Skip to main content

Karnaval Budaya Peringatan Kemerdekaan RI Ke-71 di Imogiri

Perayaan 17 Agustus memang menjadi euforia tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Kemeriahannya mulai terlihat bahkan dari satu bulan sebelumnya, seperti banyaknya bendera-bendera yang terpasang di sepanjang jalan, hiasan-hiasan berwarna merah putih di berbagai tempat, sampai meriahnya lomba-lomba yang seru untuk diikuti.

Nah, biasanya pada tanggal 17 Agustus atau satu hari setelahnya merupakan puncak dari kemeriahan perayaan acara 17-an. Salah satunya bisa terlihat dari Karnaval Budaya Peringatan Kemerdekaan RI Ke-71 pada tanggal 18 Agustus 2016 yang berlangsung meriah Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini pada awalnya digelar setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, namun di tahun 2016 ini dipindah di satu hari setelahnya dengan alasan supaya pelaksanaan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih menjadi lebih hikmat, tertib, dan fokus.

Karnaval yang dimulai dari bekas Pasar Imogiri dan berakhir di Lapangan Demi Wukirsari ini dibuka oleh Camat Imogiri Drs. Sigit Subroto dan diikuti lebih dari 80 kontingen (TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Umum).

Gue sempat mengabadikan beberapa momen di acara tersebut ketika semua masih berkumpul di garis start. Suasana panas terik di siang hari nggak menyurutkan semangat para peserta karnaval yang berkreasi dengan berbagai kostum dan keunikannya masing-masing.

Berikut beberapa hasil jepretan gue dapatkan;
karnaval budaya imogiri
salah satu atribut yang akan digunakan untuk pawai
karnaval budaya imogiri jogja
ada hanoman!
karnaval budaya jogja
duh neng panas nggak sih?
karnaval budaya yogyakarta
mereka tampak bersemangat mengikuti pawai, padahal panasnya luar biasa!
karnaval budaya RI jogja
tetep ya dek ngemut permen lollipop! haha
karnaval budaya di jogja
wuss sadis nih! awas itu rambut susah ngiteminnya lagi, Senin sekolah lagi. haha
pawai budaya imogiri
siang terik nggak menyurutkan niat mereka
pawai budaya kemerdekaan
duh dek gosong dah tu kulit
pawai budaya kemerdekaan RI
ajang kreativitas dipertontonkan di sini
pawai budaya 17an
pakaian adat pun dipakai oleh mereka
pawai budaya 17an RI
eh ada petruk
pawai keliling imogiri
dan rombongan pawai pun mulai bergerak satu per satu mengelilingi Kota Imogiri
MERDEKA! 

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…