Air Terjun Kedung Gender, Kudus: Gemericik Airnya Menenteramkan

Juli 02, 2018

air terjun kedung gender

Nggak ada niat khusus untuk pergi ke Colo, sebuah desa yang berada di Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah ini. Memutuskan untuk pergi ke sini karena melihat papan arah bertuliskan "Colo". Sama sekali nggak ada ekspektasi apapun di sini, tapi ternyata setelah sampai di atas, wow indah banget!

Jarak Colo dari Kota Kudus kurang lebih 17 km, dengan waktu tempuh menggunakan kendaraan bermotor sekitar 30 menit. Jalannya terus menanjak sampai ke atas dan suhu udaranya pun semakin turun. Dingin ki? Iya betul, ketika mengendarai motor menuju Colo akan langsung terasa kalau suhunya semakin sejuk, karena memang berada di kaki gunung, yaitu Gunung Muria. 

Ada banyak wisata yang bisa didatangi dan dikunjungi saat berada di Colo, salah satunya yang terkenal adalah wisata religi Makam Sunan Muria. Bener aja, ketika gue sampai di atas, sudah banyak banget orang-orang yang beramai-ramai ingin menuju ke sana (ke makam).  Nggak hanya Makam Sunan Muria aja, ada banyak destinasi lainnya yang bisa didatangi seperti pemandangan indah dari gardu pandang sampai berbagai destinasi air terjun, seperti Air Terjun Montel, Air Terjun Sekar Gading, Air Terjun Watu Gompeng, dan Air Terjun Kedung Gender yang  gue datangi.

Air Terjun Kedung Gender adalah salah satu air terjun yang berada di kawasan Colo, Muria, Kudus. Tepatnya ada di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Air terjun ini tingginya 15 meter dengan kedalaman kolam air mencapai 1,6 meter. Ternyata, baru 2 tahun air terjun ini dibuka untuk wisatawan lo, tepatnya pada bulan Agustus 2016. Air terjun ini masih sangat alami, bagaimana tidak, hal pertama yang membuktikan kalau air terjun ini masih alami adalah ketika mencari lokasinya. Gue sempat terlewat karena papan petunjuk masih sangatlah minim. Setelah sampai di lokasinya, lo nggak akan menemukan area parkir motor yang luas, apalagi untuk mobil. Gue bukan bilang nggak ada ya, keduanya ada namun kecil dan terbatas. 

Untuk masuk ke dalam kita hanya perlu membayar biaya seikhlasnya aja, wait what? Bener, di pintu masuknya disediakan kotak yang bertuliskan “seikhlasnya”. Sempat mengobrol dengan penduduk yang tinggal di sekitar air terjun dan beliau menjelaskan kalau memang jalur akses menuju Air Terjun Kedung Gender ini dibangun swadaya oleh warga yang tinggal di sekitarnya. Hebatnya lagi, semuanya terurus dengan rapi, asri, dan nyaman. Terlihat dari banyaknya tempat sampah, bersihnya lokasi, sampai banyaknya tanaman buah yang hasil panennya langsung di jual di sana. Kemarin gue lihat ada alpukat, jeruk, pisang, dan ada delima.
peta air terjun kedung gender
kelihatannya panas, tapi sejuk sebenernya
wisata air terjun kedung gender
hasil kreativitas warga setempat tuk menjadikan wisata yang menarik, cakep!
jalur wisata air terjun kedung gender
jalan melewati banyak pepohonan rindang
pengembangan wisata air terjun kedung gender
jalannya sudah dibuat dengan rapi
hutan bambu air terjun kedung gender
melewati hutan bambu yang kalau siang menimbulkan suara berdecit yang khas
petunjuk air terjun kedung gender
hahahhaa....
Oke, lanjut. Jarak dari pintu masuk sampai ke air terjunnya sekitar 1,5 km dengan medan jalan yang naik turun. Sudah biasa lah ya, pasti akan butuh sedikit perjuangan berjalan kaki kalau ingin menikmati suguhan air terjun yang indah. Tapi menurut gue, trek menuju Air Terun Kedung Gender ini termasuk biasa saja, bukan yang ekstrem dan terlalu melelahkan (ah itu elonya aja Ki yang payah!). Eh bener, karena jalur menuju Air Terjun Kedung Gender ini sudah tertata dari rapi dan disediakan pegangan tangan di beberapa titik yang sulit untuk dilalui. Tapi, semua nggak terasa melelahkan, karena selain udaranya yang sejuk, nuansa asri hutan bambu dan gemericik air sungai yang mengalir sangatlah menenteramkan (belum terlihat kerusakan oleh para wisatawan yang jahil dan iseng, jangan sampai ya). 

air terjun kedung gender colo kudus
cakep!
air terjun kedung gender colo
terbayang betapa indahnya ketika musim hujan tiba
air terjun kedung gender jawa tengah
gemericik air yang tidak begitu deras
air terjun kedung gender masih alami
hey, there!
alaminya air terjun kedung gender
I'm the big one!
Saat sampai di lokasi air terjunnya, waaawww iya bener masih alami banget! Sinar matahari yang masuk dari celah-celah pohon dan dedaunan menambah syahdu suasana di Air Terjun Kedung Gender ini. Tapi memang karena gue berkunjung di musim panas, air yang turun mengalir tidak begitu deras. Di sini, di Air Terjun Kedung Gender ini nggak banyak wisatawan yang datang, bukan nggak ada ya, tetap ada namun hanya beberapa saja. Ketika mencoba merendam kaki dan mencuci muka di sini, brrrrr airnya dingin cui! Airnya nggak keruh, bening! Sedangkan kolam air yang berada di bawah air terjunnya ini berwarna hijau tua yang terlihat indah. Bagi yang kelaparan, di sekitar area air terjunnya juga ada beberapa warung tenda yang menyediakan sajian mi instan, teh/kopi, atau sekedar ingin menyantap gorengan aja. Selamat bermain air!

Air Terjun Kedung Gender: Seikhlasnya (7.5 dari 10)

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK