Bus Garuda Mas Double Decker: Besar, Ganteng, & Semok!

Maret 05, 2018

bis garuda mas double decker

Senangnya ketika tahu ada bis Double Decker yang dimiliki P.O. Garuda Mas. Kok gitu aja seneng ki? Iya karena bis Garuda Mas ini adalah bis yang dari dulu gue naiki kalau pulang kampung ke Purwodadi (sebelum mudik pakai mobil). Gue bukan pertama kalinya menaiki bis tingkat, gue pernah diajak orangtua naik bis tingkat di Jakarta sekitar tahun 1995-1996an, (sekarang di Jakarta udah ada lagi bis tingkat berkat Pak Ahok, thank you sir!). Excited mau mencoba bis tingkat lagi, akhirnya, gue follow Instagram resminya Garuda Mas yang katanya mau launching dan perdana operasional bis Double Decker di bulan Februari 2018. Lah ndalah kok ya bisa pas ketika gue mau pulang kampung (sendirian aja, kangen mbah). Nah, gue tunggu kok ya lama banget announcement-nya, akhirnya gue pergi dulu naik kereta di hari Jumat, 16 Februari 2018, kereta Kertajaya jurusan Surabaya. 

Nah barulah ketika akan kembali ke Jakarta di hari Senin, 19 Februari 2018, gue memesan tiket bis Garuda Mas Double Decker di Toko Laris depan Alun-Alun Purwodadi. Di toko laris ini, dari dulu mereka hanya menjual tiket bis kela eksekutif, nggak menjual kelas bisnis, apalagi ekonomi, dan bis yang bakalan pick-up penumpang di toko laris ini hanyalah bis yang berasal dari Blora atau Cepu. Alhamdulillah-nya, ternyata gue masih mendapatkan harga promo bis Garuda Mas Double Decker seharga Rp 250.000 dari harga normalnya Rp 300.000 (mahal ugha). Tapi tenang aja, karena seperti biasa bis Garuda Mas ini selalu mendapatkan makan malam di semua kelas bisnya. Oke, bis dijadwalkan berangkat pukul 2 siang, tapi ternyata delay (cieeelaah delay) sampai satu jam lebih. 

Ketika melihat bis Double Decker ini dari kejauhan benar-benar besar dan seperti robot di karakter transformer yang bisa berubah menjadi bis (emang ada ya?), haha… gitu lah pokoknya ganteng banget. Kerennya lagi ketika masuk ke dalam bis Double Decker ini dan mendapatkan duduk di deck atas, walaupun bukan di pinggir kaca, (entah berlebihan atau bagaimana) kesan pertama kali gue terasa seperti masuk ke dalam kabin pesawat bukan ke dalam bus antarkota. 


bis garuda mas dd toko laris purwodadi
ini ketika baru sampai di depan Alun-Alun Purwodadi, cantik kan!
kabin bis double decker
ini kabin deck atasnya, mirip di dalam pesawat kan?
Nih ya gue sebutin apa yang bikin keren dari bis Garuda Mas Double Decker ini;

1. In-Bus Entertainment
Seperti layaknya Garuda yang melayang di udara, Garuda yang berjalan di darat pun terdapat layar di setiap seat-nya. Layar ini memuat berbagai macam hiburan, mulai dari musik sampai film box officePlaylist musik dan filmnya juga lumayan update, walaupun memang jumlahnya masih terbatas dan belum banyak. Kualitasnya gimana ki? Ternyata baik layar maupun filmnya sudah berkualitas HD, bahkan menurut gue lebih bagus dari Garuda terbang. Kebetulan banget gue belum nonton The Fate of The Furious 7, jadi nontonlah gue dengan nyamannya. Nggak hanya itu, persis di bawah layarnya terdapat slot USB untuk men-charge hp dan lubang jack 3,5mm untuk earphone. Kelengkapan hiburan di bis Garuda Mas Double Decker ini semakin lengkap dengan adanya free WiFi, tetapi aksesnya dikunci, jadi kita harus menanyakan terlebih dahulu password-nya kepada kernet atau supir bisnya. Nice!

