Museum Kretek, Kota Kudus: Ku Tidak Merokok, Tapi Ini Menarik Untuk Didatangi & Melihatnya

Juni 20, 2018

museum kretek kudus jawa tengah

Berangkat dari kota Purwodadi sekitar jam 8 pagi dan sampai di kota Kudus pada pukul setengah 10 pagi, berarti jarak sekitar 40 km ditempuh dalam waktu 1,5 jam perjalanan. Sebenarnya bisa 1 jam saja, tapi gue santai mengendarai motornya dan nggak ada ngebut-ngebutan, supaya bisa menikmati perjalanannya, sebenernya ngantuk, haha.

Oke, tujuan pertama di kota Kudus adalah ke Museum Kretek yang berada di Jalan Getas Pejaten No.155. Sampai di gerbang masuknya, kita harus membayar biaya retribusi masuk sebesar 3.000 Rupiah dan retribusi parkir sebesar 3.000 Rupiah juga, murah kan? Museum Kretek didirikan sebagai simbol bahwa perkembangan kretek sangatlah pesat di tanah Jawa, khususnya di kota Kudus ini. Di sini kita bisa melihat sejarah kretek sampai proses produksi rokok kreteknya itu sendiri, mulai dari memakai cara yang masih manual sampai cara yang sudah memakai teknologi modern. Perlu kalian tahu, kalau Museum Kretek ini adalah satu-satunya museum rokok yang ada di Indonesia lo, mantap kan!

tiket masuk museum kretek
ini foto tiket masuknya dan tiket parkirnya
Ada lagi nih yang bikin keren, yaitu Museum Kretek di Kota Kudus ini adalah museum kedua di Indonesia yang mempunyai teknologi QR Code Scan untuk semua konten yang ada di dalam museumnya, keren kan! Iya menjadi yang kedua museum yang menggunakan QR Code Scan, karena museum yang menerapkan sistem QR Code Scan pertama kali adalah Museum Bank Indonesia yang berada di Kota Tua Jakarta. Pendiri Museum Kretek adalah Soepardjo Rustam yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Duta Besar RI untuk Malaysia, dan ternyata juga seorang Gubernur Jawa Tengah periode 1974-1982. Sungguh sangat berjasa banget beliau ini karena bisa membuat sebuah museum sejarah yang sampai saat ini masih menjadi primadona wisatawan  dan bahkan menjadi sumber pendapatan daerah kota Kudus itu sendiri, nice!

museum kretek kudus
ini bentuk luarnya, halamannya luas, dan punya arena bermain anak juga
suasana museum kretek
ini suasana interior ruangannya, bagus kan!
Lanjut lagi ke cerita, sampai di meja tamu, bertemulah dengan salah satu penjaga museum yang ramah menyapa. Si mbak penjaganya menawarkan gue untuk membuka aplikasi ShareIt, gunanya untuk menerima file dari Museum Kretek ini agar bisa digunakan untuk menikmati konten museum melalui Scan QR Code. Tapi gue bingung, karena di hp nggak ada aplikasi ShareIt, membuat gue harus mengunduhnya terlebih dahulu. Keribetan mulai terjadi, sinyalnya jelek di sini (provider kartunya sih yang jelek, hehe), jadi proses unduhnya benar-benar lama. Setelah selesai ter-install, gue pun membuka aplikasi itu dan ternyata proses transfer file dari Android ke iOS benar-benar rumit menggunakan ShareIt (rumit menggunakan shareit. hey, it rhymes). Butuh beberapa waktu lagi untuk mengatur ini itu supaya bisa terhubung, sampai setelah terhubung dan gue terima filenya, DENG! Filenya ternyata berformat .apk yang hanya bisa dibuka di sistem operasi Android. Ampuuuun! Jadi dari proses unduh, install, mengatur ShareIt sampai proses terima file itu sekitar 20 menitan sendiri gue berdiri di depan meja tamunya. Udah capek nunggu, kesel sendiri sama provider yang gue pakai, tapi penasaran pakai QR Code, kemudian dengan polos dan lugunya si mbak penjaganya itu menawarkan gue untuk memakai tablet yang memang bisa dipinjamkan dengan syarat harus meninggalkan KTP. Hahahahahah...lah ndalah mbak’e, kenapa nggak daritadi aja. 

qr code museum kretek
nah simpel dan gampang banget pakainya
Okedeh, setelah memegang tablet yang dipinjamkan, gue mulai meng-explore satu per satu bagian dari museum ini. Total ada 10 titik QR Code yang terdapat di Museum Kretek ini, semua informasi tersaji lengkap dan bisa didengarkan langsung melalui tablet yang gue pegang saat itu. Caranya simpel banget, hanya perlu scan QR Code yang berada di masing-masing spot, maka konten pun akan muncul berupa teks dan suara. Gampang dan berguna bagi kalian yang memang malas untuk membaca informasi.

So, Museum Kretek ini berisi tentang informasi sejarah awal mulanya kretek, foto-foto siapa saja yang mendirikan berbagai pabrik rokok yang ada di Kudus ini, alat-alat tradisional sampai modern yang digunakan untuk membuat kretek, benda-benda yang digunakan untuk mempromosikan rokok kretek, sampai rokok-rokok kretek hasil produksi di masa lalu. Walaupun gue nggak merokok, tapi mengunjungi Museum Kretek ini sangatlah menarik. Silahkan nikmati foto-fotonya;
alat pemotong tembakau
ini adalah alat yang digunakan untuk memotong dan mencacah tembakau menjadi bagian kecil
jenis tembakau dan cengkeh
ini adalah deretan kualitas tembakau dan salah satu varietas cengkeh
proses linting kretek
kalau ini proses pelintingan daun tembakau menjadi halus dan rata, supaya siap digulung menjadi kretek
alat promosi rokok zaman dahulu
ini adalah berbagai benda yang digunakan untuk promosi rokok zaman dahulu (ada yang sampai sekarang sih itu)






Selamat Berkunjung!

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK