Skip to main content

Heyuan International Youth Hostel, Beijing: Semua Baru, Bersih, dan Nyaman

heyuan international youth hostel
Sampai di Heyuan International Youth Hostel sekitar jam 7 malam dan saat check-in di meja tamu, betapa kagetnya melihat harga yang tertera di sebuah papan tulis putih di sana.

Harga per malam untuk kamar standard double adalah 681 CNY, sedangkan gue dengan harga yang nggak jauh berbeda (651 CNY), gue bisa mendapatkan tipe kamar yang sama untuk 3 malam! Cakep nggak tuh.

Tapi, selama proses check-in, si receptionist memeriksa data gue di komputernya sambil berucap dengan nada pelan namun berulang kali, “what…” “what…”.

Gue pun bergumam “waduh, jangan-jangan disuruh bayar lagi nih! Matilah gue!”.Mungkin si receptionist hostelnya nggak percaya kali ya gue mendapatkan harga 1 malam tapi untuk menginap selama 3 malam.

Setelah menunggu proses check-in yang cukup lama, akhirnya dengan senyuman ramah, si receptionist memberikan kunci kamar dan kunci akses untuk pintu masuk hotelnya. Whoaaa…gue nggak nambah biaya. Mantap!

Mendapatkan Harga Murah di Heyuan International Youth Hostel
Gue jelaskan kenapa bisa mendapatkan harga segitu murahnya. Pertama, karena gue memesannya jauh-jauh hari, bahkan 6 bulan sebelumnya. Kedua, kenapa harga yang tertera di meja receptionist lebih mahal, nggak lain nggak bukan karena harga tersebut adalah harga untuk tamu yang akan menginap dadakan. Jadi sebenernya nggak perlu kaget sih kalau harga yang kita dapatkan berbeda dengan harga yang tertera di meja receptionist. 

Selanjutnya, alasan kenapa gue memilih Heyuan International Youth Hostel, pertama karena lokasinya yang lumayan dekat dengan stasiun subway dan halte bis. Kedua adalah karena rating dan review-nya di Booking.com terbilang bagus. Ketiga yang paling utama yaitu masalah harganya yang masih bersahabat di kantong ogut (tetep yee). 
heyuan international youth hostel di beijing
catnya hijau merah, keren!
heyuan international youth hostel di china
kalau yang suka foto ootd, keren, tapi gue mana sempet
heyuan international hostel di china
banyak kamarnya
heyuan international hostel di beijing
musim dingin daunnya meranggas, nggak tau kalau musim panas, rindang kali ya
Kamarnya Baru. Semuanya Baru.
Gue mendapatkan kamar di lantai dasar, kaget banget pas masuk ke dalamnya, bukan karena ada apa-apa, tapi ruangannya bersih banget. Bersihnya bukan sekadar bersih biasa selayaknya hotel, tapi bersihnya ini karena semuanya terlihat seperti baru.

Hal pertama yang paling terlihat bersih adalah kamar mandinya. Mulai dari wastafel, keran shower, gantungan handuk, kloset duduknya, sampai keramiknya itu benar-benar bersih sih sih. Di sela-sela kloset, di sela-sela bawah wastafel, sampai di pinggir-pinggir keramiknya itu sama sekali nggak ada noda apalagi lumut.

Nggak hanya terlihat di bagian kamar mandinya, di kamarnya pun bersih cui! Mulai dari AC, TV, kasur, sampai meja dan lampunya semua terlihat benar-benar baru. Perkiraan gue, kalau keseluruhan isi kamarnya baru direnovasi.

Oke diluar dari hal bersih itu, yang keren dari kamarnya Heyuan International Youth Hostel adalah terdapat alat bermerek Huawei yang berfungsi untuk menghubungkan SD Card kamera atau handphone yang kita miliki ke layar Televisi untuk melihat foto-foto atau video setelah seharian jalan-jalan (keren kan!).

TV-nya hanya ada siaran lokal aja, sepertinya pemerintah China memang memblokir semua akses hiburan internasional termasuk TV Kabel. Sedih banget.

Selain itu, di Heyuan International Youth Hostel ini juga sama seperti hostel kebanyakan di Beijing yang menyediakan dua pasang sandal karet di dalam kamarnya. 

heyuan hostel di beijing
bersih dan baru semua, beneran deh
heyuan hostel di china
nggak boleh ngerokok di dalam kamarnya
hostel heyuan di china
kasurnya empuk, furniturnya mahal punya sepertinya
Di Heyuan International Youth Hostel punya fasilitas pemanas air yang benar-benar bekerja dengan sempurna, maksudnya, terkadang ada pemanas air hangatnya nggak benar-benar hangat sesuai dengan keinginan kita, terkadang masih tercampur dengan air yang dingin.

Gue rasa sih ini karena memang semuanya baru kali ya, jadinya gue terasa benar-benar betah berlama-lama ketika mandi di bawah shower. Selain itu, buat para backpacker jangan khawatir bagasi penuh karena terisi dengan sabun mandi dan shampoo, karena di Heyuan International Youth Hostel sudah menyediakan keduanya, jadi nggak perlu bawa lagi deh.

Sejauh ini, Heyuan International Youth Hostel ini termasuk nyaman dan strategis buat kemana-mana di Kota Beijing. Terlebih lagi harga hostel ini masih termasuk yang termurah daripada hostel-hostel di sekitarnya dan di Beijing kebanyakan.  

hostel heyuan di beijing
ada pemanas, ada gelas
bikin mi di hostel
jadilah ini, haha
hostel heyuan international beijing
ternyata banyak juga yang pernah nginep di sini
hostel heyuan beijing
rata-rata dari korea, Indonesia cuma dari ikutilangkahkaki aja lo, coba cari hayoo..
+ Kebersihannya, kenyamanannya, semua nomor 1
- sebenernya agak lumayan sih dari stasiun subway

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…