layar tv bis double decker
kualitas filmnya top! bening! 
colokan usb bis double decker
buat nge-charge sama dengerin musik, itu kantong plasti isi arem-arem dari mbah, haha..
wifi bis double decker
itu router-nya ditaruh di bagian dashboard bisnya
2. Serba Mewah dan Eksklusif
Sungguh nyaman ketika duduk dan bersandar di kursi bis Garuda Mas Double Decker yang benar-benar tebal sehingga bisa menopang badan dengan baik, ditunjang dengan sandaran kepalanya yang juga nyaman dan empuk. Kesan mewah di dalam bis ini terlihat dari seat-nya yang berlapis kulit berwarna cokelat, gorden berwarna krem, dan sandaran tangannya yang hadir dengan balutan wood finishing. Kerennya lagi, semua pintu bis ini baik pintu tengah, pintu depan, dan pintu bagasi, sistem membuka dan menutupnya sudah otomatis, nice kan? Terasa lebih eksklusif lagi ketika menaiki bis Double Decker ini karena dalam satu bis hanya ada 24 kursi penumpang saja. 

kursi bis double decker
nyaman banget, kursinya juga tebel, dan itu yang warna biru adalah selimutnya
interior bis garuda mas double decker
(kiri) pegangan tangan wood finishing, (kanan) jok berlapis kulit berwarna cokelat tua
dispenser air bis double decker
di deck bawah ada dispenser air, tapi itu dikunci, sepertinya harus bilang ke kerneknya
3. Nyenyaknya Tidur Malam
Kenyamanan di dalam bis Garuda Mas Double Decker ini juga bertambah ketika saat tidur malam, merebahkan kursi, menaikkan sandaran betis, menggunakan bantal, dan menutup badan dengan selimut tebalnya. Tidur malam sungguh tidak terasa sampai benar-benar terlelap pulas. Apalagi, didukung dengan luasnya legroom antar seat (mungkin jaraknya sekitar 80-100cm), gue rasa bisa menaruh koper ukuran kabin pesawat ini mah. Semakin terlelap pulas dengan adanya ambience light berwarna biru di langit-langit bis yang menyala dengan cantiknya.

legroom bis double decker
lega banget legroom-nya ini
ambience light bis double decker
suasana malam di dalam bis double decker
Selebihnya, menurut gue biasa aja dan bisa kita temui di banyak bis komersial lainnya, seperti model AC dan lampu kabinnya, begitu pun dengan toiletnya. Tapi ada beberapa hal yang juga unik dan pertama kalinya gue rasakan, misalnya seperti duduk di deck atas selalu nabrak-nabrak ranting karena memang bis Double Decker ini tinggi banget. Selain itu ketika ingin pergi ke toilet yang berada di deck bawah, gue langsung terasa kalau di bagian bawah jauh lebih stabil daripada duduk di atas, maksudnya stabil adalah ketika bisnya berbelok atau menyalip kendaraan lain tidak terlalu bergoyang dan tidak terlalu terasa. Serunya lagi ketika bis ini melewati pasar, pusat keramaian, atau saat berada di rumah makan, banyak orang-orang yang seolah-olah menjadi paparazzi dadakan bis ini, sehingga yang melihat dari dalam pun terasa seperti artis, hahaha..!! 


model ac bis double decker
nih model AC atasnya biasa aja kan?
makan malam bis garuda mas
seperti biasa, disyukuri saja, tapi enak kok lumayan
perbandingan bis double decker
nih perbandingan bis biasa dan bis double decker
bis double decker
besaaaarr....!!!
Selamat mencoba!

You Might Also Like

4 komentar

  1. Asyik sepertinya...oya mas bis ini nganan seperti bis yang lainnya nggak yah? soalnya rada ngeri aku naik bis....nyelip terus heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sepertinya bis yang "nganan" hampir rata2 bis melakukan itu deh mas. tapi memang bis-bis pantura nggak seekstrem "nganan" nya seperti bis jurusan Madiun/Surabaya. hehe tau kan?

      Hapus
  2. Mas ada bagasi di atas kepala ga di dek atas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada Mas Priyo, tapi nggak seluas bagasi atas bis single deck.

      Hapus

GOOGLE+

FACEBOOK