Tian'anmen Square & Forbidden City (Kota Terlarang) di Beijing: Tur Satu Paket!

Maret 23, 2018

kota terlarang di china

Pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa disebut sebagai “Kota Terlarang”, kenapa ki? Pertama gue jelasin dulu kalau ini merupakan komplek kerajaan dengan luas 720.000 meter persegi, yang terdiri dari 800 bangunan dan 8.000 ruangan. Penghuninya adalah para raja periode Dinasti Ming & Qing. Lalu kenapa disebut terlarang? Ya, karena memang area istana ini dahulunya bukan untuk rakyat jelata biasa kayak gue, hanya kalangan keluarga para raja-lah yang hanya bisa masuk ke dalam, bahkan jika ada warga sipil biasa yang masuk ke dalam dan melanggar peraturannya, mereka tidak segan-segan memberikan hukuman mati baginya. Serem!

Tapi sekarang Forbidden City sudah menjadi salah satu situs warisan dunia milik UNESCO dan menjadi simbol dari kekuasaan bangsa Tiongkok. Persis tepat di depan gerbang masuknya terdapat sebuah gambar berukuran besar dari Mao Tse-Tung (Mao Zedong), yang gambarnya juga bisa kita lihat dimana pun di seluruh penjuru China, bahkan di setiap nominal mata uang Yuan-nya. Emang siapa sih dia? Dia adalah seorang diktator komunis China yang berhasil mendeklarasikan kemerdekaan Republik Rakyat China dari zaman kekaisaran, sehingga membuat seluruh rakyat China menghormatinya sampai sekarang ini. Jenazahnya diawetkan dan berada di Gedung People Power (Museum Mao Zedong) yang berada tepat di tengah area Tian’anmen Square.

Kalau mau ke Forbidden City hanya perlu naik subway dan turun di stasiun Tian’anmen East. Pas keluar dari stasiun jangan bingung (kayak gue), lo bakal langsung melihat banyak penjaga, bahkan melihat area pemeriksaan barang (scanning) seperti di bandara. Waktu itu gue nggak langsung masuk, karena kebingungan dan gue lihat rata-rata yang masuk adalah warga lokal. Mereka masuk dengan menunjukkan Kartu Pengenal (di Indonesia KTP). Akhirnya gue bertanya kepada salah satu penjaga dengan menunjukkan paspor, belum sempat selesai bertanya, si penjaga itu langsung bilang “yes…yes..” sambil tersenyum dan menggerakan tangannya untuk mempersilahkan gue masuk. Iya, paspornya sama sekali nggak diperiksa, padahal warga lokal lainnya Kartu Pengenal itu benar-benar di cek satu per satu.
tiananmen square di china
ini antrian scanning barangnya
Oke, setelah melewati penjaga, kita akan melewati sebuah bangunan yang berisi alat pemindai barang dan lagi-lagi bertemu dengan penjaga. Buat warga lokal yang menggunakan Kartu Pengenal berarti ini double check, gue pun kembali menunjukkan paspor dan lagi-lagi si penjaga dengan senyuman ramahnya langsung mempersilahkan gue masuk. Ya, tanpa tersentuh lagi itu paspor yang gue pegang. Padahal lo ya, ketika penjaga-penjaga tadi memeriksa warga lokal dengan Kartu Pengenal mereka masing-masing, si penjaga sama sekali wajahnya serius dan serem, makannya gue agak takut di awal. Tapi ketika si penjaga itu bertemu gue yang menunjukkan paspor, wajahnya langsung berubah drastis jadi ramah banget dengan melemparkan senyumannya. Gue masih bertanya-tanya sampai sekarang, kenapa ya warga lokal justru diperketat sedangkan turis asing diperbolehkan masuk dengan mudahnya?
tiananmen square di beijing
penjaga yang nggak jelas menjaga apa
Setelah melalui kedua penjaga yang ramah itu serta scanning barang, akhirnya gue menginjakkan kaki di Tian’anmen Square yang ternyata benar-benar luas. Tian’anmen Square ini merupakan sebuah lapangan yang berada persis di depan kediaman raja atau Kota Terlarang (Forbidden Palace). Di area Tian’anmen Square ini terdapat Museum Mao Zedong yang di awal gue bilang kalau di sana ada jenazah Mao Zedong yang diawetkan. Tapi sayangnya karena waktu yang terbatas, gue nggak meng-agenda-kan untuk mengunjungi museum itu. 

