Skip to main content

Tetap Stay Cool Menghadapi “Ups and Downs in Lives”


“I think everybody has ups and downs in their lives. We learn from the biggest disappointments, right? You learn how to be humble to yourself and to be humble to others.” ~ Carolina Kostner

Masih keterkaitan dengan artikel yang gw buat sebelumnya dan gw pun nulis ini karena gw lagi ada di dalam posisi “downs in live”, and nothing wrong about it. Tentunya dalam hidup pribadi gw, hal ini bukan menjadi yang pertama. Feeling disappointed, lose something important, or overthink bad thoughts too much, pernah dan mungkin masih akan mampir di kemudian harinya nanti. Trus, gimana caranya ngilangin dan ngatasin masalah-masalah ini, masalah-masalah yang bikin hidup jadi gak semangat?

1.       Do It Something Makes You Happier
Ketika lagi ngerasa hidup gak berarti, sebaiknya lo lakuin hal yang membuat bikin diri lo seneng dan bahagia. Apapun itu, entah itu makan, belanja, nonton film komedi, jalan-jalan, ketemu pacar manja-manja sama dia, atau yang jumblo bisa pergi ke rumah temen lo buat ketawa-ketiwi. Bebas, yang penting lo tau kalo hal itu bikin seneng dan bikin lo lupa akan masalah yang sebenernya lagi lo hadepin saat itu. Tanyain sama diri sendiri “apa yang bisa bikin gw seneng?”, “apa yang bisa bikin gw merasa puas?”, tapi jangan sekali-kali lo bilang dalam diri lo “kenapa sih gw bisa sesedih ini?”, “apa yang salah dari gw”, “dll”, ala ala perempuan-perempuan yang kebanyakan nonton sinetron di TV. Don't! Please don't!


2.       Don’t Keep Your Problems Alone!
Jangan pernah lo simpen dan pendem masalah lo sendirian. Never! Itu cuma bikin lo makin sedih, ruwet, dan terpuruk. Kenapa? Karena lo gak bakal dapetin advice dari seseorang yang ngedengerin masalah lo itu. Nasihat itu butuh buat nenangin kita dari hal-hal yang bikin sedih dan down. Ceritalah sama orang tua, entah lo lebih nyaman cerita ke nyokap atau bokap, keduanya sama aja. Kalo lo gak terbiasa cerita sama orang tua, adek lo bisa jadi alternatif pilihannya. Kalo lo juga masih gak nyaman, ceritain masalah lo sama pasangan. Terakhir, misalnya lo jomblo atau gak mau bikin pasangan juga ikutan sedih, maka cerita sama temen atau sahabat lo. Mereka adalah yang terbaik!


3.       Don’t Overthinking Too Much!
Please don’t! and It’s my bad…!! Jujur, itu hal yang paling buruk dari gw. Gw sering banget mikir yang nggak-nggak dan bahkan terlalu jauh. Ini gak baik sebenernya, karena dengan berpikiran yang buruk itu maka bisa nimbulin suatu sugesti dan banyak pemikiran aneh “kalo gini nanti gw ………….”, “ntar jadinya kayak gini kalo gw ……………..”, dll. Banyak pemikiran “nantinya”, “takutnya”, “ntar gw…”, dll, yang sebenernya itu nggak mungkin terjadi kalo kita gak terus-terusan berpikiran seperti itu. Hmmm…. Ngejelasinnya gimana ya.  Ini semacem sugesti, misalnya kita mau naik ke panggung buat nyanyi, tapi kita terus-terusan bilang “duh gw takut, duh gw takut, gw grogi, gw grogi”, kejadiannya malah kita beneran grogi di atas panggung. Nah seperti itu kurang lebih.



Intinya adalah setiap masalah yang kamu hadepin, itu akan menjadi pelajaran terbaik buat hidupmu. Sebuah hal yang akan membantu kamu untuk tumbuh, berkembang, dan berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Lihat hari burukmu sebagai kesempatan terbaik untuk berkembang, jangan lari darinya, tantang dirimu sendiri, kubur bebanmu secara perlahan dengan cara yang cool dan elegan.


“Life isn’t as serious as the mind makes it out to be.” ~ Eckhart Tolle



source pict 1: http://www.hellawella.com/sites/hellawella.com/files/styles/default/public/images/eats/Eats_Bored.jpg?itok=UphBBwiY
source pict 2: http://3.bp.blogspot.com/-LrdxdN9s3EI/VWM21qhtFOI/AAAAAAAAEKs/uQNpNMpHc98/s1600/o-GUYS-FRIENDS-facebook.jpg
source pict 3: http://livefreelivenatural.com/wp-content/uploads/2013/11/tumblr_m5ryws4QMI1qzr04eo1_500.jpg 

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…