Skip to main content

Es Krim Milo Punya Nestlé Masuk Indonesia, Nggak Usah Dicoba?

es krim milo indonesia


Pertama kali tahu es krim milo ini di akhir tahun 2017 dari post salah satu selebgram yang dia beli di Kuala Lumpur, Malaysia.

Membuat gue yang kebetulan akan pergi ke Beijing dan transit di Kuala Lumpur, diniatkan menukar Ringgit untuk membeli es krim milo di sana. Tetapi semua itu berujung kecewa, karena ketika sampai di KLIA2, gue nggak menemukan ada yang jual es milo ini. Sedih.

Nah, di hari yang sama gue mem-post artikel ini, setelah makan siang di AEON Mall BSD, gue pergi ke supermarketnya untuk mencari jus buah. Pas gue mau bayar di kasir, alangkah kagetnya ketika melihat es krim milo di freezer. Gue dan teman langsung heboh di depan freezer es krim.

Lucunya, gue melihat ada Ibu-Ibu yang juga lagi antre, keheranan sama kita tingkah kita berdua dengan tatapan penuh tanda tanya di matanya. Akhirnya datanglah si Ibu-Ibu itu ke freezer, melihat apa yang sedang dihebohkan. Hehe…
es krim milo indonesia
taraaaaaa...
es krim nestle crunch indonesia
ada es krim nestlé crunch juga
Akhirnyaaaaa, es krim milo masuk ke Indonesia! Harga es krim milo ini Rp8.500.

Gimana rasanya ki? Bagi penggemar dan fanatik sama susu milo, pasti suka. Teksturnya lembut dan rasanya mirip susu milo yang dibekukan dan ada olesan cokelat di semua sisi es krimnya.

Mungkin karena dasarnya dibuat dari susu kali ya, jadi membuat es krim milo ini cepat mencair kalau nggak segera dinikmati saat itu juga.
beli es krim milo di indonesia
ada cokelatnya tuh..
Nah ternyata, setelah gue post ini di stories Instagram, ada yang langsung memberi tahu kalau es krim milo juga sudah dijual di Ranch Market The Breeze BSD, asyiiiik!

Es krim milo ini bukan produksi Wall’s atau Campina, tapi punya Nestlé itu sendiri. Nah, tinggal nunggu yang versi cone aja atau es krim kitkat? Selamat berburu ya di AEON Mall atau Ranch Market.

Es Krim Milo Stick: Rp8.500 (8.5/10)

Comments

  1. TBH aku lebih suka yang crunch. Baru ada dua varian, ya? Ada satu tipe lagi eskrim milo yang ada isian di dalemnya kalo di Thailand dan enak banget ituu. Semoga varian lain termasuk kit kat cepetan keluar di Indo juga ya. Ahaha.

    Di Bandung belom nemu, nih. Kalau udah nemu juga pengen bikin blogpostnya deh XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. KitKat sekarang sudah ada ya di Ranch/Farmers Market, FYI genks

      Delete
  2. Abis baca ini gue lgsg ke aeon dong buat beli ni es krimmm wkwkk parah si penasaran jg. Dan bener ajaaaa, berapa langkah dr kasir es krimnya udh agak cair gt:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aehehehe mantul!.... karena saking lembutnya ini es mba/mas..

      Delete
  3. camilan saya nguli di Malaysia..

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…