museum mao zedong di beijing

Di area Tian’anmen Square ini selain banyak yang menawarkan jasa foto, ada satu hal membuat gue bertanya-tanya nih, yaitu para penjaga yang berada di samping/sisi tiang bendera. Gue mikir ngapain si penjaganya di sana ya, mereka hanya diam tanpa bergerak sedikit pun. Kalau mereka berjaga di depan gerbang masuk atau di dalam area Forbidden City-nya mah wajar lah ya, lah ini di tiang bendera cui. Antara kasihan tapi salut sih!
masuk ke tiananmen square
itu di sekeliling tiang bendera banyak penjaganya, mereka bener-bener diem aja
Kota Terlarang ini memang menjadi agenda wajib ketika main ke Beijing. Saat pertama kali masuk ke dalamnya, gue berdecak kagum karena memang bangunannya benar-benar besar, kuat, dan kokoh, begitu juga dengan daun pintu kayu besarnya. Oh iya, ketika melihat banyak penjaga di pintu masuk yang memang terlihat keren dan gagah, jangan sekali-kali mendekatinya untuk berfoto dengan mereka ya, karena itu dilarang. 

Gue main ke Forbidden City ini sekitar jam 9 pagi dalam kondisi belum sarapan, beruntungnya di dalam terdapat sebuah tempat makan. Memang terlihat mahal, tapi karena lapar, ya nggak pakai basa-basi gue langsung masuk ke dalamnya. Di sini, gue dan teman memesan menu yang sama yaitu nasi daging + milk tea, (harganya di bawah ya). Walaupun lumayan mahal tapi nggak apalah, daripada kita jalan-jalan di Kota Terlarang ini yang emang areanya luas banget dengan kondisi lemah dan lunglai. 
kota terlarang di beijing
udah masuk ke dalemnya nih
tempat makan di forbiddenn city
nah awalnya nggak tau ini apa, liat huruf latin "tasty" baru ngeh kalo ini tempat makan
makan di forbidden city
suasana di dalamnya
makan di dalam forbidden city
mahal tapi enak, bolehlah!
ini bocah lucu banget!
Waktu gue berkunjung adalah hari Senin dan suasananya ternyata rame cui. Gue pikir gimana suasananya pas weekend ya? Dan apa orang-orang di sini nggak bekerja atau gimana? Kalau yang datang turis asing wajar lah ya, tapi nggak lo, justru yang datang rata-rata kebanyakan warga China itu sendiri (mungkin dari daerah yang jauh kali ya). Hanya beberapa kali mendengar percakapan Bahasa Korea di sini, tapi jarang banget bule Eropa atau Amerika. Sayangnya ketika gue ke sini The Palace Museum yang berada di Forbidden City sedang di renovasi, sehingga ditutup dan pengunjung tidak bisa memasukinya.
suasana di dalam forbidden city
dingin asli sumpah!
suasana di dalam kota terlarang
banyak gaya lau ki!
Setelah puas di dalam, gue menuju pintu keluar Quezou Gate dan melihat penjual Tanghulu di sana, karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya terbelilah Tanghulu itu. Nah, The Palace Museum ini dikelilingi sungai besar yang sedang membeku. Pas lagi asyik makan Tanghulu, gue melihat ada mobil terbuka dengan banyak kursi di belakangnya, yang pertama kali gue pikir itu untuk berkeliling komplek istana. Gue pun mengantre dan membayar 2 CNY untuk sekali jalan (dalem hati udah terasa aneh, masa iya cuma 5 ribu aja). Elah ndalah ternyata bener, sebentar banget naik mobil ini karena memang mobil ini hanya digunakan untuk menuju ke pintu keluar yang berada persis di dekat stasiun subway Donghuamen. Jadi mobil ini memang bisa dinaiki kalau kalian capek  buat keluar dengan berjalan kaki. By the way, raja-raja di China dulu istananya gede ugha ya.
makan tanghulu di china
ada yang jual Tanghulu!
sungai membeku di forbidden city
ini sungai membekunya
Selamat Berkunjung!

Forbidden City: GRATIS
Nasi Daging: 36 CNY
Milk Tea: 8 CNY
Tanghulu: 6 CNY
Mobil Keluar: 2 CNY

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK

Member of

ID Corners