Saung Angklung Mang Udjo: Melebihi Ekspektasi!

September 26, 2018

saung angklung mang udjo

Banyak yang beranggapan wisata di Saung Angklung Mang Udjo sebagai wisata yang mainstream dan turistik. Mungkin karena anggapan itu juga yang membuat sebagian besar kaum milenial banyak yang mengurungkan niat untuk pergi ke Saung Angklung Mang Udjo, walaupun sebenarnya mereka sudah sering pergi ke Bandung, salah satu contohnya adalah gue sendiri *peace bro!

Betul, gue termasuk yang sering bolak-balik pergi ke Bandung, tapi baru kali ini memantapkan niat untuk pergi ke Saung Angklung Mang Udjo. Lokasinya berada di Jl. Padasuka No.118, Pasirlayung, Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Ada kesan pertama yang langsung membuat gue heran, yaitu lokasinya. Akses jalan masuk menuju ke lokasinya terbilang sempit, mengharuskan kita melambatkan laju kendaraan saat bertemu dengan kendaraan lainnya, apalagi jalan kecil ini terbilang jalan padat dan ramai. Namun ketika sudah sampai di lokasinya, area parkirnya ternyata besar dan luas, bahkan gue melihat ada bis pariwisata yang sedang terparkir di sana. Wait what?! *membayangkan bis masuk lewat gang sempit.

saung angklung mang ujo
suasana sore hari di halaman depan Saung Angklung Mang Udjo
parkiran saung angklung mang udjo
nah ini parkirannya luas banget dan ada bis besar tuh
Sampai di Saung Angklung Mang Udjo sekitar jam 4 sore, di mana pertunjukkan sudah terlewat setengah jam. Pementasan rutin di sini ada setiap hari dan dimulai pada pukul 15:30 sampai 17:00 WIB. Jadi kalau nggak mau terlewat sedikit pun dari pementasannya, maka usahakan datang lebih awal dan harus mengalokasikan waktu untuk terjebak macet juga. 

Harga tiket masuk Saung Angklung Mang Udjo sebesar Rp70.000, kita akan mendapatkan sebuah kalung berhiaskan angklung kecil yang imut. Tiketnya juga bisa ditukarkan satu botol minuman dingin atau dengan satu tangkai es potong. Hehe, udah tau kan gue pilih apa? Tentunya yang menyehatkan, es potong?! 

Oke, dari awal ketika akan pergi ke sini, ekspektasi gue nggak berlebihan, tapi justru dengan ekspektasi yang nggak berlebihan itulah yang membuat Saung Angklung Mang Udjo ini terasa spesial dan menyenangkan. Pementasannya sama sekali nggak membosankan dan bahkan “membuka mata” akan keanekaragaman budaya dan kesenian di tanah air tercinta ini. 

pementasan saung angklung mang udjo
nona cantik ini jadi MC-nya
Pementasannya terdiri dari beberapa bagian, dimulai dengan pagelaran singkat wayang golek dan wayang kulit, kemudian helaran (keriaan saat mengiringi upacara tradisional khitanan ataupun saat upacara panen padi), selanjutnya ada penampilan berbagai macam tari-tarian nusantara, kemudian kita akan disuguhkan alunan musik dari band dengan alat musik tradisionalnya yaitu arumba (Alunan, Rumpun, Bambu). Kemudian anak-anak kembali ke panggung pentas untuk memainkan angklung secara massal sampai kemudian mereka membagikan angklung satu per satu kepada setiap penontonnya.

pementasan wayang golek saung angklung mang udjo
sederetan wayang golek khas Sunda yang dipentaskan secara singkat di sini
biasanya nonton wayang kulit, baru kali ini lihat wayang golek langsung
penonton di hari libur ramai di sini (iyalah Eki!)
tarian kuda lumping yang khas dari tanah Jawa
duh lupa ini mereka pada nari apa..
yak, tari topeng khas Cirebon
jadi sangar..
tari kipas dari Sulawesi Selatan
band yang memainkan alat musik arumba
bermain angklung bersama anak-anak
tau kan? iya, ini tarian khas dari tanah Irian
Jadi setiap penonton akan mendapatkan 1 angklung dengan tangga nada yang berbeda. Kebetulan gue mendapatkan tangga nada “Fa” yang dituliskan dengan angka 4 dan dengan penamaan “Bali” di bagian sisi bawah angklungnya. Ini adalah bagian pementasan yang paling ditunggu, paling menarik, dan juga paling lama waktunya, yaitu bermain angklung bersama. Dipimpin oleh seorang konduktor muda yang sangat sabar mengajari kepada penonton yang mungkin pertama kalinya memegang alat musik angklung ini, begitu juga dengan guyonannya yang membuat suasana menjadi tidak membosankan. 

Berlatih untuk membunyikan angklung yang masing-masing pegang sesuai dengan instruksi konduktor di bagian awal-awal sangat mudah, sampai pada akhirnya kita harus mengikuti instruksi yang membentuk satu kesatuan nada dasar sebuah lagu dengan perpindahan yang cepat antar tangga nada. Walaupun si konduktor sudah memberikan kode tangan untuk setiap tangga nada, ternyata ini susah-susah seru, tapi menyenangkan. 
nah ini Bali dan Sulawesi, Bali itu "fa" sedangkan Sulawesi itu "sol"
ini pas bawain theme song-nya M.I keren banget!
Ada 3 lagu yang dibentuk dari alunan suara angklung yang sudah kita pegang masing-masing tadi, sampai kemudian pementasan dilanjutkan dengan penampilan yang luar biasa dari angklung orchestra, mereka membawakan theme song dari film Mission Impossible yang dikemas secara apik dari lantunan suara angklung yang indah. Sampai di akhir pementasan, kita akan diajak untuk menari bersama-sama di tengah panggung dan kemudian acara pun berakhir sekitar jam 5 sore lewat.

You Might Also Like

0 komentar

GOOGLE+

FACEBOOK