agak creepy, itu pagi hari lo, gimana malam harinya di sini, duh makasih ya kalau gue disuruh nginep di sini.
rumah jerman pangalengan
nah ini dia si Rumah Jerman yang indah sekaligus menyeramkan itu
Jadi, bisa gue simpulkan kalau Perkebunan Teh Cukul ini bukanlah kawasan objek wisata komersial seperti kebun teh lainnya. Di sini kita nggak akan menemukan gerbang pintu masuk wisata, area parkir yang luas, restoran untuk makan, apalagi area bermain anak-anak. Buang jauh-jauh bayangan itu ketika mau mengunjungi Perkebunan Teh Cukul di Pangalengan ini. Tapi diluar dari itu semua, pemandangan yang dihadirkan Perkebunan Teh Cukul ini gue akui indah banget, nget, nget. Hamparan hijaunya pohon teh yang tersusun rapi dan berbukit bukit memang menjadi objek foto yang kalau kata orang kekinian itu instagramable banget. Nih foto-fotonya;
kebun cukul bandung
suasananya masih sepi di sini
kebun teh cukul bandung
hijau sejauh mata memandang
perkebunan cukul bandung pengalengan
itu jalan raya yang memotong bukit kebun tehnya
Selamat Main!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK