Skip to main content

Siapa Bilang AirAsia Nggak Punya In-Flight Entertainment?

sumber: https://www.facebook.com/rokki/
Ini gue juga baru tau ketika melakukan penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur kemarin. Gue melihat di setiap kursi penumpang ada tulisan Rokki “Free In-Flight Entertainment”. Rasa penasaran itu membuat gue mencoba fasilitas gratis yang disediakan AirAsia tersebut, awalnya agak ragu karena harus mengaktifkan Wi-Fi selama penerbangan, tapi memang cara dan metode-nya begitu. Nyalakan Wi-Fi di hp (flight mode tetap digunakan), temukan sinyal bernama Rokki, dan sambungkan. 

rokki airasia

Setelah terhubung, kita akan dibawa langsung ke halaman utama dari Rokki ini, di mana terdapat 3 pilihan menu utama yaitu Internet, Hiburan, dan Beli. Gue bahas hiburan dulu yang isinya ada film, musik, permainan, sampai berita. Gue mencoba dari masing-masing pilihan menu tersebut, gue bahas satu per satu deh;

rokki airasia indonesia

Film, di kategori ini nggak banyak yang ditawarkan, masih terbilang sedikit film box office yang tersedia di Rokki AirAsia ini. Rata-rata yang disediakan adalah serial-serial TV Asia dan reality show ya
rokki airasia indonesia

Musik, di kategori ini termasuk lumayan update karena ada beberapa lagu top10 yang ada di list, misalnya terdapat lagunya Sam Smith – Too Good at Goodbyes. Tapi jangan berharap banyak dengan kualitas suaranya yang menurut gue jelek. Walaupun begitu, hal yang keren adalah ketika hp terkunci kita masih bisa mendengarkan musiknya. Nice!
rokki di airasia

Permainan, di kategori ini termasuk yang paling fun dan bisa membunuh waktu selama penerbangan berlangsung. Beberapa permainan ringan tapi mengasyikkan termasuk lancar tanpa hambatan (sinyal Wi-Fi nya kuat dan full bar).
rokki indonesia airasia

Berita, kategori ini termasuk yang update karena terintegrasi langsung dengan laman berita online TheSun. Di kategori ini, disediakan juga travel guide dari berbagai kota di Asia, khususnya Asia Tenggara

in flight rokki di airasia


Selain dari kategori hiburan, kita juga bisa melakukan pemesanan makanan, minuman, atau barang duty free secara mudah melalui kategori Beli. Pesanan akan langsung terhubung ke penerbangan yang sedang kita naiki dan pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit atau cash. Kategori terakhir Rokki yang mungkin beberapa orang butuhkan adalah Internet, dimana bagian ini nggak gratis, kita diberikan pilihan 2 paket koneksi yaitu chat atau internet ringan. Koneksi untuk chat meliputi whatsapp, wechat, dan line, sedangkan internet ringan meliputi facebook dan browsing.  Harga paket internetnya mulai dari 9-68 MYR berarti sekitar 30.000 – 250.000-an Rupiah.

in flight entertainment rokki di airasia


hiburan di airasia


Tapi diluar kategori film yang nggak update dan kualitas suara musik yang jelek, gue suka sama fitur yang disediakan gratis oleh AirAsia dan Rokki ini. Walaupun menggunakan device pribadi tapi setidaknya ada hiburan yang bisa dinikmati selama melakukan penerbangan hemat dan murah ini, yang biasanya “in-flight entertainment” ini hanya disediakan oleh maskapai full service seperti Garuda, Emirates, dan lainnya. Eh iya, ada yang keren lagi seperti fitur in-flight entertainment maskapai full service lainnya, di mana jika sedang ada pemberitahuan dari awak pesawat/co-pilot maka layarnya akan freeze sejenak supaya kita memperhatikan dan mendengarkan informasi yang sedang diumumkan. Nice AirAsia!

rokki airasia malaysia

Comments

Post a comment

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…